
"Bos apa baik baik saja?" Yayan bertanya kepada bosnya, sebab Jonathan seperti orang yang sedang kecewa.
Jonathan hanya melihat Yayan dan kembali melihat makanannya lagi.
"Saya ingin kembali kekantor." Saut Jonathan.
"Baik bos, nanti biar saya belikan makanan lagi."
Yayan tau bosnya sedang tidak dalam mood yang bagus. Tapi dirinya juga kawatir dengan keadaan bosnya. Jonathan tidak makan sama sekali, itu bisa mempengaruhi kesehatan Jonathan sendiri.
Akhirnya Jonathan pergi menuju kantornya dan dengan setia Yayan mengikuti bosnya tersebut. Sedangkan Ardelia masih tetap menikmati makan siang dengan atasannya. Tanpa sadar dia telah melukai hati Jonathan.
ππππππ
Jam berlalu begitu cepat, tetapi Jonathan masih sedia melihat keluar jendela kantornya.
"Bos jam kantor sudah selesai, pekerjaan juga sudah di selesaikan semua, apa ada yang bos butuhkan lagi?" Tanya Yayan
"Tidak ada.... Kau pulanglah saya ada janji sebentar."
"Apa perlu saya temani bos?" Tawarnya.
"Tidak."
"Baik jika seperti itu saya permisi."
Yayan pun meninggalkan ruangan Jonathan dan menuju parkiran.
Tidak lama setelah kepergian Yayan. Jonathan pun ikut keluar menuju parkiran. Karna curiga dan sedikit kawatir, akhirnya Yayan memutuskan mengikuti bosnya.
Benar saja Jonathan memasuki sebuah clab malam. Dengan setia Yayan terus berada di belakang Jonathan.
"Selamat sore menjelang malam Tuan Jonathan." Sapa seorang pelayan yang bertugas di bar clab itu.
Jonathan sudah menjadi pelanggan tetap di clab itu. Dan dirinya juga menanam sedikit saham di sana, karna clab itu milik salah satu temannya.
"Berikan saya yang biasa." Kata Jonathan.
Hati dan perasaan Jonathan benar benar kacau. Tidak tau berapa minuman sudah masuk dalam perutnya. Yayan hanya memperhatikan bosnya saja, tanpa berani melarangnya.
"Hay tambah lagi." Printah Jonathan.
Pelayan itu hanya memberikan apa yang Jonathan mau tanpa berani menolak sedikit pun.
Yayan sudah tidak kuat melihat kondisi bosnya, lalu dia langsung menghampiri Jonathan.
"Bos ayo kita pulang dan berhetilah meminum minuman terlarang ini." Kata Yayan.
"Haha buat apa kau perduli pada ku ahhh?" Kata Jonathan dengan sedikit berteriak sebab Jonathan sudah sedikit mabuk.
"Jelas saya peduli pada anda bos, karna saya adalah kariawan bos." Jawab Yayan
"Cek hanya kariawan! Apa kau tau dia tidak mengakuiku sebagai kakaknya." Kata Jonathan sambil terus minum vodka.
Yayan tau dia yang dia maksud bosnya adalah Ardelia Putri adik tirinya.
"Apa dia tidak mau memiliki hubungan dengan ku yan? Apa aku sangat jelek hingga dia tidak mau mengakuiku?" Kesadaran Jonathan sudah tidak setabil, air mata melucur megitu saja.
Seorang Jonathan Atmaja menangis dan memperlihatkan kelemahannya di tempat umum.
"Tidak bos.. Ardelia tidak maksud seperti itu, mungkin Ardelia melakukan ini memiliki alasan sendiri." Kata Yayan.
"Hyyy jangan sembarangan kau memanggilnya. Dia adalah bosmu sekarang dirinya adalah bagian dari keluarga ATMAJA kau tau." Marah Jonathan.
"Maaf bos.. Maksud saya Nona Ardelia." Saut Yayan menyesali kebodohannya.
"Baik bos." Jawabnya.
Yayan bingung dengan keadaan ini. Jonathan tidak berhenti untuk minum minuman terlarang. Yayan terus memikirkan cara untuk membawa bosnya pulang.
"Hanya ada satu cara.. ARDELIA." Katanya dan langsung menelfun Ardelia.
Setelah tersambung.
"Hallo mas.":Jawab Ardelia.
"Ahhh Nona Ardelia apa anda sudah pulang kerja?" Tanya Yayan.
Diam tidak ada suara.
"Hallo Nona." Kata Yayan lagi.
"Tolong datang ke clab xx sekarang Nona, ini sangat penting." Kata yayan.
"Tap.." sambungan terputus sebab Yayan memutuskan sambungannya.
Dengan masih bertanya tanya dengan pangilan mendadak dari Yayan, dan lagi menyuruhnya datang ke clab xx.
"Ada apa ya? Seperti ada gawat gawat gitu."
Dengan keraguan Ardelia datang ke clab xx.
ππππππ
Setelah sampai di sana, Ardelia kembali menghubungi Yayan.
"Hallo mas Adel sudah sampai." Katanya
Yayan tidak menjawab tapi malah mematikan hp'nya lagi.
"Ihhh gila kali yaa." Kata Ardelia.
Tidak lama setelah itu.
"Nona." Kata seorang yaitu Yayan.
"Mas ngagetin saja."
"Tolong saya.. bos Jonathan diaa.." kata Yayan terpotong oleh Ardelia.
"Dimana dia." Kata Ardelia dengan wajah yang mulai kawatir karna melihat wajah Yayan seperti putus asa. Dia yakin keadaan pasti tidak baik baik saja.
ππππππ
Saat Ardelia dan Yayan berada dalam clab. Ardelia melihat Jonathan tidur dan tidak bergerak.
"Tuan Jonathan." Panggil Ardelia lembut.
Seperti sihir panggilan Ardelia membuat Jonathan tersadar lalu tersenyum.
"Adel."
ππππππ
HALLO SEMUA TRIMAKASIH YANG SUDAH MAU DUKUNG AUTHOR ππ JADI SEMANGAT NULIS LAGI.
DAN NANTIKA EPS SELANJUTNYA YAHH. MOHON LIKE DAN COMMENT' NYA JUGA.... SAYANG KALIANπππππ