Brother Is My Love

Brother Is My Love
APA KAU MENOLAK SAYA?



"Karna saya peduli." Jonathan menatap Ardelia tajam, setajam silet.


"Sejak kapan anda peduli dengan wanita parasite yang terlahir dari rahim seorang wanita penggoda?" Ardelia tersenyum getir. Merasa lucu dengan perkataan Jonathan tadi.


"Haha anda sungguh lucu Tuan." Ardelia mendekati Jonathan lalu menepuk nepuk pipi Jonathan.


"Jessie" Kata Jonathan tiba tiba.


Ardelia bingung dengan alur yang di buat Jonathan yang menyebut nama orang lain.


"Jessie adalah pacar atasanmu itu, yang rela menghianati sahabatnya.


"Jessie?" Ardelia bertanya.


"Iya wanita yang datang kerumah tempo hari tanpa ada rasa malu." Sautnya.


"Dia Mike Sanjaya yang kau banggakan dan kau anggap sebagai laki laki baik adalah seorang pemain wanita. Yang akan rela melakukan apapun demi kepuasan dan kebahagiannya.


"Mana ada sahabat yang meniduri wanita sahabatnya sendiri? Dia memang baik kepadamu tapi tidak dengan tujuannya." Jonathan sangat marah.


Ardelia diam tidak tau harus menjawab seperti apa. Dia juga tidak tau harus percaya atau tidak kepada kakak tirinya yang sangat membencinya sejak kecil. Tapi jika di lihat dari cara bicaranya Jonathan seperti tidak ada kebohongan, Ardelia jadi bingung sendiri.


"Apa saya harus percaya dengan anda?"


"Tentu..Karna dia tidak sebaik yang kau bayangkan, dia jahat." Kata Jonathan.


"Anda mengatakan orang lain jahat, lalu anda sebaik apa?" Ardelia kembali bertanya dan memojokan Jonathan.


"Saya tidak jahat, saya hanya melakukan yang harus saya lakukan." Jonathan tidak mau kalah.


"Termasuk menggangu kehidupan saya dan merebuat kebahagiaan orang lain seperti itu?"


"Kenapa kau tidak mengerti? ." Jonathan marah dan emosi sebab Ardelia terus menyalahkan dirinya.


"Iya saya memang tidak mengerti dengan anda. Kadang anda seperti pahlawan dan kadang anda seperti moster, sebenarnya mau anda apa Tuan Jonathan?"


"Saya sangat lelah harus memulai masalah lagi dengan anda Tuan. Tolong berhetilah menggangu hidup saya Tuan saya mohon." Ardelia mencangkupkan kedua tangannya sambil terus memohon supaya Jonathan berheti menggangunya.


"Sekalipun nanti saya akan mendapat masalah atau saya dalam keadaan bahaya bukannya itu yang anda inginkan? Kesengsaraan dan penderitaan sangat pantas untuk seseorang parasite seperti saya bukan?"


Ardelia tidak lagi memendam air matanya, dia benar benar sangat lelah jika harus mengingat masalalunya.


Jonathan tidak kuat melihat itu. Air matanya ikut lolos dia seperti laki laki lemah sekarang.


"Apa sesakit itu? Apa saya terlalu jahat dengannya dulu?" Batin Jonathan.


Jonathan berlahan mendekat dan ingin memeluk adiknya. Tapi baru sedikit memegang pundak Ardelia.


"Lepaskan... jangan pernah sentuh sayaaaa hiiihiiiihiiiihiii. Pergi pergi untuk apa anda peduliii dengan wanita hina seperti saya." Ardelia berbalik dan ingin lari meninggalkan Jonathan. Tetapi baru beberapa langkah, perkataan Jonathan membuat Ardelia berhenti.


"Bagaimana kalau saya katakan Jika saya mencintaimu.." Jonathan tidak kuat lagi memendam perasaannya yang selalu dia abaikan dan pura pura tidak peduli


Ardelia berbalik menghadap Jonathan, dan Jonathan pun mendekat.


"Itu alasan saya peduli denganmu." Kata Jonathan dengan tulus.


"Apa anda gila?" Tanya Ardelia.


"Apa anda barusan mengatakan kata CINTA?" Tanya Ardelia.


"Iya saya mengatakannya." Saut Jonathan.


"Hahaha anda benar benar gila tuan, panaskah anda mengatakan kata CINTA? Setelah luka yang anda goreskan? Jangan harap." Ardelia berbalik meninggalkan Jonathan.


"Untuk apa dia mengatakan hal memalukan itu? Dasar gila." Batin Ardelia.


"Apa kau menolak saya." Jonathan meraih tangan Ardelia.


"Apa yang anda lakukan? LEPASKAN." Triak Ardelia.


Jonathan tidak melepaskan Ardelia, dia terus mencekal tangan adik tirinya.


"Lalu apa kau akan menerima lamaran atasanmu itu." Jonathan masih terus bertanya.


"Bukan urusan anda." Kata Ardelia sambil terus berusaha melepaskan diri.


"JAW**ABBBB**." Jonathan membetak Ardelia.


Ardelia diam karna kaget, lalu dia menagis.


"Baru tadi anda mengatakan cinta sekarang sudah seperti moster jahat lagi." Katanya sambil terus menangis.


Jonathan membuang kasar nafasnya dan mengusap wajahnya.


"Iya maaf, ayo kita pulang." Ajak Jonathan tidak lagi menuntut jawaban dari Ardelia.


"Tidak mau saya bisa pulang sendiri."


"Ini sudah malam kenapa kau keras kepala sekali sih? Dasar betina." Karna kesal dan tidak mau menunggu terlalu lama akhirnya Jonathan menggendong Ardelia.


"Tidak mau.. saya mau turun." Ardelia memberontak di gendongan Jonathan.


"Dasar moster jahat.... Turun kan saya."


"Diam." Jonathan melotot.


Ardelia diam... tapi baru beberapa langkah.


"Jahat.. orang jahat." Ledek Ardelia.


"Iya saya jahat... tapi tidak sejahat atasanmu." Kata Jonathan.


"Tidak.. anda lebih jahat jahat jahat jahaaaatttttt." Ardelia terus mengomel di gendongan Jonathan.


"Diamlah.. sekali lagi kau bicara, saya akan menciummu."


🍁🍁🍁🍁🍁🍁


**MAU DONG BABANG JONATHAN 😁😁


JANGAN LUPA LIKE AND COMMENTNYA YAHHπŸ˜˜πŸ˜™πŸ˜š**