Become Your Love Expert

Become Your Love Expert
Jangan menyentuh ku!



Terlihat pria dengan membawa cangkul masuk ke gubuk yang lumayan kecil itu dengan keringat yang bercucuran di keningnya, namun itu tidak menutupi ketampanan dan kharisma nya.


'Wajahmu dan perhatian mu sangat membuatku jatuh dalam pesona mu Mas' batin wanita yang bernama Frinka itu.


“Aku sudah makan di ladang tadi dengan pak Otoy” ucap seorang pria itu.


Seolah kaget di dalam lamunan nya, Frinka kemudian sadar dan hendak menggandeng Bento namun ditolak halus oleh Bento.


“Maaf jangan menyentuh ku, sudah aku peringatan kau beberapa kali kan?!” gumam Bento dengan sedikit menaikkan Oktav suaranya.


Karena Bento aga risih dan sepertinya ia dari masa lalunya adalah orang yang tidak sembarangan disentuh, jadi walaupun ia tidak mengingat masa lalunya ia juga masih bisa menjaga diri dengan baik.


“Aku ini istrimu Mas, kenapa kau selalu menghindari diri ku?” tanya nya dengan wajah sendu nya.


'Wajah mu memang aku terasa familiar, namun tidak dengan hatiku. Hatiku rasa nya tidak pernah menerimamu' batin Bento.


Bento juga merasa asing, karena ia seolah kehilangan banyak hal yang terjadi di dalam hidupnya, ia juga tidak mengingat pernikahan nya dengan Frinka.


“Aku masih tidak percaya Frin, jika kita sudah menikah lalu mana buku pernikahan kita? Dan oh ya? Kau belum menjelaskan perihal mengapa aku kehilangan semua ingatanku dan apa yang terjadi sebelumnya” Sahut Bento dengan tegas karena ia capek terus terusan berdebat dengan hal sepele seperti ini.


Frinka membisu, ia tidak mau kehilangan semuanya. Karena apa yang ada di dalam diri Bento itu adalah hidupnya semuanya, jadi ia terpaksa menutup mulut dan diam jika Bento berkata seperti itu.


“Haha kau selalu seperti ini? Apa kau juga amnesia seperti diriku dan tidak mengetahui pasti apa yang membuatku seperti ini?” lanjut Bento dengan sinis.


“Sudah kubilang buku nikah kita terbakar api Dan kamu tertimpa papan saat kebakaran itu terjadi.. Apa mas meragukan ku?!!”


“Oh ya? Dan jika aku tertimpa papan berarti aku dimakan api dong dan tidak ada luka bakar sama sekali pada diriku. Sudahlah Frin, kau jangan menuntut ku melakukan ini itu selama aku disini dan diam lebih baik kau juga diam?!!” tegas Bento yang memang merasa lelah pulang bekerja bukannya disambut senyuman malah disambut tuntutan.


Frinka melihat punggung Bento yang sudah menjauh dari pandangan nya menuju kamarnya, kamar mereka berdua. Bento tidak pernah menyentuh Frinka sama sekali, karena memang ia masih belum amat percaya dan yakin bahwa Frinka adalah istrinya. Tidak ada seputar keterangan ingatan yang melewat ia dan Frinka melewati kenangan kenangan mereka.


Bento merebahkan dirinya karena lelah, ia harus menanam di ladang agar bisa menjual hasil buahnya ke peternak agar bisa lebih banyak memberikan uang kepada Frinka.


Dari segi materi dan kasih sayang Bento memang perhatian dan tidak ingin kekurangan apapun menimpa Frinka, hal itulah yang membuat Frinka tetap teguh mempertahankan Bento disisinya. Bahkan ia pun dengan nekad, akan membuat buku nikah palsu dirinya dengan walaupun itu akan terbongkar suatu saat nanti.


🌤️


Cuaca hari ini sangat cerah, secerah senyum para pembaca ayeyyyy😁


Friska hari ini kesiangan, karena malam kemarin terlalu capek baginya untuk mengurus hal hal penting bagi perusahaan dan juga dibuntuti oleh Arka yang super duper bawel dan aktif mengganggu nya.


“Huaapppp ternyata sudah siang ya, aku pikir masih malem” ucap Friska menggeliat kan tubuhnya karena bangun terlalu siang, ini hampir pukul dua belas siang.


“Ah bodo amatlah.. pasti perusahaan Papa yang handle kalau aku kesiangan begini pasti. Ah apa tidak ada yang membangunkan ku” gumamnya pada dirinya sendiri.


Ia segera bergegas hanya mencuci muka dan menggosok gigi, kemudian turun ke lantai bawah.


“Mbok... gaada yang bangunin Fris ya?” tanya Friska terhadap si Mbok yang sedang menjemur baju.


“Sudah kok, Nyonya Muda saja yang susah dibangunin.. jadi kata Nyonya besar gapapa biarin aja jadi saya ga siram pake air” ucap wanita paruh baya itu dengan wajah sebal nya.


“Ishh jadi kalau tadi Mami ga bilang gitu sama Mbok Fris disiramin air gitu ya?!! Mbok jahat banget”


“Yaiyalah... kan Nyonya harus nya kerja biar ga sedih dan ngelamun terus” ujar si Mbok itu yang memang sangat menyayangi majikannya itu karena sangat penyayang walaupun ia sering beradu debat dengan Friska.


“Hehehe” tanpa watados nya Friska malah cengengesan ga jelas dan langsung ke kamar lagi.