Brother Is My Love

Brother Is My Love
RAHASIA BESAR PRIA.



"Kau membuatnya bangun Ardelia Putri." Jonathan memegang tangan Ardelia yang berisi obat.


Jonathan dengan cepat membalik tubuh Ardelia. Sekarang Jonathanlah yang berada di atas Ardelia.


"Aaap.. apaaa yang anda lakukan?" Tanya Ardelia gugup karna kaget.


Jonathan tidak menjawab, dia mengambil obat itu dari tangan Ardelia. Jonathan bangkit dari atas tubuh Ardelia dan meminum obatnya. Jonathan pun langsung berlari ke dalam kamar mandi.


"Ada apa dengannya aneh sekali." Ardelia masih tetap berada di atas kasur.


"Nona diamana bos Jonathan?" Tanaya Yayan.


"Di kamar mandi." Katanya tanpa menoleh.


"Ngapain?" Yayan bertanya lagi.


"Tidak tau mas. Emang orang di kamar mandi ngapain sihh?" Ardelia bertanya balik.


"Aaakkkk.. mandi sihh.. mandi." Kata Yayan salah tingkah.


"Ihhh dasar aneh kalian berdua." Ardelia pergi dari kamarnya.


"Duhhh begok banget sihh kamu Yan.. hampir saja rahasia besar pria terbongkar." Grutunya.


🍁🍁🍁🍁🍁🍁


Ardelia menyiapkan makan malam. Walaupun sudah jam 9 tapi dia tiba tiba merasa sangat lapar, dan tadi juga dia mendengar perut Yayan berbunyi.


"Mas makan dulu. Tapi cuma ada ayam lalapan aja gak papa kan?" Ardelia menawari Yayan makan.


"Tidak apa Nona itu sudah lebih dari cukup. Saya juga sudah lapar sekali." Kata Yayan.


Yayan dan Ardelia melangsungkan makan malamnya tanpa menghiraukan Jonathan yang masih ada di kamar.


"Wahhh Nona ini sangat sangat lezat sekali." Puji Yayan.


"Benarkah? Apa mas suka? Tanya Ardelia senang.


Yayan mengangguk semangt sambil terus menyantap makanannya.


Tiba tiba Jonathan datang langsung mengambil piring dan nasi.


PLAKK.


Ardelia memukul tangan Jonathan yang hendak mengambil nasi.


"Saya juga lapar." Kata Jonathan.


Ardelia tidak menjawab, dia pergi mengambil sesuatu. Dan Ardelia datang membawa semangkok bubur.


"Bubur lagi?" Keluh Jonathan.


Jonathan pasrah, padahal dia sangat ingin makan nasi panas dengan ayam lalapan buatan adik tirinya.


Selesai makan malam Yayan pamit dari apartment Ardelia.


"Nona saya pamit dulu dan trimakasih makanannya." Kata Yayan.


"Sama sama mas." Jawabnya.


Ardelia tersenyum manis terhadap Yayan. Lalu dia melirik Jonathan.


"Mas hati hati ya, dan jangan lupa bawa bosnya juga." Kata Ardelia lagi.


🍁🍁🍁🍁🍁🍁


SANJAYA COMPANY.


"Tuan apa Tuan memangil saya?" Tanya Ardelia saat berada di ruangan Mike Sanjaya.


"Duduklah.. kakak ingin bicara kepadamu." Jawab Mike.


Ardelia pun menurutinya, dan Mike pun ikut duduk di hadapan Ardelia.


"Ardelia cobak ceritakan semuanya, apa benar yang di katakan Jonathan Wijaya kemaren?" Tanya Mike.


Ardelia tau hal ini pasti akan terjadi. Ardelia pun menganggukan kepalanya dan menceritakan semuanya kepada Mike tanpa ada yang kurang sedikit pun. Ardelia juga menceritakan tidak setujunya Jonathan saat papa Dion dan mamanya menikah.


"Jadi sebab itu kamu bilang tidak punya saudara?" Tanya Mike lagi.


"Iya.. kami hanya saudara tiri, dan lagi pula dia tidak mau menerima Adel sebagai adiknya." Katanya dengan tingkah imut.


"Haha kamu imut sekali sihh.. iya sudah tidak apa apa kakak ngerti perasaanmu." Kata Mike.


"Apa kakak tidak marah dengan kejadian kemaren?" Tanya Ardelia ragu ragu.


"Tidak Adel.. dia berhak atas dirimu." Sautnya.


"Lalu.. apa kakak kenal dengan Tuan Jonathan?" Ardelia bertanya lagi.


"Iya.. dia teman baik kakak. Tapi ada satu kesalah pahaman yang menyebabkan kami tidak bersama lagi, dan tidak mungkin kakak ceritakan." Jawab Mike.


Jelas Mike tidak mau menceritakan hal yang membuat harga dirinya hancur di depan wanita yang akan dia kejar.


Mike tidak ingin di sebut peria bajingan. Karna dia tau kesalahan terhadap Jonathan adalah sesuatu yang sangat menjijikan.


"Tidak apa kak." Kata Ardelia.


🍁🍁🍁🍁🍁🍁


YUHUUUU AUTHOR MITA LIKE'NYA YAHH BIAR TAMBAH SEMANHAT NIHHH.