
Setelah kepergian Mike, Ardelia memesan gojek untuk pulang kediaman wijaya. Setelah sampai di rumah, Ardelia di kagetkan dengan triakan mamanya.
"Ardelia putriiiii.... dasar anak nakal kenapa baru pulang jam segini." Omel mamanya.
Sebab Ardelia pulang tidak sesuai jam kantornya, ini sudah hampir jam setengah tujuh.
"Astaga Adel kenapa lagi ini? Apa yang terjadi denganmu?" Tanya mamanya kaget.
"Ma jangan triak triak bisa gak sih ma, kuping Adel sakit tauk, denger suara mama." Kata Ardelia.
Mama tia terus melihat luka anak gadisnya itu, tanpa peduli ocehan anaknya.
"Ma Adel gak papa, cumak kecelakaan sedikit saja. Nanti aja sembuh kok, lagian udah di obatin juga kok." Sambungnya lagi.
Tidak ingin mamanya kawatir dan akan bertindak diluar dugaannya.
"Nak ada apa denganmu? Apa kamu jatuh dari motor?" Sekarang papanya yang bertanya, tidak tau datangnya darimana.
"Iya pa!! Tadi Adel tidak hati hati jadi jatuh deh." Jawab Ardelia sambil tersenyum.
"Lalu di mana motormu sekarang?" Tanyanya lagi.
"Itu pa ada dibengkel. Katanya ada sedikit kerusakan." Sautnya lagi.
Papa Dion diam, tidak tau apa yang dipikirkan olehnya. Tapi dia pun kembali berbicara.
"Papa tidak mau tau, mulai besok tidak ada lagi motor itu dirumah ini. Dan papa tidak mau mendengar alasan apa pun itu. Mulai besok gunakan mobil pemberian papa, dan jangan pernah menggunakan motor itu lagi. Apa kamu mengerti?" Kata papa Dion sedikit membetak Ardelia
Ardelia kaget, tidak pernah papa Dion berbicara seperti itu kepadanya.
"Tapi pa i..."
Belom selesai Ardelia berbicara, papa Dion sudah memotongnya.
"Tolong nak mengertilah, sampai kapan kamu akan seperti ini? Mengenang masalalu. Papa tau motor itu memiliki banyak kenangan berarti bagimu dan juga mama kamu. Kenangan bahagia atau pun menyakitkan, papa tidak peduli apapun kenanga itu."
Papa Dion sudah hilang kesabarannya. Dia memang egois, dia tidak ingin anak tirinya dan istrinya selalu terbayang akan masalalunya. Sebenarnya dia takut kehilangan mereka.
"Nak papa menyayangimu, trimalah pemberian dari papa. Motor itu sudah tidak layak di pakai, papa tidak ingin kamu kenapa napa di jalan okh." Begitulah kata papa Dion kepada anak tirinya.
Sebenarnya bukan itu masalahnya, dia masih mempertahankan motor butut itu. Dia tidak ingin mengikat kenangan dulu, penderitaan yang di berikan ayahnya kepada drinya dan ibunya. Alasannya adalah Jonathan.
Iya Jonathan kakak tirinya itu, dia selalu dihina, mengatakan parasit karna hanya menumpang di kediaman wijaya dan mengunakan fasilitas milik keluarga wijaya.
Tapi Ardelia tidak pernah mengatakan sejujurnya sekalipun kepada ibunya. Dia selalu mengatakan motor itu memiliki Kenangan yang sangat berarti.
Ardelia takut, papanya kecewa kepada dirinya sebab tidak mau menuruti perkataannya.
"Tidak papa nak. Papa juga mintak maaf, papa sudah membetakmu." Katanya sambil memeluk anak tirinya itu.
"Sekarang naiklah kekamarmu. Papa akan panggilkan dokter iya." Imbuhnya lagi.
Ardelia hanya menganguk dan menurutinya tanpa berkata apapun.
"Ayuk mama antar." Kata mama tia.
Kejadian itu tidak luput dari pandangan Jonathan. Dia melihatnya dengan jelas derama keluarganya. Tapi dia hanya diam, tidak tau apa yang ada dalam fikirannya. Tetap santai sambil meminum sekelas jus di tangannya.
ππππππ
"Kamu istirahatlah, mama akan bawakan makanan nanti kesini. Dan maafkan papamu itu, percayalah dia menyayangimu." Jelas mamanya.
"Iya ma Adel tau. Maafkan Adel juga ya ma." Sautnya.
"Iya sayang tidak apa." Kata mamanya sambil mengecup kening anaknya.
Setelah kepergian mamanya Ardelia kembali memandang gelang yang ada di tangannya.
"Kak Mike... ahhhhhh tampan sekali." Katanya senang.. melupakan kejadian yang terjadi hari ini dia mengingat kejadian dulu.
FLASHBACK
"Kak semoga kita bisa bertemu lagi. Ini aku berikan hadiah kepadamu, supaya kakak bisa mengingatku terus. Terimakasi yahh. Kata Ardelia kepada Mike saat akan berpisah.
Mike tersenyum, dan melepaskan gelang yang ada ditanganya walau sedikit ragu tapi tetap melepaskanya.
"Ini kakak kasi gelang Ini, sebagai kenangan dari kakak. Semoga kamu juga mengingat kakak Yahh. Selamat tinggal." Katanya.
Mereka pun berpisah dan tanpa kabar sedikit pun
**FLASHBACK OFF
ππππππ**
SELAMAT MEMBACA.
JANGAN LUPA LIKE DAN COMMENTNYA YAHHHπππ