
TAMAN.
"Ra lo kok lama banget sihh? Bosen tau." Kesal adel.
Rara pun menceritaka kejadiannya saat di coffee shop. Dan itu membuat mereka tertawa terbahak bahak.
"Hahaha gila lo ya ra!! Suka banget kerjaain orang." Kata Adel lagi.
"Hahaha gajah terbang." Kata Rara sambil menunjuk ke atas langit. Niat ingin mengerjai Adel malah dia yang kena batunya.
"Yaaakkk lo kerjain gwe." Kata Adel smbil memikul bahu Rara saat Rara meminum coffeenya. Dan berhasil membuat Rara batuk batuk karna keselek.
"Huuuuk huuuuk huuuuk" batuk Rara sambil menepuk nepuk dadanya.
"Mampus." Ledek Adel, dan langsung meminum coffeenya.
ππππππ
"Ma-aaaf bos ini coffee anda bos." Kata Yayan sambil menyodorkan coffeeya. Tapi Jonathan bukan mengambil coffee itu, tapi malah menatap Yayan dengan tajam.
"Apa kamu sudah mulai tidak tertib? dengan waktu yang saya berikan Yayan putra?" Tanya Jonathan dengan suara dinginnya.
Jonathan memang tidak suka dengan orang yang tidak menghargai waktu.
"Maaa-af tuan tadi ada gajah terbang da... ." Belum selesai Yayan bicara, tapi Jonathan sudah mengebrak meja.
BRAAAAKKKK...
"Kamu ingin membodohi saya? Apa kamu tau siapa yang kamu hadapi sekarang?" Tanya Jonathan dengan marah, dan meleparkan batal sofa ke hadapn Yayan.
"Tuan dengarkan penjelasan saya dulu." Kata Yayan sambil berkelid dari amukan Jonathan.
Dan seketika Jonathan berhenti dengan kegiatan lembar bantal.
"Jelaskan." Katanya dengan dingin.
Yayan pun mulai menjelaskan apa yang terjadi di coffee shop tadi. Dan itu semakin membuat Jonathan marah.
"Kenapa kau bisa di bodohi seorang wanita ahh?" Apa kamu tidak berfikir dengan otakmu itu? Bagaimana bisa ada gajah terbang? " kata Jonathan marah akan ke bodohan sekertarisnya itu.
"Maafkan saya bos." Kata Yayan sambil membungkukkan badannya.
"Jika ini terjadi lagi!! saya pastikan kamu yang di giling di mesin coffee itu." Ancam Jonathan.
"Iya bos" jawab Yayan.
"Mana ada mesin coffee menggiling manusia bos." Kesalnya dalam hati.
ππππππ
"Ra gwe pulang dulu ya. Udah mau malem nih." Kata Adel saat sudah ada di butik Rara.
"Iya dell... lo hati hati ya. Jangan sampai di buang lagi tuh sama tu motor kesayangan." Kata Rara sambil menahan tawanya.
"Yeehh gini gini sejarah tau." Kata Adel tidak mau kalah.
ππππππ
DI KEDIAMAN WIJAYA.
"Dorrr..."
"Yakkkkk kamu itu yaa kurang kerjaan aja. Mending kupas tu bawang." Omel mama tia karna kesal di karjain anaknya.
"Ya Ya bawel banget sih jadi ibu. Ditinggal baru tau rasa. " kata Adel kesal. Tapi mama tia malah memukul pantat anaknya.
Plakkk...
"Kamu ngomongnya gak ada ahlak kayak gitu. Mau mama gatung itu motor ahhh?" Ancam mamanya.
"Hehe Jangan dong ma. Itu kan harta kita satu satunya ma." Kata Adel sambil merayu ibunya.
Motor itu adalah kenanga dirinya dengan ayahnya waktu dia kecil. Walaupun dia kecewa dengan papanya, karna meninggalkannya dengan mama tia tanpa kabar. Tapi bagaimana pun juga dia merindukan papanya itu.
ππππππ
WIJAYA COMPANY
"Bos apa anda tidak pulang? Ini sudah mau malam." Tanya Yayan kepada bosnya.
"Jam berapa ini?" Tanya Jonathan masih fokus mempelajari berkasnya.
"Sudah hampir jam 7 bos." Jawabnya.
"Baiklah... kita pulang dan bereskan semuanya." Printahnya.
"Ohhh ya... jangan lupa kamu beli satu apartment di tekat kantor ni. Dan tingallah di sana." Sambung Jonathan lagi.
"Baik bos." Jawab Yayan.
Setibanya Jonathan di rumah, dia sudah melihat papanya dan ibu tirinya dan jangan lupa dengan adik tirinya itu.
"Nak kamu sudah pulang?" Tanya mama tia.
"Hem." Sautnya dan terus berjalan.
"Mandilah dan turun kebawah untuk makan malam." Kata mama tia lagi. Sambil menghampiri Jonathan.
"Tidak usah. Saya sudah makan." Jawabnya dengan ketus.
Jonathan memang sudah makan malam dia luar dengan yayan.
"Dasar kadal gak punya otak." Kata Adel pelan. Tapi itu berhasil membuat Jonathan berhenti.
ππππππ
Nahhh lohhh kenpa ya? π€π€