Brother Is My Love

Brother Is My Love
KECEWA.



"Mau minum kopi besama?"


"Astaga ngagetin aja sihh mas."


"Habisnya Nona melamun terus." Ucap Yayan


"Tapi kan jangan ngagetin juga dong." Ardelia cemberut.


"Iya maaf deh.. sebagai gantinya mas traktir deh gimana mau gak?" Kata Yayan.


Ardelia menganguk dengan semagat. Dan menerima ajakan Yayan.


"Ehh tapi mas.. sebentar lagi kan jam pulang kerja."


"Emang kenapa? Apa kerjaan Nona belum selesai?" Tanya Yayan.


"Bukan gitu mas, tapi nangung banget, apa gak sekalian nanti pas pulang kerja aja." Ajak Ardelia.


"Nona butuh kopinya kan sekarang bukan nanti, jadi lebih baik cari sekarang aja. Kalok jam pulang kerja si bos pasti nyariin saya." Ucap Yayan.


"Bener juga yaa.. ya udah dehh nyari sekarang. Tapi Benar ya mas yang traktir."


"Iya Nona tenang saja."


🍁🍁🍁🍁🍁🍁


Ardelia yang merasa lebih baik setelah medapat kopi, dia pun mengajak Yayan kebali kekantor. Sebab jam yang sudah menunjukan waktu pulang kerja.


Ardelia yang begitu asik mengobrol tidak sengaja menabarak orang.


BRUKKK.


Kopi yang di bawa Ardelia tumpah seketika, yang membuat tangan Ardelia tersiram kopi yang masih cukup terasa panasnya. Dan juga sesorang yang Ardelia tabrak membuat baju kerjanya kotor seketika.


"Maaf maaf saya gak sengaja." Ucap Ardelia sambil membersihkan baju orang yang di tabarak tadi.


"Ahhh sudahlah usahamu tidak akan pernah membuat baju saya kembali seperti semula." Ucap Jonathan.


Iya Ardelia telah menabrak Jonathan, yang membuat Ardelia ingin menangis. Terlebih lagi banyak mata menyaksikan kejadian itu.


"Bos mungkin Nona Ardelia tidak sengaja bos." Ucap Yayan kepada Jonathan.


"Apa tidak sengaja kamu bilang? Lihat baju saya kotor dan lagi kopinya panas." Jonathan yang telihat begitu marah akan kejadian ini.


Sejujurnya dia begitu kecewa, Jonathan yang dulu begitu perhatian dan begitu memanjakannya, tidak peduli kesalahan apa pun yang dia buat Jonathan tidak akan pernah marah padanya. Tapi sekarang Jonathan malah memarahinya di depan umum seperti ini.


"Sudahlah kau memang pembawa sial." Ucap Jonathan.


Hati Jonathan terasa sakit saat mengucapan itu, terlebih lagi dengan wanita yang selalu mengusik pikiranya, wanita yang sudah mengisi hatinya yang paling dalam. Tapi entah mengapa dia begitu marah denagn Ardelia sekarang.


"Nona Ardelia lebih baik anda pulang saja." Yayan yang tidak tega dengan Ardelia yang terus menunduk.


Ardelia langsug pergi mengabil tasnya dan menagis sejadi jadinya di meja kerjanya.


Sedangkan Jonathan sudah pergi menuju parkiran dengan di ikuti Yayan dan Maora.


🍁🍁🍁🍁🍁🍁


Kediaman WIJAYA


"Nona anda baru pulang?" Tanya seorang pelayan.


"Iya bik. Diamana mama sama papa bik?" Tanyanya balik.


"Nyonya dan Tuan sedang pergi non. Apa Nona butuh sesuatu?" Melihat mata sembab dan tidak bersemangat membuat pelayan itu tidak tega kepada Ardelia. Dia tau bahwa Tuan mudanyalah yang melakukanya.


"Tidak, trimakasih bik." Ardelia tersenyum dan langsung masuk ke dalam rumah.


Ardelia yang tidak tau bahwa ada tamu yang begitu dia kenal membuat dirinya melihat sejenak.


Terlihat Jonathan yang bertelanjang dada dan sekertaris barunya yaitu Maora sedang mengobati luka yang ada di dada Jonatha. Luka yang di sebabkan oleh Ardelia.


"Nona Ardelia anda baru pulang? Tanya Maora yang seperti memaksakan senyuman saat menyapa Ardelia.


"Iya Nona Maora." Ardelia tidak ingin merusak suasana hatinya memutuskan naik menuju kamranya.


Baru menaiki dua tangga Ardelia di buat berheti dengan ucapan Maora.


"Jo lain kali harusnya hati hati. Aku tidak ingin melihatmu terluka seperti ini lagi.


"Iya Maora.


🍁🍁🍁🍁🍁🍁


HUUUUUIIIIIIII YUKK KASIH LIKE'NYA DONG. JANGAN BUAT AUTHOR GELISAH DONG NUNGGU LIKE AND COMMENTNYA DARI KALIAN. πŸ˜—πŸ˜™