Brother Is My Love

Brother Is My Love
TIDAK



"TUAN MIKE SANJAYA." Yayan kaget.. ingin berucap tapi tidak bisa karna begitu tidak percaya.


"Cek.. patas saja." Jonathan menimpali.


"Bos tapi wanitanya itu..."


"Jessie." Kata Jonathan memotong perkataan Yayan.


"Tidak tapi.... Nona Ardelia." Yayan sedikit melemahkan suaranya saat mengatakan Nona Ardelia.


Jonathan begitu kaget. Tidak tau harus senang atau kecewa. Pikirannya kacau, bibirnya bergetar, lalu dia berdiri melihat kebawah. Dan benar wanita yang selalu mengganggu pikirannya sedang di lamar oleh seorang pria.


Tanpa menunggu lagi Jonathan langsung turun ke lantai bawah dan melupakan acara makan malamnya.


🍁🍁🍁🍁🍁🍁


"Kak kenapa sepi sekali? Dan ini Indah banget." Kata Ardelia.


"Apa kamu suka?" Tanya mike.


Ardelia hanya menganggukan kepalanya sambil tersenyum. Tapi tiba tiba Mike jongkok di hadapan Ardelia.


"Kak apa yang kakak lakuin?" Tanyanya panik.


"Ardelia putri mungkin ini terlalu cepat untuk di ungkapkan. Tapi bagaimanapun juga kakak harus mengatakannya. Ardelia putri maukah dirimu menjadi kekadih hati seorang Mike Sanjaya yang jauh dari kata sempurna." Mike mengatakan sangat romantic dan membuat Ardelia terharu hingga menangis.


"Apakah kau menerimanya?" Tanyanya lagi.


"TIDAK."


"Jonathan." Mike kaget dengan keberadaan Jonathan di acaranya.


"Kenapa? Kau tidak terima aku menolak lamarammu Tuan Mike Sanjaya?" Jonathan mendekati Mike dan menarik Ardelia ke sisinya.


"Apa maksudmu jo?" Tanya Mike bingung.


"Kau sungguh ingin tau jawabannya?" Tanya Jonathan balik.


Jonathan tersenyum miring. Ini saatnya dia menjatuhkan harga diri seorang Mike Sanjaya.


"Saya adalah kakak dari Ardelia dan berhak memutuskan apapun yang menyangkut tentangnya." Kata Jonathan sambil memeluk pinggang Ardelia.


Mike bingung dengan apa yang di katakan Jonathan.


"Apa anda tidak percaya Tuan Mike?" Tanya Jonathan lagi.


"Jika anda tidak percaya silakan tanya jepada adik saya yang cantik ini." Jonathan memegang dagu Ardelia sambil tersenyum tipis.


Mike melihat Ardelia, dan pun menganggukan kepalanya ragu ragu.


"Kenapa kamu berbohong mengatakan dulu." Tanya Mike.


"Itu Adel sebenarnya..."


"Kau ikut saya." Jonathan memotong perkataan Ardelia dan langsung menariknya keluar dari restaurant itu.


🍁🍁🍁🍁🍁🍁


"Masuk." Jonathan mendorong Ardelia supaya masuk ke dalam mobil.


"TIDAK." Ardelia berteriak.


Percuma saja jika dirinya melawan Jonathan. Jonathan melajukan mobilnya dengan begitu cepat. Sedangkan Ardelia terus memberotak.


"TURUNKAN SAYA." Ardelia terus berteriak sambil memukul mukul Jonathan.


Tidak tau kenapa dirinya berani melakukan hal seperti itu. Memukul dan bahkan menjambak rambut Jonathan. Dan parahnya lagi Jonathan tidak marah sedikit pun.


Jonathan akhirnya menepikan mobilnya saat Ardelia tidak lagi memberontak. Malah Ardelia sekarang diam sambil menangis.


Saat tau mobil sudah menepi Ardelia buru buru keluar dan berlari. Tapi Jonathan dengan cepat memeluk Ardelia dari belakang.


"Kenapa kau lari ahhh? Apa saya seperti orang jahat yang akan menculikmu?" Jonathan bertanya sambil masih memeluk Ardelia.


"Apa anda tidak sadar jika anda memang sangat jahat." Ardelia mulai berani dengan Jonathan.


"Katakan seperti apa jahat saya?" Jonathan membalik tubuh Ardelia.


"Anda selalu menghina saya seenaknya, tidak pernah menghormati ibu saya, anda selalu meperlakukan saya layaknya orang hina. Dan sekarang anda juga menghancurkan semuanya, apa itu tidak cukup membuktikan jika anda sangat jahat?" Ardelia begitu emosi dan mengatakan keluh kesahnya kepada Jonathan.


"DIA TIDAK BAIK UNTUKMU." Jonathan berterik.


"Lalu siapa yang baik ahhh? Anda?" Tanya Ardelia.


"Saya mengenalnya jauh sebelum kamu." Jonathan benar benar emosi. Dia tidak tau lagi harus mengatakan seperti apa kepada Ardelia supaya dia mengerti.


"Lalu apa hubungannya dengan saya?" Tanya Ardelia menantang Jonathan.


"Karna saya peduli."


🍁🍁🍁🍁🍁🍁


SAYA JUGA PEDULI 😁😁


JANGAN LUPA LIKE AND COMMENTNYA YAHHHHH.