Brother Is My Love

Brother Is My Love
BUTUH PENJELASAN



PYANGGGGGGG...


Jonathan membanting gelas dan piring buahnya. Jonathan geram dengan sifat papanya, yang selalu menyalahkan dirinya jika bersangkutan dengan Ardelia dan mamanya.


"Segitu jahatkah aku di mata papa? Sebenci itukah papa kepada jo? Jika papa tidak menginginkan Jo di rumah ini, Jo akan dengan senang hati pergi dan meninggalkan semua ini." Kata Jonathan emosi.


Jonathan benar benar ada dalam puncak kemarahannya. Untuk apa dia di suruh pulang kerumahnya jika dia tidak di inginkan.


"Seharusnya papa tidak menyuruhku puluang dulu, dan memberikan perusahaan papa jika papa tidak mempercayai Jonathan ."


Jonathan tersenyum sambil mengusap air matanya, dan kembali berkata.


"Saya rasa tempat saya memang bukan disini. Maafkan saya jika saya menggangu kebahagiaan kalian." Katanya lagi.


Tuan Dion terdugem mendengar kata kata anaknya, apalagi tadi anaknya mengatakan kata saya. Tuan Dion tersadar dirinya telah melukai hati anaknya lagi.


Tuan Dion tidak bermaksud menyalahkan siapa pun, dia hanya butuh penjelasan dari kedua anaknya, tapi caranya salah dan melukai hati Jonathan.


Semuanya diam. Ardelia masih kaget dengan kejadian tadi. Hingga mamanya berbicara.


"Jonathan jangan seperi ini nak, ini rumah kamu, semuanya milikmu. Mama mohon jangan pergi." Begitulah kata mama Tia sambil memegang tangan jonatan.


Jonathan menepis tangannya. Mersa Ibu tirinya itu hanya bersandiwara, tapi kenyataannya mama Tia benar benar tulus.


"Jangan menyentuh saya dan jangan pedulikan saya karna saya tidak butuh itu." Kata Jonathan


"Ardelia katakan ada apa sebenarnya?" Tanya mamanya.


Ardelia berlahan bangkit dari kursinya, dan mejelaskan semuanya walaupun berbohong.


"Pa... ini bukan kesalahan siapa pun. Adel memang mengundurkan diri dari wijaya company, tapi itu murni kemauwan Adel. Adel hanya ingin mecari pengalaman baru. Jangan menyalahkan kak Jonathan, maafkan Adel karna tidak meminta Ijin dulu ke papa." Jelas Ardelia sambil menahan air matanya.


Papa Dion terdiam, air matanya hampir lolos. Dia bingung akan keadaan saat ini, dia tau betul kejadiaannya tidak seperti ini. Dia melihat Ardelia dan berkata.


Ardelia tersenyum lalu berkata penuh semangat.


"Iya pa... Ardelia mendapat pekerjaan yang bagus, menjadi seorang sekertaris di sanjaya company."


"Hebat kamu nak, semoga kamu berhasil dan betah di sana." Saut papa Dion sambil mengelus rambut anaknya.


"Apa papa tidak marah jika Adel tidak bekerja di wijaya company?" Tanyanya ragu.


"Tidak papa nak, walaupun kamu tidak bekerja di perusahaan papa yang penting kamu bisa menjaga diri dan harus menjaga kesehatan." Pesan papa Dion.


Ardelia hanya menganggukan kepalanya dan memeluk papa tirinya itu.


🍁🍁🍁🍁🍁🍁


Sedangkan Jonathan dia sudah masuk dalam kamarnya. Tidak lama pintunya terbuka dan menampilkan wajah papanya. Papanya mendekat menghampiri Jonathan. Sedangkan Jonathan buru buru membalikan wajahnya tidak ingin melihat papanya, layaknya seperti anak kecil yang merajuk.


"Apa kamu marah pada papa jo? Jika iya papa mitak maaf. Tidak ada niat papa menyalahkan dirimu, papa hanya ingin mendenar penjelasan dari kalian."


Hening tidak ada yang bersuara.


"Jangan pergi lagi tetaplah disini, semua ini milikmu tidak ada yang akan bisa menggatikannya. Soal Ardelia papa mohon jangan pernah menyinggung perasaannya lagi, dia gadis yang baik, bahkan dia tidak pernah menuntut apapun dari papa. Bahkan sekolah pun dia tidak pernah meminta uang jajan, dia selalu membawa bekal yang disiapkan oleh mamanya."


Papa Dion terdiam.. menahan tangisnya, tidak tau harus bagaimana lagi menjelaskan kepada anaknya.


"Saat dia kuliah pun dirinya masih membawa bekal dari rumah, medapan biasiswa adalah anugrah baginya. Saat papa memberikan uang atau pun barang kepadanya dia tidak akan menerimanya dengan cuma cuma, dia akan membayarnya dengann membantu papa mengerjakan urusan kantor."


"Jonathan satu hal yang harus kamu tau, nama Ardelia tidak tercantun dalam kartu kluarga kita." Begitulah kata papanya yang berhasil membuat diri Jonathan menghadap papanya.


🍁🍁🍁🍁🍁🍁


Hallo semuga kalian suka ya dengan novel akuπŸ˜πŸ˜πŸ˜πŸ˜™ Dan jangan lupa LIKE, COMMENT DAN VOTEnya yahh😊😊😊