Brother Is My Love

Brother Is My Love
AYO KITA TIDUR BERSAMA



"Saya ingin susu hangat."


Ardelia mematung seketika, tetapi setelah itu dia menutup kulkasnya dan langsung pergi meninggalkan Jonathan.


"Apa kau tidak mendengar?" Jonathan kembali berbicara.


"Sebenarnya ada apa dengannya? Apa dia berbicara denganku atau dengan kulkas yang di sampingnya itu?" Batin Ardelia.


"Purrrtttttttt." Ardelia menahan tawanya. Untung saja saat ini Ardelia sedang membelakangi Jonathan.


Tiba tiba lengan Ardelia di tarik Jonathan.


"Apa kau tuli?" Tanya Jonathan.


"Awww."


Ardelia meringis kesakitan. Sebab Jonathan menarik lengan Ardelia cukup kencang karna terbawa emosi.


Sadar akan kesalahannya Jonathan buru buru melepaskan tangan Ardelia. Dan dia bisa melihat tangan Ardelia yang di cekalnya memerah berbekas tangan.


Ardelia pergi meninggalkan Jonathan. Tapi dia kembali lagi membawa segelas susu hangat.


Ardelia pun memberikan susu itu kepada Jonathan tanpa mengucapkan sepatah kata pun. Jonathan juga diam lalu mengambil susu yang di buat Ardelia.


Jonathan merasa bodoh akan dirinya, niat ingin mengucapkan maaf karna telah mengotori baju Ardelia kemaren tapi sekarang dirinya malah menyakiti adik tirinya.


"Sial kenapa aku malah menyakitinya lagi? Bukanya aku ingin minta maaf padanya."


Ardelia pergi menuju ruang makan tanpa menghiraukan Jonathan yang masih berdiri di sana.


🍁🍁🍁🍁🍁🍁


Makan malam telah usai. Seperti biasa Ardelia akan membatu membereskan piring piring kotor itu.


"Nak tidak usah biarkan pelayan yang memberskannya." Cegah papa Dion


"Tidak apa pa Adel senang kok lakuinnya." Saut Ardelia tersenyum.


"Iya papa tau. Tetapi papa ingin mengobrol denganmu, jarang jarang papa melihatmu sekarang."


Ardelia pun menuruti perkataan papa Dion. Dia sadar setelah memutuskan tinggal sediri, dirinya jarang sekali bisa berkumpul dengan keluarganya.


"Tara mama bawa cemilan enak loh." Mama Tia datang membawa cemilan dan minuman untuk melengkapi suasana kumpul mereka.


"Wow.. trimakasi mama ku cantik." Kata Ardelia dan mencium mamanya.


Jonathan tersenyum menyaksikan itu. Dia juga merasa bahagia saat ini. Berkumpul dengan keluarga adalah sesuatu yang sangat langka menurutnya.


"Jo kau sudah baikan?" Papa Dion bertanya kepada Jonathan


"Iya pa... Jo baik baik saja." Jawab Jonathan sedikit kaget dengan pertanyaan papanya yang mendadak.


"Baguslah jika begitu." Saut papanya.


Mama Tia dan Ardelia hanya diam sambil asik memakan cemilannya. Bukan cuwek tapi takut salah berucap.


"Kamu akan nginep di sini kan sayang?" Tanya mama Tia.


"Kalok begitu mama tidur denganmu ya malam ini."


"Lohhh gak bisa gitu dong ma." Papa Dion mulai protes


"Memangnya kenapa pa? Mama lagi rindu dengan Adel. Masak gak boleh tidur dengan anak sendiri." Mama Tia ikut protes.


"Terus papa tidur dengan siapa dong?" Masak sama Jonathan sih. " Katanya melirik Jonathan.


Jonathan pun melihat muka papanya dan buru buru ingin pergi dari tempat itu.


"Jonathan papa tidur denganmu yahh."


Jonathan tidak menghiraukan papanya dan buru buru naik ke lantai atas.


"Jo tunggu papa... ayo kita tidur bersama." Papa Dion mulai bangkit dari tempat duduknya niat ingin mengejar anaknya.


" No pa.. Jonathan tidak ingin tidur dengan papa." Jonathan berlari menuju kamarnya dan langsung menguncinya.


Semua orang tertawa melihat tingkah Jonathan yang menahan rasa malu di ajak tidur dengan papanya.


Papa Dion juga tidak serius dengan omongannya. Dirinya hanya ingin mengerjai Jonathan dan sedikit bercanda.


🍁🍁🍁🍁🍁🍁


Di pagi yang cerah terlihat seorang wanita cantik memakai daster rumahan yang membuat dirinya semakit mempesona. Ardelia yang memulai harinya dengan menyiram tanaman bunga sambil bersenandung.


Dan di sisi lain ada pria tampan yang sedang duduk dengan segelas kopi di temani sebatang rokok.


Jonathan mengembangkan senyumnya saat dirinya melihat Ardelia sedang berada di kebun sambil menyiram tanaman.


Sungguh pemadangan yang Indah menurutnya.


"Hay tumbuh yang subur yahh dan berbungalah yang banyak." Kata Ardelia kepada salah satu tanaman, seolah olah tanaman itu bisa di ajak berbicara.


Jonathan yang melihat itu merasa sangat lucu.


Saat Ardelia asik dengan kegiatannya tiba tiba ada sesuatu yang menaiki kaki Ardelia dan.......


"Aaaaaaaaaaa."


Jonathan yang mendengar triakan Ardelia buru buru menghampirinya dan membuang secangkr kopi yang ingin di minumnya.


"Ada apa?" Tanya Jonathan kawatir


Ardelia tidak menjawab tapi malah menangis tersedu sedu.


"Hay kenapa menangis." Kata Jonathan sambil menghapus air mata Ardelia.


"Takut...


🍁🍁🍁🍁🍁🍁


HAY SAYANG AKUπŸ˜™πŸ˜™πŸ˜™ AUTHOR KAYAKNYA BAKAL SEDIKT LAMBAT UNTUK UP'NYAπŸ˜”πŸ˜” TAPI AUTHOR TETAP BAKAL USAHAIN KOK SUPAYA BISA UP.


JANGAN LUPA LIKE AND COMMENTNYA YA BIAR TAMBAH SEMANGAT 😘😘😘