Brother Is My Love

Brother Is My Love
KEMBALI.



Jalan kota S benar benar indah saat menjelang malam. Udara yang sedikit dingin membuat hati yang panas menjadi adem.


"Pa Adel buka jendela mobil yah?" Tanya Ardelia kepada papa Dion.


"Iya sayang terserah kamu saja, tapi jangan sampai masuk angin yah." Ucap papa Dion kepada Ardelia.


Angin malam memang tidak bagus untuk kesehatan, tapi sangat bagus untuk suasana hati yang sedang tidak karuan.


🍁🍁🍁🍁🍁🍁


"Selamat malam Tuan dan Nona Ardelia." Sapa salah satu pelayan di kediaman WIJAYA. "


"Malam bik.. dimana mama?" Tanya Ardelia balik, sedangkan papa Dion membalas dengan senyuman.


Sebelum pelayan itu menjawab, mama Tia sudah duluan memanggil nama anaknya.


"Sayang." Ucap mama Tia.


"Mama ngagetin aja sihh." Ardelia cemberut merasa kesal dengan mamanya.


"Hehe sayang ayok sini makan malam sudah siap, tapi papa sama Adel mandi dulu yah." Kata mama Tia.


"Ma siapin air hangat dong yah." Papa Dion seketika bersikap manja saat Ardelia sudah menjauh dari tempat itu.


"Ihhh apaan sih malu tau." Mama Tia mencubit pinggang suaminya.


MAKAN MALAM


Makan malam yang harmonis seperti keluarga pada umunya. Keluarga yang hampir terpecah kini berlahan menyatu.


"Pa bagaimana hasilnya?" Tanya mama Tia langsug pada intinya.


Papa Dion melihat istrinya sambil terus memakan buahnya.


"Itu Ardeliaaa." Papa Dion pura pura sedih.


"Tidak apa pa.. Jo masih bisa mengurus WIJAYA COMPANY walupun Jo berada di kota M." Jonathan langsug bicara saat dia rasa Ardelia tidak akan kembali ke WIJAYA COMPANY jika di lihat dari muka papanya.


"Ardelia akan bekerja di WIJAYA COMPANY mulai besok." Ucap papa Dion yang membuat mama Tia begitu senang dan Jonathan juga tersenyum bahagia


🍁🍁🍁🍁🍁🍁


Ardelia sangat tidak rela kembali ke perusahaan papanya. Bukan gimana, masalah besar sudah menantinya yaitu Jonathan.


Ardelia di kagetkan lagi dengan masalah baru saat sudah sampai di WIJAYA COMPANY. Tempat kerjanya bukanlah di tempat yang dulu, melainkan satu ruangan denagn Jonathan.


"Pa apa papa tidak salah tempat membawa Adel ke sini." Tanya Ardelia saat berada di ruangan Jonathan.


"Tidak kok. Untuk 2 minggu kedepan kamu akan belajar denagn Jonathan mengurus perusahaan. Setelah itu kamu akan menggantikan kakakmu mengurus WIJAYA COMPANY, dan itu berlaku sampai kakakmu kembali dari kota M. Apa kamu mengerti sekarang?" Tanya papa Dion.


"Tapi ini rasanya Adel tidak bisa." Ucap Ardelia lemes.


"No kamu harus bisa. Jonathan tolong lakukan yang terbaik." Ucap papa Dion dan langsung keluar dari ruang itu dan tidak lupa mengusap kepala Ardelia.


Setelah papa Dion benar benar menghilang dan tidak telihat lagi, dan detik itu juga Ardelia merasakan aura yang sangat menakutkan.


"Astaga auranya semakin tidak mengenakkan." Batin Ardelia.


Hem hem.


Jonathan mulai mengeluarkan jurusnya.


"Nona sialakan ini tempat anda." Ucap Yayan mempersilakan Ardelia.


"Mas apa tidak ada tempat lain lagi?" Tanya Ardelia kisi kisi


"Maaf Nona.. tidak ada. Anda harus bembiasakan diri mulai sekarang." Jawab Yayan.


"Hem hem Yayan apa sudah selesai." Tanya Jonathan yang membuat keduanya kaget.


"Iya bos sudah." Yayan langsung menghampiri Jonathan..


"Kau keluarlah." Suruh Jonathan kepada Yayan.


Aura ruangan semakin menyeramkan saat Yayan sudah pergi menjauh. Jonathan terus berjalan mendekat Ardelia. Hati Ardelia sudah merona rona, ketakutan yang dulu kembali dia rasakan sekarang.


"Trimakasih."


🍁🍁🍁🍁🍁🍁


YUKK KITA LANJUT LAGI. πŸ˜™πŸ˜—