Brother Is My Love

Brother Is My Love
TAWARAN TERAKHIR JONATHAN.



Jonathan yang datang dan melihat adegan yang semakin membuat dirinya memanas. Tanpa ragu Jonathan memukul Adam.


"Tangan mana yang kau gunakan menyentuhnya ahhhh." Marah Jonathan.


Ardelia hanya diam melihat Jonathan berkelahi. Jujur dia sangat takut dengan Jonathan saat ini.


Setelah puas memukul Adam, Jonathan bangkit dan menyuruh anak buahnya mengurus Adam.


Di tempat itu tidak ada yang berani menegur Jonathan. Selain banyak orang yang tau tentang seorang Jonathan Wijaya tapi juga ada banyak orang yang masa bodo dengan kejadian itu.


Jonathan menatap Ardelia yang masih ketakutan, dan saat itu juga Ardelia tengah menatap Jonathan juga.


Jonathan dengan paksa menarik Ardelia dan menyuruhnya masuk kedalam mobil. Ardelia hanya menurut saja.


Ardelia diam tanpa bersuara, dia malu tidak menghiraukan perkataan Jonathan tadi siang.


"Turun." Ucap Jonathan.


Ardelia hanya bisa menurt saja. Jonathan membawa Ardelia ke apartment Ardelia yang sudah tidak di tempatinya.


Saat sudah berada di lantai apartment Ardelia, Jonathan kembali bersuara.


"Buka." Ucapnya


Setelah pintu terbuka Jonathan kemali menarik Ardelia masuk kekamarnya.


"AAHKKKKHHHH."


PYANGGG PYANGGGGG.


Jonathan marah dan memading apa saja yang ada di dekatnya.


"Apa.. hal apa yang ingin kau buktikan pada saya Ardelia putri." Jonathan kecewa dengan Ardelia.


"Maaf." Ucap Ardelia.


"Maaf?? Untuk apa? Jika saya tidak datang apa yang akan kamu katakan Ardelia?"


"Apa kata kata saya sangat tidak berarti untukmu? Apa saya begitu jahat padamu hingga kamu tidak ingin mendengarkan saya?"


"Lalu sekarang kamu mau membuktikan apa pada saya? Berhasil menjadi seorang pe**cu* begitu?" Kemarahan Jonathan membuat dirinya tidak sadar mengucapkan kata kata yang kembali menyakiti hati adikknya itu."


Satu tamparan mendart di pipi Jonathan.


"Jaga ucapan anda Tuan Jonathan.. segitu rendahkah diri saya di hadapan anda? Saya melakuakan hal ini supaya anda tidak merendahkan diri saya. Tapi keadaan tidak berpihak kepada saya." Ardelia menangis.


Jonathan diam sambil memegangi pipinya. Tidak seharusnya dia mengatakan hal itu lagi kepad wanita yang sudah mengisi hatinya.


"Tuan trimakasih atas bantuan anda tadi. Jika bukan karna anda mungkin saya akan menjadi wanita hina yang sesungguhnya."


"Ardelia kamu harus tau, saya melakukan ini karna saya peduli denganmu. Saya tidak ingin kamu terluka." Ucap Jonathan


"Bethetilah peduli dengan saya Tuan Jonathan. Jangan tunjukan hal hal yang membuat orang lain membeci saya."


"Perbuatan anda selama ini membaut banyak orang lain tidak suka dengan saya."


Yaa Jonathan memang selalu meperlakukan Ardelia istimewa di katornya. Jonathan yang rela makan di kantin demi bisa memperhatikan Ardelia, tidak membiarkan Ardelia lelah sedikit pun. Siapa pun yang menggangu Ardelia Jonathan akan siap turun tangan. Hal itulah yang membuat banyak orang yang tidak menyuaki Ardelia.


"Ingat kita tidak ada hubungan apa apa. Kita seperti ini hanya demi kebahagian orang tua kita saja." Ucap Ardelia.


"Menikahlah dengan saya. Maka kita akan memiliki hubungan." Ucap Jonathan.


Ardelia diam entah kenapa dia tidak bisa menjawb perkataan Jonathan.


"Saya tidak bercanda. Ini tawaran terakhir saya." Ucap Jonathan tanpa ragu.


"Pergilah Tuan dan jangan mengatakan hal yang tidak masuk akal. Mari kita jalani hidup kita masing masing." Kata Ardelia tanpa melihat Jonathan.


"Baiklah jika itu yang kamu inginkan. Maaf telah membuatmu tidak nyaman selama ini."


Jonathan mendekat dan memeluk Ardelia dari belakang.


"Lima menit saja." Ucap Jonathan


Ardelia pun tidak menolak pelukan hangat dari Jonathan.


"Mandi dan istirahatlah. Saya pamit." Jonathan pun pergi dari apartment Ardelia.


🍁🍁🍁🍁🍁🍁


SELAMAT MALAM DAN SELAMAT MEMBACA.. JANGAN LUPA LIKE AND COMMENTNYA YAHH