
"Kau belum tidur?" Tanya Jonathan.
"Astaga." Ardelia kaget dengan kedatangan Jonathan yang tiba tiba.
Ardelia tidak menjawab pertanyaan Jonathan, dia malah ingin meninggalkan Jonathan. Tetapi saat Ardelia melewati Jonathan, Jonathan malah menari tangan kiri Ardelia.
"Apa yang anda lakukan?" Tanya Ardelia.
Jonathan tidak menjawab, tapi malah mengaangkat adik tirinya ke atas meja makan. Jonathan pun meletakkan ke dua tangannya ke sisi kiri dan kanan Ardelia.
"Aa a a apa yang anda lakukan?" Ardelia gugup melihat Jonathan sangat dekat dengannya.
"Kenapa kau belum tidur?" Tanya Jonathan balik.
"Belum mengantuk." Jawab Ardelia jutek.
"Apa kau masih memikirkan permitaan papa?" Jonathan bertanya lagi.
"Tidak... minggirlah saya mau tidur." Ardelia berusaha menghindar dari tatapan Jonathan. Tidak tau kenapa jantungnnya berdebar debar.
"Kembalilah ke WIJAYA COMPANY." Ucap Jonathan membuat Ardelia menatap Jonathan.
"Iya kembalilah bekerja di sana. Jika kamu tidak mau melakukannya untuk saya, setidaknya lakukanlah demi papa dan WIJAYA COMPANY." Jonathan menatap mata Ardelia.
"Saya akan pikirkan, dan sekarang biarkan saya pergi. " ucap Ardelia.
Jonathan pun membiarkan Ardelia pergi.
"Tolong jangan kecewa papa." Ucap Jonathan menghentikan langkah Ardelia.
"Saya tau cara berterima kasih, dan saya tidak mungkin mengecewakan siapapun. Apalagi seorang seperti papa Dion tidak akan." Jawab Ardelia dan pergi begitu saja.
ππππππ
"Jonathan ini makanlah yang banyak." Mama Tia mengambilkan Jonathan nasi.
"Trimakasih." Jawab Jonathan.
Sarapan pagi sungguh nikmat bila kita melakukannya dengan keluarga.
"Pa Adel sudah putuskan pilihan." Ucap Adel saat semuanya sudah selesai sarapan.
"Apa nak jawabanmu?" Tanya papa Dion antusias.
"Adel akan kembali ke WIJAYA COMPANY pa. Tetapi setelah bulan ini, karna ada sesuatu yang harus Adel selesaikan." Katanya.
"Bagus nak, itu pilihan yang sangat bagus. Papa bangga padamu." Papa Dion menghampiri Ardelia dan memeluknya.
Rasa sayang papa Dion dengan Ardelia samgatlah besar. Papa Dion sangat ingin Ardelia menggunakan nama WIJAYA di belakang namanya, tetapi itu sangat sulit menurutnya.
Mungkin dengan cara membawa Ardelia kembali ke WIJAYA COMPANY adalah jalan yang baik pikirnya. Dan juga secara berlahan papa Dion akan mendekatkan Jonathan dan Ardelia supaya bisa menjadi saudara yang utuh tanpa harus saling membenci.
ππππππ
SANJAYA COMPANY.
"Tuan Mike ini kopi anda." Kata Ardelia sambil menyerahkan kopi kepada atasannya.
"Trimakasih adel." Jawab Mike sambil tersenyum.
Ardelia tersenyum menanggapinya. Terlihat Mike sedang fokus dengan pekerjaannya membuat Ardelia ragu mengatakan suatu hal.
" Kenapa Ardelia putri, apa ada yang ingin kamu katakan?" Tanya Mike sambil meminum kopinya. Mike yang melihat Ardelia enggan pergi dari hadapannmya membuat Mike bertanya kepada Ardelia.
"Sebenarnya ada yang ingin Adel katakan." Kata Ardelia sambil memainkan jari jarinya.
"Katakan saja jika itu sangat penting." Ucap Mike.
"Itu A..Adel ingin re... esign." Ardelia langsung menunduk tidak berani melihat atasannya.
"APA?" Kaget Mike.
Ardelia masih menunduk tidak berani menatap Mike apalagi bebicara.
"Apa yang kamu katakan Ardelia? Kenapa tiba tiba seperti ini? Apa kakak punya salah padamu?" Mike tidak trima dengan apa yang di katakan oleh Ardelia. Mike pun menghampiri Ardelia dan memegang bahunya.
"Adel katakanlah apa yang terjadi jangan membuat kakak bingung." Ucap Mike lagi.
"Kak maafin Adel." Jawab Ardelia.
Ardelia pun menceritakan apa yang terjadi hingga dia tiba tiba mengudurkan diri dari SANJAYA COMPANY. Yang membuat Mike tidak bisa berkata lagi.
"Apa kakak marah?" Tanyanya lagi.
"Apa kakak harus menjawab pertanyaanmu?" Tanya Mike balik.
ππππππ
**HYYY MAAF YOOO LAMA UP'NYA LAGI BANYAK ACARA JADI GAK BISA FOKUS DEH UNTUK NULISNNYA HEHEHE.
JANGAN LUPA LIKE AND COMMENTNYA YAHH πππ**