Brother Is My Love

Brother Is My Love
SEBUAH VIDIO



Pagi yang cerah, tapi tidak dengan Ardelia. Berusaha menampilkan senyumanya di depan orang orang termasuk keluarganya.


Bahkan sang mama pun tidak banyak bertanya.


Ardelia terus berfikir tentang cara membuktikan bahwa dia tidak bersalah.


Dan Saat jam makan siang, dia pergi ke tempat pemantauan cctv. Dia memita bantuan seorang kariawan di sana.


Ardelia terus mencari bukti, tapi tidak ada yang salah. Dia hanya melihat bu mirah keluar membawa sebuah map berwarna merah dan tidak tau isinya apa. Dan kembali membawa sebuah laporan yang dia berikan kepada Ibu mira, Ardelia sempat bingung tapi tidak ada kecurigaan. Ardelia kecewa dia tidak mendapatkan apa apa.


"Bagaimana ini? Apa aku harus terus di tindas olehnya? Bagaimana jika aku tidak bisa membuktikan? Dan terus mendapat cacian darinya, memikirkan saja sudah tidak kuat." Grutunya.


"Bagaimana nona Ardelia? Apa sudah selesai?" Tanya petugas itu.


"Iya pak, Maaf saya menggangu istirahat bapak" katanya menyesal.


"Tidak papa ini sudah tugas saya." Jawab petugas itu.


Ardelia pun hanya tersenyum dan melangkah pergi.


🍁🍁🍁🍁🍁🍁


Hari hari berlalu, sudah hampir satu minggu. Ardelia belum bisa membuktikannya, badanya pun semakin kurus.


"Dell kamu dipangil keruangan CEO." kata mbak nita.


DEGG..


Jadungnya berdetak begitu cepat, badanya mulai terasa panas, dia takut benar benar takut.


"Iya mbak saya sekarang kesana." Jawannya santai


Padahal dia sedang ketakutan. Dia takut berhadapan dengan kakak tirinya, padahal dia benci melihat Jonathan.


Saat sudah di lantai ruangan Jonathan. Ardelia setikit ragu akan masuk keruangan CEO itu, Sebab tidak ada yayan.


"Permisi tuan, apa anda memangil saya? Apa anda butuh sesuatu?" Tanya Ardelia basa basi.


"Bagaimana apa kamu sudah punya bukti?" Tanya Jonathan tiba tiba.


"Maaf tuan kasi saya sedikit waktu. Saya Janji akan membuktikannya." Jawabnya.


Jonathan hanya tersenyum. Lalu membalik badannya.


"Kamu kira saya bodoh? Dengan sengaja mengulur waktu, supanya kamu bisa tetap bekerja disini bukan? Takut membuktikan kebenaranya jika kamu benar bermain curang. Ckckck benar benar tidak tau diri." Kata Jonathan lagi.


"Permisi bos. Dadi ada petugas kebersihan memberikan ini kepada saya." Kata yayan sambil memberikan sebuah map berwarna merah tersebut.


Jonathan mengambilnya Dan melihat isinya.


"Tadi dia berkata jika petugas pengakut sampah bemberikanya 4 hari yang lalu. Karna lupa jadi dia baru memberikan kepada saya bos. Dan saya rasa itu laporan percis seperti yang nona Ardelia buat." Kata yayan.


Ardelia kaget. Dia langsug mengambilnya dari tangan Jonathan, tidak perduli dengan tatapan Jonathan yang sangat tajam. Ardelia memeriksanya dan seketika air matanya jatuh.


"Benar ini punya saya. Saya tidak berbohong." Katanya bahagia.


"Dan ini saya juga mendapatkan bukti penghianat sesungguhnya bos." Kata yayan sambil menunjukan sebuah vidio yang membuat Ardelia samakin gembira.


Di sana terlihat bahwa Ibu mirah pelakunya.


Dia membuang sebuah map berwarna merah percis seperti yang di berikan yayan tadi. Lalu Ibu mirah membuangnya ketempat sampah makanan. Dan terlihat Ibu mirah pergi ke mobilnya dan mengabil sebuah buku yang percis seperti laporan yang Ardelia buat. Di sini sudah terbukti jika Ibu mirah pelakunya. Dia menukar laporan Ardelia dengan laporan yang dia buat.


Dan tiba tiba


Ardelia memeluk yayan dengan erat


"Mas trimakasih banyak." Kata Ardelia sambil menangis senang.


Yayan pun membalas pelukan itu.


"Sama sama jangan menangis lagi." Kata yayan sambil mengusap air mata Ardelia setelah pelukan itu terlepas.


Dan


BRACKKKKK


"KURANG AJAR."


🍁🍁🍁🍁🍁🍁


Nh nah looo siapa yang dipukul Jonathan?


Apa yayan karna telah memeluk adiknya? πŸ€”πŸ€”


Hihi penasaran kan?


Baca terus yahh😍😍