Brother Is My Love

Brother Is My Love
KAU MEMBUATNYA BANGUN



"Maafkan saya." Jonathan mengigau dalam tidurnya.


"Mas apa dia tidak makan tadi?" Tanya Ardelia kepada Yayan.


"Tidak Nona. Bos Jonathan hanya makan roti dan segelas susu tadi pagi. Waktu di restaurant tadi sebenarnya kami mau makan malam tapi tidak jadi. Akhir akhir ini bos juga sering mengumsumsi rokok dan makan tidak teratur." Jelas Yayan


"Kenapa mas tidak menegurnya saja?" Tanya Ardelia.


"Sudah Nona.. tapi malah mulut saya yang mau di jarit." Yayan malu mengatakan hal itu kepada Ardelia.


"Haha kau takut dengannya?" Ardelia tertawa mendengar cerita Yayan.


"Bagaimana pun juga bos Jonathan adalah atasan saya yang harus saya hormati Nona. Di balik sikapnya yang pemarah bos adalah orang baik, ada jiwa penolng dan kepeduliannya sangat besar. Mungkin tanpa bos Jonathan saya tidak akan hidup seperti sekarang. Dan bos juga sering memberi sedikit rejekinya kepada anak yatim piatu Nona." Yayan menceritakan semuanya tanpa mengada ngada.


"Maaf kan saya." Jonathan mengigau lagi dalam tidurnya.


"cek.. mas dengar kan? dia pasti punya kesalahan yang sangat besar hingga terbawa mimpi seperti ini. Dari tadi dia hanya mengucapkan kata maaf, baik apanya cobak. " Ardelia meledek Yayan.


"Nona bukan begitu konsepnya. Buakn berarti orang baik tidak punya kesalahan." Yayan tidak tau menjelaskan bagaiman dengan Ardelia.


"Sudahlah mas. Mending mas tebus obatnya lalu cepat pergi dari apartment adel." Ardelia pergi dari hadapan Yayan.


Setelah berapa menit Yayan datang dengan obat di tangannya. Ardelia tetap menunggu kesadaran Jonathan sambil memainkan ponsel genggamnya.


"Hemmmm." Jonathan sadar dan Yayan menghampirinya.


"Bos apa baik baik saja?" Tanya Yayan.


"Dimana?" Tanya Jonathan balik.


"Di neraka." Jawab Ardelia ketus.


Jonathan melirik Ardelia yang berdiri di samping tempat tidurnya.


"Tadi bos pingsan, karna tidak makan sejak pagi." Jelas Yayan.


"Bos.. bos makan dulu ya, habis itu minum obatnya." Yayan begitu memperhatikan Jonathan.


"Ini makanlah saya suapin."


Tapi Jonathan tidak mau membuka mulutnya, dia malah melotot kepada Yayan.


"Tidak.. singkirkan itu." Kata Jonathan.


"Bos ayolah biyar cepat sembuh." Yayan mengeluh dengan bosnya.


"Singkirkan atau tanganmu yang saya patahkan." Ancam Jonathan.


"Tapi..."


"Sini mas biar Adel saja." Ardelia mengambil alih mangkok yang berisi bubur itu dari tangan Yayan.


Jonathan bengong hingga membuat Ardelia marah.


"Ayo makan.. kenapa? ingin mematahkan tangan saya iya? ." Ardelia menangtang Jonathan.


"Tidak." Jonathan menurut dan langsung memakan suapan dari Ardelia.


"Nah bagus.. sakit aja banyak gaya." Yayan ingin tertawa melihat adegan itu.


Ardelia terus menyuapi Jonathan, tapi baru tiga suapan Jonathan susah menelan buburnya.


"Kenapa?" Tanya Ardelia ketus.


"Panas." Kata Jonathan polos.


Bagaimana tidak panas, bubur itu baru di buat Ardelia beberapa menit yang lalu. Dan Ardelia tidak meniupnya sama sekali saat mau menyuapi Jonathan. Tidak seperti suapan pertama karana Yayan sempat meniupnya sebelum di ambil alih oleh Ardelia.


"Cekk merepotkan sekali." Ardelia mengambilkan air putih lalu memberikan kepada Jonathan.


Pruuttttt.


Yayan tidak kuat dengan drama di depannya. Dia keluar dari kamar itu dan tertawa.


"Hahaha tumben lihat si bos lugu seperti itu. Kayak tikus ke siram air. Hahah... Nona Nona hanya anda yang baru menaklukan bos Jonathan."


Setelah bubur itu habis, Ardelia mengambil obat yang di belikan Yayan tadi.


"Ini minum obatnya." Ardelia memberikan obat itu kepada Jonathan.


"Tidak.. itu pahit saya tidak suka." Jawab Jonathan.


"Jelas pait ini obat, bukan bulut anda pedas." Ardelia mulai berani denagn Jonathan. Tetapi Jonathan malah tidak marah sama sekali.


"Ayok minum." Ardelia memaksa dan naik kekasur.


"Tidak Adel." Kata Jonathan membuang bukanya.


Lalu Ardelia tidak sabar dan naik ke atas pangkuan Jonathan. Jonathan kaget dengan apa yang dilakukan adik tirinya. Dan membuat sesuatu yang tidak seharusnya bangun menjadi bangun.


"Apa yang kau lakukan?" Tanya Jonathan.


Jonathan panik apa yang harus dia lakukan sekarang.


"Kau membuatnya bangun Ardelia Putri.


🍁🍁🍁🍁🍁🍁


KIRA KIRA APA YANG BANGUN YAHHπŸ€”πŸ€”


JANGAN LUPA LIKE AND COMMENTNYA YAHHHπŸ˜—πŸ˜™πŸ˜πŸ˜