
Yayan semakin bingung dengan sikap bosnya. Kenapa bosnya mengatakan jika akan ada perang dirumahnya. Dan lagi bosnya itu meremas surat dari nona Ardelia.
Yayan curiga, apa bosnya ada hubungan dengan nona Ardelia? Begitu pikirnya.
"Yan cepat kamu carikan kariawan untuk di tempatkan di bagian keuangan." Suruh Jonathan kepada sekertarisnya
Yayan tidak bertanya lebih. Dia menganggukan kepalanya lalu pergi dari hadapan Jonathan.
"Apa kamu ingin menunjukan kepintaranmu? Ayo kita lihat sampai kapan kamu bisa bertahan tanpa kluarga wijaya. Sekali pun kamu mendapat pekerjaan, itu pasti karna nama wijaya melekat di belakang namamu." Begitulah Jonathan berbicara sendiri.
Jonathan belum sadar, bahwa Ardelia tidak pernah memakai nama wijaya di belakang namanya.
ππππππ
SANJAYA COMPANY
Ardelia sudah memasuki gedung yang tidak kalah bagus dari wijaya company. Di sinilah Ardelia memulai karirnya.
"Selamat pagi tuan Mike sanjaya." Sapa Ardelia kepada atasannya.
Mike tersenyum, lalu membalas sapaan Ardelia.
"Selamat pagi juga sekertaris Ardelia. Selamat bergabung di sanjaya company."
Mereka pun tertawa, merasa lucu akan tingkah mereka berdua.
ππππππ
Mike merasa puas akan kecerdasan Ardelia. Tidak salah dia memberikan jabatan ini kepada Ardelia. Walaupun pada awalnya dia hanya kasian kepada teman masa kecilnya. tapi tidak di sangka, bahwa Ardelia memiliki bakat tersendiri.
"Tidak salah kakak memilihmu Adel. Kamu memang berbakat." Puji Mike kepada Ardelia.
"Ahhhh kakak bisa aja." Sautnya sambil memukul lengan Mike. Tapi kesadaran Ardelia kembali pulih.
"Ehhhh maksud saya... tuan Mike." Imbuhnya lagi dengan senyuman malunya.
"Tidak apa adel. Jika kita berdua kamu bisa memangil sesuka hatimu." Kata Mike sambil mengacak rambut Ardelia.
Ardelia sedikit cemberut, karna Mike selalu saja mengacak acak ramutnya. Tapi tidak lama kemudian merekapun tertwa terbahak bahak.
ππππππ
Hari semakin sore. Jam kantor pun sudah berakhir. Ardelia pun berpamitan kepada teman yang baru dia kenal tadi pagi. Ardelia orang yang pandai bergaul, jadi tidak susah baginya untuk menyesuaikan diri di lingkungan barunya.
Tidak lupa dia juga menunggu atasanya untuk pulang bersama. Saat sudah sampai di parkiran Ardelia berpamitan kepada bos barunya.
"Kak Adel pulang duluan yahh. Jika ada sesuatu yang bisa Adel batu, kakak bisa hubungi Adel nanti." Katanya kepada Mike.
"Pasti Adel. Jika bukan kamu siapa lagi yang kakak hubungi." Saut Mike.
"Bukan kak, ini mobil papa aku. Adel cumak pinjam." Katanya jujur.
Mike hanya menganggukan kepalanya.
ππππππ
Ardelia sudah tiba di rumahnya. Megitupun dengan Jonathan. Mereka sempat saling pandang tapi tidak menyapa.
Masuk kedalam kamar masing masing dan keluar saat jam makan malam tiba.
Disinilah.. di tempat meja makan yang berbentuk persegi panjang. Tidak ada pembicaraan, hanya ada suara perang sendok dan garpu serta piring yang selalu ikut serta.
Setelah makan malam berakhir, disinilah kepala rumah tangga yaitu tuan Dion wijaya memecahkan keheningan itu.
"Apa ada yang ingin mengatakan sesuatu?" Tanyanya.
Diam sesaat. Hening, bingung sudah pasti. Tapi tidak dengan Jonathan. Dia tau arah pembicaraan papanya.
"Ahhhh Iya ada pa." Ardelia berlari ke atas kamarnya dan turun membawa sebuah Kertas di tangannya.
"Ini pa, Ardelia akan wisuda sebentar lagi. Dan itu surat undangan dari kampus untuk orang tua." Katanya menjelaskan kepada papanya.
Papa Dion tersenyum. Bukan ini maksudnya!! Jelas dirinya sudah tau anaknya akan di wisuda sebentar lagi.
"Iya kami pasti datang nak." Begitulah jawaban mamanya.
"Jonathan." Pangil papanya.
Jonathan diam, sambil tetap memakan buahnya, dan tidak lupu hp di tangannya.
Papanya geram... Ilang sudah kesabarannya.
"Kenapa kamu mengundurkan diri dari wijaya company Ardelia?" Tanya papa Dion.
DEEGGGG..
"Apa ini karna Jonathan?" Tanyanya lagi.
Hening tak ada yang menjawab.
"JAWABBBBB." triak papa Dion.
ππππππ
NAHHHHHH TUAN BESARRR MARAH COYYYππ
HIHI JANGAN LUPA LIKE DAN COMMENTNYA YAHHHπππ