Brother Is My Love

Brother Is My Love
ULANG TAHUN ARDELIA.



"Berhubungan baik layaknya kakak adik? Jangan harap. Dia tidak akan benjadi adikku lagi, tetapi dia akan ku jadikan istri." Jonathan melihat hp genggamnya lalau tersenyum miring.


Jonathan sedang berada di kota M saat ini. Ada masalah dengan usahanya yang dia rintis dari nol.


"Bos ada berkas yang harus anda priksa." Kata Yayan mengagetkan bosnya.


"Bisakah kau mengetuk pintu dulu?" Jonathan melempar penanaya kearah sekertarisnya.


"Ettttt untung gak kena." Yayan menghindar dari lemparan maut Jonathan.


"Sini kau." Panggil Jonathan.


"Tidak bos.. ini saya taruh saja disini." Yayan menaruh berkas itu di meja yang sedikit jauh dari Jonathan dan dia langsung pergi begitu saja.


"Awas kau yaa." Jonathan melempar pena lagi tapi Yayan sudah tidak lagi di ruangan itu.


🍁🍁🍁🍁🍁🍁


Tiba hari ulang tahun Ardelia putri yang ke-23 tahun.


"Sayang selamat ulang tahun yahh." Ucap mama Tia, memberikan selamat kepada anaknya.


"Makasi mama." Ardelia mencium dan memeluk mamanya dengan sayang.


"Nak... tidak terasa kamu sudah sebesar sekarang. Ini papa berikan hadiah kecil untukmu." Papa Dion memberikan kotak kecil yang tidak tau apa isinya.


"Trimakasih banyak pa. Tapi tidak berlebihan seperti ini. Adel cuma minta doanya dan Adel juga mita kalian hidup bahagia dan sehat selalu." Jawab Ardelia memeluk ke dua orang tuanya.


Ardelia akhirnya mau merayakan ulang tahunnya yang ke 23 tahun. Dengan di hadiri oleh tetangganya dan juga keluarga Rara jangan lupa teman teman Ardelia yang dekat dengannya yang tau kehidupannya sejak kecil.


"Sayangnya akuuuuuuu selamat yahhh udah nambah tua lagi setahun." Rara dateng dengan membawa hadiah.


"Thanks my sister muchhh." Ardelia memeluk Rara dan mencium ala ciwi ciwi.


"Ardelia selamat ulang tahun nak." Mama Rara juga datang dan mengucapkan selamat kepada Ardelia.


"Trimakasih tante Adel seneng dehh bisa ketemu tante lagi." Kata Ardelia.


Acara Ardelia berjalan begitu mulus. Walaupun tidak terlalu rame tapi acaranya cukup meriah.


Ardelia pun memotong kuenya dan memberikan kepada orang tuanya. Setelah memberikan kepada orang tuanya Ardelia pun membaginya kepada tamu undangannya.


"Mas Yayan.. astaga bikin kaget aja sihh." Ardelia kaget dengan kedatangan Yayan yang tiba tiba.


Yayan menyerahkan kado kepada Ardelia. Ardelia pun mengambil hadiah itu dan mengucapkan terim kasih.


"Ohhh iya kenalin ini temen aku." Ardelia pun mengenalkan Rara dengan Yayan.


Rara sempat kaget dengan orang itu, tapi dia bersikap biasa saja.


"Rara." Kata Rara sambil menjabat tangan Yayan.


"Yayan." Jawab Yayan.


"Ya udah Adel ambil kue dulu buat mas yaa." Ardelia pergi meninggalkan Yayan dan Rara.


"Saya juga mau ngambil minum." Rara beralasan untuk mengindar dari Yayan.


"Saya rasa gajah terbang mau lewat." Kata Yayan yang berhasil menghentikan langkah Rara.


"Aduhhh dia inget lagi sama gwe." Batin Rara.


"Saya harap kamu tidak lupa dengan saya." Yayan berkata lagi.


Yayan tidak bisa lupa dengan kejadian itu, yang membuat dirinya di marahi habis habisan oleh bosnya, dan hampir saja nyawanya jadi taruhan.


"Itu saya anuu.." Rara tidak tau harus membuat alasan apa sekarang.


"Mas ini Adel bawain minuman dan juga kue." Kata Ardelia.


Rara langsung bernafas lega. Ardelia benar benar penyelamatnya. Rara tidak tau kenapa dia bisa takut kepada Yayan.


Tiba tiba mama Tia datang, dan menyuruh untuk menikmati makan malamnya.


"Apa kuenya enak?"


🍁🍁🍁🍁🍁🍁


**ENAK DONG MASAK GAK. πŸ˜‚πŸ˜‚


JANGAN LUPA LIKE AND COMMENTNYA YAHH AUTHOR TUNGGU BIAR TAMBAH SEMANGAT**.