
Albert, dan seluruh Mafia nya kini sedang memancing Mole untuk keluar dari sarangnya. Yang bagusnya, semuanya sudah tersusun dengan rapi, dan Mole tidak tahu bahwa Albert tidak terluka satu apapun.
Dan perihal kecelakaan yang dialami Branden, mereka tidak tahu itu. Karena memang sengaja Albert menutupi semua itu seolah olah dia sendiri yang kecelakaan.
tenonet.. tenonet
“Hallo bos, ” seru Reki di balik telfon nya.
“Ya” Sahutnya dengan singkat, padat dan jelas.
“Saya sudah berhasil memancing Mole keluar dengan cara yang bos minta, ” seru Reki dibalik telfon nya.
“Bagus, kau awasi dia dan pastikan dia tidak membawa siapapun termasuk pengawalnya!” tegas Albert dibalik telfon nya.
“Tentu Bos, ” Sahutnya lalu menutup panggilan nya.
tenonet tenonet..
“Em, maaf Bos saya menutup telfon duluan. Oh ya?Bos mau kesini kapan?” tanya nya dengan takut takut.
“Makanya kalau orang lain belum selesai bicara jangan main tutup tutup gitu Rek!” sentak nya dengan dingin.
“Maaf Bos, saya tidak sengaja. Saya akan mendengarkan Bos selesai bicara” gumamnya.
“Kau awasi pergerakan Mole dan lihat apakah dia membawa pengawalan atau tidak. Dan kau juga harus siap siaga jangan seorang diri, aku akan melihat sejauh mana dia bertindak!”
Gumam Albert dengan tegas.
“Dan aku akan kesana saat kau berhasil membawa wanita itu keluar dan ditempatkan seperti apa yang aku minta.” Lanjut nya.
“Baik Bos, saya akan melakukannya. Bos tenang saja, ini akan clear.” Sahutnya dibalik telfon.
“Bagus.” Singkat Albert.
“Oh ya Bos, jangan lupa kesini memakai Hoodie dan masker” seru Reki mengingatkan.
“Aku tahu itu Rek. Kau tenang saja, aku tidak akan lupa.” Gumamnya langsung menutup telfon nya.
'Aku sangat merindukan wanita cerewet itu. Ah!! Sudahlah nanti setelah selesai semuanya aku akan pulang' batinnya bergumam sangat merindukan seorang Friska.
Secara tidak sadar, Albert telah jatuh cinta pada Friska. Namun hati dan otaknya berperang, karena mungkin seorang Albert tidak akan jatuh cinta pada wanita yang membuatnya hanya sakit dan kehilangan.
__________🌨️🌨️🌨️____________
Mall terbesar di Germany.
Seorang wanita, tengah berbelanja dan ingin membuktikan dengan mata kepala sendiri bahwa Albert tidak kekurangan sesuatu apapun disana.
Karena ada orang yang mengirimkan foto Albert tengah di Mall itu berbelanja dengan Asisten nya, David.
Karena terburu buru, Mole tidak membawa pengawal karena ingin membuktikan sendiri yang dilihatnya dalam WhatsApp.
Ia melihat orang memakai masker dan juga Hoodie persis seperti Albert. Namun dari belakang, ia terus mengikuti orang itu untuk membuktikan sendiri.
Ya, pria itu terus berjalan tanpa sadar membawa Mole masuk pada jebakannya.
Mole hendak melawan, namun apalah daya orang orang itu lebih kuat tenaga nya dibanding ia hanya seorang wanita.
'Bagus, rencana pertama ku berhasil sekarang' batin Reki melihat wanita itu dibaringkan di ranjang nya.
'Kau memang bodoh Mole. Kau ternyata sangat mudah ditipu jika menyangkut Albert.' Batin Reki tersenyum senang, karena Mole tanpa pengawalan.
Biasanya, wanita itu seperti Ratu yang diagung agungkan rakyat. Membawa dua puluh orang pengawal di sisi kiri dan kanannya. Namun sekarang ia tengah terjebak dan terburu buru saat melihat Albert tidak terluka sedikitpun.
tenonet.. tenonet...
“Bos, rencana satu berhasil. Dan target telah masuk ke dalam markas.” Ucap nya dengan mantap.
“Bagus, kau sangat bisa diandalkan Reki. Aku akan on the way ke sana” Gumam Albert dibalik telfonnya.
“Oh ya jangan lupa memakai Hoodie dan masker Bos. Juga mobil Nona Friska.” Gumamnya dengan sedikit takut.
“Kau tidak perlu mengaturku!” tegas Albert dan langsung menutup telfonnya dengan kasar.
Seperti apa yang telah direncanakan, kini Albert hendak mengendarai kendaraan nya menuju markas. Namun dengan memakai pakaian yang tidak seperti biasanya, ia akan membuat punah tikus tikus kecil yang mencoba mencemari lingkungan keluarganya.
Tittttt.
Gerbang markas dibuka.
Markas disini dengan nuansa modern, namun tertutup seperti pabrik pabrik kecil dengan gelap.
Mereka semua membungkuk hormat kepada Albert yang hendak memasuki kawasan markas.
tap tap tap
Suara sepatu pantofel perlahan lahan memasuki markas terdalam ruangan bawah tanah yang sedang menyekap wanita yang bernama Mole itu.
“Mana wanita itu?” tanya Albert dengan dingin.
“Ada Bos. Ayo kita ke dalam” gumamnya dengan mengiringi Albert dari belakang.
Albert tersenyum puas, ia tidak menyangka semudah itu rencana nya tersusun puas. Dan dengan entengnya, ia membangunkan wanita itu dengan menyemburkan air ke wajahnya.
Wanita itu mengucek ngucek matanya, karena terganggu dengan orang yang menyemburkan air ke wajahnya.
Melihat keadaan sekitar, ia mengerutkan keningnya karena merasa tidak mengenali tempat ini.
“Sudah bangun kau Ratu iblis?” tanya Albert dengan dingin dan tersenyum licik.
Wanita itu membulatkan matanya, ia tidak menyangka akan terjebak seperti ini.
“K...kau?!!” dengan terkejut ia langsung menatap Albert tajam.
bersambung....
Jangan lupa like dan comment ya✨