
"Itu..." Yayan bingung harus berkata apa.
FLASHBACK
"Enak sekali hidupmu ya? Di tawarin makan di ambilkan minum." Ledek Jonathan.
"Hehe maaf bos." Sautnya.
"Di mana laporan yang saya minta?" Kata Jonathan.
"Ini bos." Saut Yayan sambil memberikan laporan yang di minta Jonathan.
Jonathan fokus mengecek laporan itu. Tapi tiba tiba Yayan bertanya dan membuat Jonathan berhenti fokus.
"Itu maaf bos. Kenapa bisa ada Ardelia Putri di rumahnya bos?" Tanya Yayan ragu.
"Kau sungguh ingin tau?" Tanya Jonathan balik.
"Itu jika tidak apa apa." Saut Yayan.
Jonathan bangun dari tempat duduknya, lalu berjalan mendekati jendela kaca.
"Kau tau wanita yang menawarimu makan? Dia adalah istri kedua papa dan membawa satu orang anak yang membuatku lari dari rumahku sendiri. Meninggalkan semua yang harus aku miliki. Bahkan papaku sendiri rela bertengkar denganku hanya untuk membela wanita yang tidak tau asalnya dari mana. Wanita penggoda yang mencari kehidupan mewah tanpa harus bekerja keras. Anaknya juga datang menjadi parasite di rumah ini." Kata Jonathan panjang kali lebar dengan penuh amarah.
Yayan hanya diam mendengarkan cerita dari bosnya.
FLASHBACK OFF.
"Apa Adel benar mas?" Tanya Ardelia.
Yayan bingung harus menjawab apa, sebab bosnya juga benar mengatakan hal itu.
"Mas tidak usah memikirkan jawaban yang membuatmu sakit kepala. Adel juga tidak memaksa mas untuk menjawab pertanyaan yang sepenuhnya sudah Adel tau. Pulanglah mas jika tidak nasib buruk akan menimpamu." Kata Adel sambil menakut nakuti Yayan .
Yayan mengambil gelas susu hangat itu dan langsung meminumnya hingga habis.
"Trimakasih." Kata Yayan langsung pamit pulang.
Setelah Yayan berada dalam mobil. Dia membenturkan kepalanya di setir mobilnya.
"Ahhhh rasanya ingin menghila menghadapi keluarga ini. Sungguh seperti mimpi jika mereka berdua itu saudara tiri, dan si bos juga kelihatan sekali sangat membenci Ardelia dan ibunya." Katanya sendiri.
"Apa benar yang di bilang bos yaa? Tapi masak iya Ardelia dan ibunya seperti itu? Ahhhh sudahlah ngapain aku yang jadi pusing." Grutunya dan langsung menuju apartment.
ππππππ
"Kamu ingin makan apa Adel? Tanya Mike saat jam makan sing tiba. Dan Mike mengajak Ardelia putri makan diluar.
"Ada lagi yang kamu mau?" Tanya Mike lagi.
"Udah cukup itu aja." Saut Ardelia
Mike pun memesan makanan itu ke pada pelayan. Setelah beberapa menit makanan sudah siap di meja.
"Selamat makan kak." Kata Ardelia.
"Salamat makan juga." Saut Mike.
Mereka pun makan dengan lahap. Dan kadang mereka berbincang untuk mengisi kekosongan saat makan.
"Ohh iya apa kamu punya saudara? Seperti kakak atau adik gitu?" Tanya mike.
"Tidak kak, aku anak tunggal cumak ada aku seorang. Karna mama hanya melahirkan aku saja." Sautnya walau sedikit gugup tapi Ardelia mengatakannya sambil bercanda.
"Kamu ini.. Kakak kira kamu punya saudara lohh, Soalnya waktu kamu jatuh pas waktu kecil itu, mmm... kakak kayaknya denger kamu mangil "kakak " gitu. " Kata Mike
Ardelia mulai gugup. Bukan dirinya tidak mau mengakui Jonathan sebagai kakaknya tapi Jonathan yang tidak mau mengakui dirinya sebagai adik.
Jonathan pernah berkata kepadanya
" Jangan pernah memangilku kakak aku bukan kakakmu aku tidak sudih mempunyai adik sepertimu"
Begitulah kata yang masih Ardelia ingat.
"Ardelia Putri apa kamu baik baik saja?" Tanya Mike saat melihat Ardelia bengong saat di tanya.
"Haha itu Adel... ahhh kakak salah dengar kalik waktu itu." Saut Ardelia benar benar merasa gugup
"Iya mungkin kali yaaa. Tapi kamu kok kayak orang gugup gitu sihh?" Tanya Mike
"Enggak kok. Udah ahhh Adel laper." Katanya dan langsung memakan nasi gorengnya lagi.
Tapi siapa yang tau jika Jonathan sedang ada tepat di belakang Ardelia karna Jonathan juga makan siang di restaurant yang sama dengan Ardelia.
"Bos apa baik baik saja?"
ππππππ
HALLO MAAF YAA LAMA UP'NYA AUTHOR LAGI SIBUK SE SIBUK SIBUKNYA.
DAN TETAP DUKUNG AUTHOR YAHHH. πππ