
Seketika semua kaget dengan perkataan Jonathan, termasuk dirinya. Dan Jonathan bingung harus membuat alasan apa sekarang?
"Itu maksud saya, jangan seenaknya menyuruh orang orang saya, dia sedang lelah dan butuh istirahat." Jelas Jonathan.
"Mas apa benar mas sedang lelah? Apa tidak bisa sebentar mengatar Adel?" Kata Ardelia lemah lembut.
Yayan bingung harus mengatakan apa? Mata bosnya benar benar tajam tanda harus menolak permintaan Adel. Tapi di sisi lain dirinya ingin sekali mengantar wanita cantik seperti Ardelia Putri.
"Nak kamu kan bawa mobil kenapa harus merepotkan orang lain lagi? Kakakmu benar mungkin mas Yayan sedang lelah setelah kerja seharian." Tutur mamanya.
"Ma pa.. sebenarnya Adel kesini bukan sekedar merindukan kalian aja tapi Adel ingin mengembalikan ini." Saut Ardelia sambil memberikan kunci mobil yang di berikan papa Dion dulu.
"Lohhh kenapa Adel?" Tanya papa Dion.
"Papa lihat... Adel sudah dapat yang baru, jadi Adel balikin punya papa. Kantor nemberikan hadiah untuk Adel karna Adel berhasil nendapankan proyek besar." Katanya.
"Ohhhh jadi sebab itu kamu pengen di antar mas Yayan?" Tanya mamanya.
"Iya ma. Boleh kan?" Tanyanya balik.
Mama Tia hanya menganguk dan tersenyum.
"Nak buat apa kamu kembalikan? Ini sudah jadi milikmu ambilah lagi." Kata papa Dion sambil menyerahkan kunci mobil itu lagi.
"Tidak pa, untuk apa Adel simpen mobil banyak banyak cukup satu aja. Pajaknya mahal." Sautnya bercanda.
"Haha kamu ada ada aja. Hehhhh kamu antarkan anak saya sampai tujuan dan jangan sanpai lecet sedikit pun." Kata papa Dion kepada Yayan.
"Ahhh siap Tuan." Saut Yayan.
Mata Jonathan melotot saat dengar Yayan mengiyakan printah papanya. Sedangkan Yayan masa bodo dengan pelototan itu.
"Ma pa Adel pamit." Katanya.
"Iya nak hati hati." Saut mamanya.
Setelah pamitan dan menyalami tangan kedua orang tuanya dan tidak lupu Jonathan juga.
"Pamit kak." Kata Adel.
"Hati hati." Jawabnya walau sedikit jutek.
Ardelia hanya tersenyum menanggapi jawaban kakak tirinya.
ππππππ
"Mas apa mau mampir dulu?" Tawar Ardelia.
"Ehhh apa tidak apa apa?" Tanya Yayan.
"Ya tidak apa apa tohh mas. Lagian mas Yayan juga gak berani macam macam juga kan." Ledek Ardelia.
Akhirnya Yayan mau di ajak mampir ke apartment Ardelia.
"Mas silakan duduk dulu, Adel ambilin minum dulu." Kata Ardelia.
"Iya... Trimakasih." Sautnya dan langsung duduk di sofa yang empuk.
Tapi tiba tiba handphone Yayan berbunyi.
"Ahhh si bos ngaoain nelfon sih." Grutu Yayan.
"Hallo bos." Sautnya.
"Dimana kamu?" Tanya Jonathan.
"Saya se...." perkataan Yayan tepotong.
"Mas mau minum apa susu hangat atau minuman kaleng?" Tanya Ardelia.
"Susu hangat aja." Sautnya.
"DIMANA" triak Jonathan di sebrang sana.
"Saya ad..." belum selesai lagi Yayan berbicara sudah di potong lagi.
"Pulang." Printah Jonathan.
"Baik bos. Sautnya lesu.
Ardelia datang dengan dua gelas susu hangat di tangannya.
"Mas silakan di minum." Kata Ardelia.
"Trimakasih Adel. Tapi kayaknya mas harus pulang sekarang." Jawabnya.
"Apa itu printah dari Tuan Jonathan?" Tanya Ardelia.
Yayan hanya mengaguk.
"Apa dia sudah menceritaakan semuanya?" Tanyanya lagi.
"Saya tidak tau pasti. Tapi yang jelas bos Jonathan mengatakan bahwa Tuan Dion menikah dengan seorang wanita anak satu.
"Apa dia mengatakan bahwa wanita yang di nikahi papanya adalah wanita penggoda dan anaknya adalah parasite?" Tanya Ardelia yang sudah seperti memendam air mata.
"Itu..."
ππππππ
HAYY SEMANGATIN AUTHOR TERUS YAHHHπππ