Brother Is My Love

Brother Is My Love
PRIA TAMPAN



Ardelia terjatuh bersama motor kesayangannya. Barang barangnya pun berserakan. Sial!! Nasibnya benar benar sial. Sudah jatuh tertimpa motor pula.


"Ahhhhhhhh kenapa semua ini terjadi kepada ku? Apa salah ku hiiiiihiiiii." Katanya sambil menangis.


"Nona apa anda baik baik saja." Kata seorang yang menabrak Ardelia.


"Bagaimana bisa baik baik saja. Lihat kaki saya terkilir, lutut saya berdarah dan lagi tangan saya lecet." Omel Ardelia sambil menunjuk badannya yang terluka.


Tapi orang itu malah tertawa, merasa lucu dengan tingkah Ardelia saat ini.


"Kenapa anda malah tertawa ahhh? Tidak punya sopan santun." Katanya sabil mengangkat kepalanya.


Ardelia kaget. Dia terkesima dengan ketampanan laki laki dihadapannya. Dia hanya wanita normal yang bisa tergoda jika melihat yang bening seperti ini.


"Maafkan Saya nona. Saya akan membawa anda kerumah sakit." Kata laki laki itu.


"Ahhh ahhh tidak tidak saya baik baik saja." Jawab Ardelia lalu berdiri.


Tapi karna kakinya sakit karna terkilir, jadi dia jatuh kepelukan laki laki tersebut. Dan laki laki itu pun langsug menggendongnya.


"Ahhhhhh apa yang anda lakukan tuan? Saya bisa jalan sendiri. Tolong turunkan saya." Tolak Ardelia


"Diamlah Ardelia putri. Dan menurutlah."


DEGGG..


Ardelia kaget bangaimana orang ini bisa tau namanya? Apa dia seorang mata mata yang ingin menculiknya? Pertanyaan itu seketika muncul dipikirannya.


Laki laki itu pun menurunkan Ardelia di temapat duduk yang di sediakan di sekitar area itu.


"Aku bukan orang jahat, tidak usah berfikiran macam macam." Katanya lagi.


Seperti seorang peramal bisa membaca pikiranya. Ardelia semakin takut. Walaupun sempat kagum dengan ketampananya tapi sekarang ingin sekali lari dari tempat ini.


"Apa kamu tidak ingat denganku hemm?" Tanyanya lagi.


Ardelia hanya menggeleng. Apa lagi sekarang ini? Apa ini akhir hidupnya? Begitulah pikirannya saat ini.


"Apa kamu ingat siapa yang memberikan gelang ini kepadamu?"


"Iya dia yang pernah menolongku waktu aku terjatuh." Jawab Ardelia.


"Apa kamu memberikan sesuatu padanya? Tanyanya lagi.


"Iya aku memberikan gantungan yang berada di tas ku." Jawabnya jujur.


"Apa seperti ini?" Laki laki itu menunjukakan sebuah gatungan yang berisi mainan bintang kecil berwarna hitam, yang mengiasi kunci mobilnya.


Dan itu membuat Ardelia ingat laki laki yang berada di hadapannya.


"Kak Mike?" Katanya memastikan.


"Haha akirnya kamu ingat denganku."


"Maaf itu sudah terlalu lama sekali. Aku tidak ingat sama sekali. Bagaimana kakak bisa mengenaliku? Apa karna gelang ini? Tapi tidak mungkin, pasti ini banyak di pasaran.


"Iya mungkin gelang ini ramai di pasaran. Tapi aku pemiliknya jadi aku bisa mengenalinya." Jawabnya lesu.


Gelang itu pemberian dari neneknya saat ulang tahunnya yang kesepuluh. Walau terlihat sederhana tapi sangat mahal dan bisa dipakai seumur hidup jika tidak hilang😁😁


"Apa kamu punya masalah? Apa kamu di pecat?" Tanyanya Mike


Sebab Mike milihat barang barang yang dibawa Ardelia. Ardelia menganguk


"Adel tidak tau harus cari kerja kemana lagi." Katanya lesu.


"Tidak usah kawatir, jika kamu mau kakak bisa memberikan kamu pekerjaan." Tawarnya


"Iya.. adel mau kak. Sekalipun itu tukang bersih bersih." Katanya senang.


"Haha kamu ada ada saja. Kakak akan menepatkanmu menjadi sekertaris kakak. Bagaimana apa kamu mau?" Tanya Mike


"Kakak serius? Tapi aku kan tidak berpengalaman apa lagi aku belum wisuda kak."


"Tidak masalah, kamu bisa belajar. Kakak bisa mengajarimu." Katanya tersenyum.


"Trimakasih kak." Sambil memeluk mike.


"Iya sama sama. Jadi kapan kamu siap?" Tanya Mike.


"Kapanpun siap. Besok mungkin." Jawab adel senang.


"Dasar nakal. Sembuhkan kakimu dulu, baru temui kakak. Dan ini kartu namaku, dan kamu bisa hubungi nanti." Katanya sambil mengacak ngacak rambut Ardelia.


"Ahhhh kakak jangan nanti tidak cantik lagi akunya." Omelnya seperti anak kecil.


"Ya sudah kakak antar pulang, biar nanti barang barang ini dan motormu di urus pegawai kakak." Kata mike.


"Siap bos." Jawab Ardelia.


Mike pun mengantar Ardelia kerumahnya. Tapi Ardelia minta di turunkan di pinggir jalan saja. Dengan alasan mobil tidak bisa masuk ke gang sempit. Padahal dia tidak ingin Mike tau identitasnya.


"Kak trimakasi tumpangannya. Maaf merepotkan." Katanya


"Kamu yakin tidak papa?" Tanyanya kawatir.


"Adel tidak papa. Sana buruan pulang." Usir Ardelia.


"Kamu ngusir kakak ya? Yasudahlah nanti kaka kirim alamat bengkelnya yaa, biar bisa di ambil motornya." Kata Mike sambil melambaikan tangannya


Ardelia tersenyum dan ikut melambaikan tangannya.


"Hati hati ya kak."


"Ahhhh capek juga berbohong.."


🍁🍁🍁🍁🍁🍁


Timakasih sudah mampir, jangan lupa like dan commentnya yahh😘😘😘