
Friska berguling guling diatas ranjangnya ia sangat gelisah sekali tidur dengan Pria dingin itu, siapa lagi kalau bukan Albert
' Ternyata wanita itu sangat cantik, kelakuannya pun aneh seperti zombie' batinnya mengembangkan senyum nya sedikit
Melihat pria dingin itu sedang tersenyum senyum sendiri, Friska menggebuk Albert dengan bantalnya dengan keras
“Hey! Kau jangan berada di tempat tidurku. Tidurlah di sofa itu, aku tidak akan mengizinkanmu tidur di tempatku!” seru Friska dengan kesalnya
“Apa kau tahu?Aku kan suamimu masa aku tidur di sofa sih?bikin sakit punggung aja” gumam Albert tidak peduli dengan ocehan Friska, ia pun langsung merebahkan badannya diatas ranjang dan melelap melepas penat.
Belum sampai satu menit, Friska kembali membabuk Albert dengan bantal lagi dan mencoba mendorongnya
“Hey! Apa kau sudah gila ya? aku kan sudah bilang, kau jangan tidur di ranjang ku karena akan mengotori ranjang ku”
Kembali dengan posisi duduk, Albert kemudian melototkan tatapan tajamnya kepada Friska.
“Sudah ku bilang kan?Jangan banyak mengoceh aku suamimu dan kau harus menuruti perintahku dan kemauanku. Jika tidak, maka kau tau sendiri kan akibatnya” sinisnya lalu merebahkan badannya kembali di atas tempat tidur
“Mengancam, mengancam, mengancam. Kau bisanya mengancam Tuan Albert. Ya baiklah terserah kau saja asal kau membatasi kita dengan guling pocong itu, dan tidak boleh menyentuhku sedikit pun”
“Ckck, siapa yang bernafsu denganmu, kau kan tepos bukan tipe ku. Dan sudah ada di perjanjian kita, aku bahkan tidak Sudi menyentuhmu dengan badan kurus mu itu”
“Kau menghinaku. Biarlah aku tepos begini karena aku memang kurus bukan buatan orang lain. Jika kau tidak bernafsu denganku ya bagus, cepatlah tidur karena ini sudah malam”
“Kau yang terus mengoceh kenapa kau juga yang perhatian padaku.Sungguh sangat aneh, bahkan aku tidak akan jatuh cinta pada perhatian kecil mu itu” sinis Albert
“Yayaya. Terserah kau saja lah. Aku akan tidur dulu bye”
“Mau tidur aja ribet, dasar wanita”
_______________.
Hari sudah pagi, sang fajar telah muncul dan akan kembali terbit untuk menyinari bumi.
Wanita cantik itu mengucek matanya perlahan, dan tiba tiba, wanita itu telah meniupkan trompet sangkakala pada pria itu
“Aaaaaaaaaa! Kau sangat mesum telah memelukku. Apa aku sudah tidak perawan lagi ya tuhan” Friska mengecek semua badannya. Utuh, masih terlihat utuh.
Pria itu tidak sekalipun melepaskan pelukannya dan tidak sama sekali bangun dengan teriakan Friska. Namun, itu hanya akal akalannya Saja karena masih ingin memeluk Friska yang sangat membuatnya nyaman itu. Baru kali ini, ia dapat memeluk seorang wanita, karena memang Albert tidak pernah dekat sama sekali dengan seorang wanita, kecuali dengan sang ibu.
'Mana ada dipeluk langsung tidak menjadi perawan. Dasar aneh' batinnya
“Dasar pria tidak tahu malu. Semalam bilangnya tidak bernafsu padaku karena aku ini sangat tepos. Tapi sekarang main peluk peluk aja. Dasar kurang asem” cerocos nya bergumam sendiri
Friska melepaskan pelukannya, namun sangat susah sekali dibanding tenaganya yang memang lebih kuat Albert. Friska mengeluh , ia lalu mencari cara agar Albert melepaskan pelukannya
“Apa kau tidak melihat aku sedang kesusahan karena kau terlalu erat memelukku” seru Friska menepuk nepuk pipi Albert
Namun Albert tetap tidak bergeming, ia sengaja malah mempererat pelukannya agar Friska kembali tidur tanpa nyerocos lagi yang membuat gendang telinganya ingin pecah karena mendengar suara cempreng Friska.
Tidak menyerah, Friska kemudian mencari cara lain untuk membangunkan Albert. Ia menyeringai, 'cara ini pasti ampuh' batinnya
Friska lalu mencubit pipi Albert dengan kencang, hingga membuat sang empunya terbangun terpaksa.
“Kau!lancang sekali memelukku lalu mencubit ku. Dasar istri kurang ajar”
“Memang tidak tahu malu ya. Kau sendiri yang memelukku bahkan aku mencubit mu agar kau bangun dan tidak memelukku lagi. Karena badanku akan gatal gatal jika disentuh pria angkuh sepertimu”
“Ya memang kau sedang tidur, lagi pula kau tidak menyadari nya kan”
Terus berdebat, hingga sang Mommy menggedor pintu kamar mereka menimbulkan Albert dan Friska mengheningkan cipta.
“Cepat kau buka pintunya. Aku akan mandi”
Friska melangkahkan kakinya karena memang ia juga takut ketahuan berdebat dengan status suami barunya itu.
“Fris.. bangun nak. Kau harus cepat sarapan dan jangan lupa panggilkan suamimu untuk makan bersama” seru sang Mommy yang meneriaki Friska dari balik pintu
“ Iya Mom, aku akan turun ke bawah menunggu suamiku selesai mandi” seru nya melebarkan senyumnya pada sang Mommy
“Baiklah. Mommy tunggu dibawah ya. Mommy juga akan membangunkan kakakmu karena hari sudah siang”
Friska menganggukkan kepalanya, ia kembali memasuki kamarnya dan bermain handphone.
Setelah Albert keluar dari pintu kamar mandi, ia melemparkan sembarang handuknya hingga terbenam lah di muka Friska. Sungguh tidak tahu adab, pikir Friska
“Hey!Kau lancang sekali ya melemparkan handuk. Kau memang lelaki yang tidak tahu adab. Pantas tidak ada perempuan yang tidak mau denganmu, selain dingin kau juga sangat kurang ajar sekali”
“Ckck, kau mengajarkanku tentang adab tapi kau tidak mengintropeksi dirimu sendiri. Sungguh sangat memalukan” sinisnya dengan pedas
Pedas memang, jika berbicara dengan Albert, semua orang yang berbicara pada Albert tidak bisa berkutik. Bisa saja Albert menjawab. Makanya ia mudah melumpuhkan musuhnya sekali dengan perkataannya pun, sangat mudah baginya.
Friska tidak berkutik, sungguh ia telah memakan omongannya sendiri karena kalah ucap. Biasanya Friska memang sangat mudah menimpali ucapan orang lain dan terkenal tidak mau kalah.
“Kau turunlah. Mommy sudah menyiapkan makanan untuk kita, berpura pura lah bahwa kita seolah sudah saling mencintai”
“Aku tahu dan kau tidak perlu memberitahu. Kau tidak mandi dahulu, kau sangat bau sekali meskipun aku mencium bau mu dari kejauhan”
Friska mengendus tubuhnya, ia merasa ia tidak bau, pikirnya.
“ Tidak bau juga. Kau sangat berlebihan sekali menuduhku. Aku memang akan mandi saat mau kuliah, tapi aku akan makan dulu menemanimu. Aku tidak bau,hidungmu saja yang mungkin mampet. Kau harus menghilangkan hidungmu itu”
“Heh kau pikir aku bodoh apa?Hidungku tidak bermasalah, memang benar kau bau. Emang kenapa?tidak terima? Kau tanya saja pada mommy dan kakak mu apa kau bau atau tidak ” jawabnya
“Awas kau ya!jika aku tidak bau kau harus bertanggung jawab karena memfitnahku.Kau akan menerima hukumannya nanti” ujar Friska dengan senyum liciknya
“Tanya saja. Aku memang benar ko hidungku tidak bermasalah”
Kemudian keduanya bergegas untuk turun ke bawah, Friska lalu bertanya pada kakak dan Mommy nya
“Kak, apa aku bau, dan Mom?Benar tidak?apa aku bau”
Sebelum bicara, ada seseorang yang memotongnya
“Sayang, Brand, mommy,.. aku akan ke kantor ya. Tiba tiba ada urusan mendadak” ujar Albert yang tiba tiba pergi
Namun tanpa sadar, Albert menyunggingkan sedikit senyumnya karena Berhasil mengerjai Friska yang tengah mempercayai apa yang diucapkannya. Sungguh ia benar benar ingin tertawa melihat ekspresi Friska yang menurutnya sangat lucu
Bersambung....
Maaf ya readers tersayang jika ada kata atau ucapan yang salah, mohon dimaklum author Masi belajar hehe✨
Jangan lupa like dan komen ya🌹