Brother Is My Love

Brother Is My Love
KODOK



"Takut..." Ardelia menatap Jonathan dengan air mata yang membasahi pipinya. Tangannya sedikit bergetar akibat kaget.


"Takut kenpa hem?" Tanya Jonathan lagi.


"Kodok." Ardelia mengapus air matanya sendiri.


Sedangkan Jonathan langsung menengok kebelakang. Dan benar saja ada kodok yang sedang loncat loncat mencari tempat yang aman karena takut akan tatapan Jonathan.


(Hihi kodok aja bisa takut sama Jonathan😁😁)


"Tidak apa dia sudah pergi." Katanya penuh dengan kelemputan.


Ardelia diam... dia masih menangis tersedu sedu karna masih terbayang kakinya di lompati kodok.


"Kau penakut sekali." Jonathan berjongkok dan membasuh kedua kaki Ardelia sambil menggosok gosok dengan tangannya sendiri supaya bekas kodok itu tidak menempel di kaki adiknya.


Dan benar saja Ardelia merespon.


"Tuan apa yang anda lakukan?" Tanyanya.


"Mengosok kakimu lihat kakimu kotoar."


"Tidak usah tuan." Cegah Ardelia sambil berusaha membuat Jonathan berdiri.


"Diamlah." Kata Jonathan


"Tapi ini tidak benar tuan." Ardelia pun mundur dan Jonathan pun berdiri.


"Tidak bisakah kau diam sebentar?" Jonathan sudah mulai emosi.


Tapi sebelum Ardelia menjawab, datang dua pelayan yang menghampiri mereka.


"Nona apakah anda baik baik saja?"


Ardelia tersenyum walaupun matanya masih sembab.


"Tidak apa bik. Tadi hanya kaget karna ada kodok." Jawabnya


Jonathan menghampiri Ardelia dan langsung menggendongnya.


Ardelia kaget dan minta di turunkan.


"Tuan turunkan saya." Ardelia mulai memberontak.


"Diamlah atau saya jatuhkan." Ancam Jonathan..


Ardelia langsung terdiam dan melingkarkan kedua tangannya di leher Jonathan.


Sedangkan Jonathan mersa senang dapat mengolok ngolok Ardelia.


Seorang Jonathan Wijaya yang sangat membenci Ardelia kini mulai menunjukan perhatian kepada adik tirinya.


"Trimakasih." Kata Ardelia saat Jonathan memberikan minuman.


"Hem."


🍁🍁🍁🍁🍁🍁


Semenjak Kejadian itu, hubungan mereka tidak ada yang berubah.


Begitupun Ardelia yang sudah tidak pernah lagi menginap di rumah mamanya sebab harus pulang pergi ke luar kota untuk urusan proyek dengan Mr. William.


WIJAYA COMPANY


"Bos berhentilah merokok, itu tidak baik untuk kesehatan anda." Kata Yayan yang menasehati atasannya.


"Diamlah yan, atau saya jahit mulutmu itu." Ancam Jonathan yang membuat Yayan mati kutu.


Pekerjaan membuat Jonathan sangat lelah, pikirannya hanya memikirkan satu orang saja, dan hatinya juga sangat gelisah.


Kerinduannya kepada sorang membuat dirinya sakit kepala dan melampyaskan kepada rokok.


Sang surya sudah mulai menenggelamkan diri, dan sudah berganti malam.


"Apa anda ingin makan sesuatu bos?" Tanya Yayan.


"Mampirlah ke tempat biasa." Jawab Jonathan.


"Baik bos." Saut Yayan lagi.


Setelah beberapa menit akhirnya Jonathan sampai di sebuah restaurant mewah.


"Selamat malam Tuan Tuan apa ada yang bisa saya bantu." Sapa seorang sapam di restaurant itu.


"Malam.. Kami ingin makan malam disini." Jawab Yayan.


"Sebelumnya saya mohon maaf kepada Tuan Tuan sekalin. Tempat ini sudah di sewakan untuk malam ini Tuan, jadi kami membutuskan untuk tutup lebih awal." Jelas sapam itu.


"Kau melarang saya masuk?" Jonathan sudah tidak sabar.


"Maafkan saya Tuan. Tempat ini memang sudah di sewa untuk acara lamaran, dan saya hanya menjalankan tugas." Jawabnya sedikit takut.


Tidak lama setelah itu datang manager restaurant itu dan menyapa Jonathan.


"Tuan Jonathan apa ada yang bisa saya bantu?"


"Saya bisa saja merobohkan restaurant ini sekarang." Kata Jonathan yang membuat manager itu mengerti dan mempersilakan Jonathan masuk.


Jonathan adalah salah satu penanam saham terbesar di restaurant itu. Dan tidak salah jika manager itu takut dengan ancaman Jonathan.


"Silakan Tuan.. dan ini buku menunya." Manager itu membawa Jonathan ke lantai dua dekat kaca. Jonathan bisa melihat lantai bawah yang penuh dengan lampu kelap kelip dan berbagai bunga yang begitu indah.


"Wow.. saya rasa lamaran ini pasti akan sangat romantic. Terlihat sekali pria ini sangat mencintai wanitanya." Kata Yayan penuh takjub.


"Mari kita lihat orang seperti apa yang berani menyewa tempat semegah ini hanya untuk melamar." Kata Jonathan.


Tidak lama setelah itu..


Yayan kaget tidak percaya siapa yang dia lihat saat ini. Dengan mata yang di tutup kain dan itu di sebelahnya.


"TUAN MIKE SANJAYA."


🍁🍁🍁🍁🍁🍁


UDUHHH MAAFIN AUTHOR YAA SAYANG. LAMAR GAK NONGOL ADA YANG KANGEN GAK SIH?


TETAP DUKUNG AUTHOR YAAHH. JANGAN LUPA LIKE AND COMMENTNYA πŸ˜™πŸ˜πŸ˜˜