
Ardelia masuk kedalam kamarnya. Menangis karna Jonathan begitu kejam. membuang syal yang begitu berharga, mengatainya bersandiwara dan juga mengejeknya. Hatinya begitu sakit, mungkin kebenciannya sekarang sudah ada pada dirinya untuk sang kakak.
"Tidak aku bukan orang seperti yang kau katakan. Aku mengormatimu dan menyayangimu karna kita saudara, tapi..... kau tidak pernah menghargainya. Baiklah.. jangan salahkan aku jika nanti aku yang menyakitimu." Katanya sambil menangis.
FLASHBACK OFF
"Menghayal bisa menyakitinya balik malah aku yang di tidas. Ckckck nasib nasib." Grutunya.
ππππππ
Ardelia kembali keruanganya setelah selesai merias dirinya.
"Dell kamu gak papa kan? Apa ada yang lecet?" Kawatir Mbak nita.
"Tidak papa mbak, hanya kesalah pahaman. Mbak tidak usah kawatir aku akan memperbaikinya." Jawab Ardelia sambil tersenyum.
"Ya sudah kalau baik baik saja." Saut Mbak nita.
Ardelia mengambil flashdisknya, lalu menghubungakn ke laptopnya. Dia mengecek ulang laporannya yang dibuatnya. Tidak salah lagi, ada yang menjebaknya menuduh dengan menukar laporan yang dia buat. Ini sungguh berbeda dari laporan yang dia baca tadi dengan apa yang ada dalam flashdisknya. Dia semakin yakin ada yang tidak suka padanya. Tapi siapa? Apa Jonathan? Karna baru kaliini dia mendapat musibah setelah kedatangan kakak tirinya.
"Aku harus menyelidiki ini. Jika sampai dugaan ku benar habis kau kadal." Katanya sambil mengeratkan giginya.
Ardelia kembali fokus. Dia harus menyelesaikan masalah ini. Dan melaporkan hasil laporan yang sesungguhnya.
"Dell apa kamu tidak istirahat? Ayuk ini udah jam makan siang loh." Ajak salah satu seniornya.
"Iya mas nanti adel nyusul. Adel harus menyelesaikan laporan ini dan memberikan kepada atasan. Kasian udah di tunggu, nanti kena marah lagi hihi." Jawabnya sambil melihatkan gigi putihnya.
"Ya udah kita duluan yahh." Saut mas rama.
"Okh sip." Sautnya lagi.
Setelah kepergian teman kerjanya. Ardelia melanjutkan pekerjaannya.
"Ahh akhirnya selesai juga." Katanya senang.
Ardelia pun menuju keruangan CEO, dan dia kembali bertemu dengan yayan.
"Mas apa tuan Jonathan ada? Adel mau ngasih laporan ini." Katanya sambil memberikan laporan tersebut kepada yayan.
"Iya adel, tuan Jonathan ada di dalama. Ayo silakan masuk." Kata yayan
Saat Ardelia sudah di dalam. Dia bisa melihat jika Jonathan sedang makan siang.
Jonathan hanya melihat, dalam hatinya ada apa wanita ini kemari lagi?
"Maaf tuan jika saya menggangu makan siang anda. Saya hanya ingin memberikan laporan yang anda minta." Kata Ardelia.
Jonathan mengambil laporan itu dan memeriksanya. Dia melihat dengan sangat teliti, dan sambil melirik adik tirinya itu.
Jonathan heran tidak ada yang salah.
"Kenapa dia bisa memperbaiki dengan Sangat cepat? Ini benar benar berbeda dengan yang tadi. Apa dia sudah mempersiapkan ini? Hemmm benar benar licik." Batinnya.
"Bagaimana tuan Jonathan apa ada yang salah?" Tanya Ardelia
Jonathan diam sambil memandang adiknya.
"Tidak.... keluarlah. Dan ingat satu hal, saya tidak suka jika ada kariawan bekerja saat jam istirahat. Saya tidak mau di anggap tidak punya hati nurani." Katanya dengan sikap angkuhnya.
"Sadarlah kadal, anda memang tidak punya hati nurani." Maki Ardelia dalam hati
"Baik tuan, saya permisi" saut Ardelia sambil keluar dari ruangan tersebut.
ππππππ
KEDIAMA KELUARGA WIJAYA.
"Sayang apa tidak makan dulu?" Tanya mama tia saat melihat anaknya langsug naik ke lantai dua.
"Ma Adel mau istirahat saja. Adel capek." Katanya lesu.
Mamanya hanya menganggukan kepala, dia tau anaknya tidak sedang baik baik saja.
Saat Ardelia berada dalam kamar. Dia berfikir dengan keadaan saat ini. Kehidupannya semakin kacau saat Jonathan hadir dalam hidupnya.
"Tuhan apa yang harus kulakukan sekarang? Bagaimana caranya aku membuktikan jika aku tidak bersalah?"
Ardelia benar benar kacau, sakit hati yang dulu saja melum benar benar sembuh. Sekarang lagi di tambah luka yang baru. Dia merasa tuhan tidak adil dengannya. Tuhan memberikan Jonathan terus menindasnya, memaki sesuka hatinya. Lalu dia kapan?
"Dell cukup cukup okh. Tidak boleh lemah atau pun menangis. Ayuk semangant dan buktikan dirimu tidak bersalah. Dan berlahan balas sakit hati ini." Katanya menyemangati dirinya sendiri sambil mengusap air mata.
ππππππ
SELAMAT MEMBACAππ