Become Your Love Expert

Become Your Love Expert
Ingin belajar bela diri.



~Happy Reading💖💖💖~


Perusahaan Leo Corptions.


Seorang Albert tengah duduk santai bergulat dengan berkas berkas yang ada ditangannya untuk ditandatangani.


Tidak fokus, ya pikirannya saat ini tidak fokus karena sedang mencari tahu siapa dalang dibalik penembakan kepada Branden.


tenonet tenonet...


“Ya Rek?” tanya nya dibalik telfon dengan dingin.


“........” jelasnya panjang lebar.


“Apakah iya?Kau sedang tidak bercanda kan Rek?” tanya nya dengan terkejut.


“........” Sahutnya.


“Oke baiklah, kau tunggu di tempat biasa aku akan segera kesana.” Perintahnya dengan serius.


“........” Sahutnya.


“Oke. Aku tunggu, aku tidak akan kemana mana dan kau harus merahasiakan kedatangan mu kesini” ujarnya langsung menutup telfonnya.


'Sial!! Bedebah itu terus ingin bermain main denganku. Rupanya dia tidak pernah kapok dan sampai sekarang terus menyalahkan ku!' batinnya merutuki orang itu dan menatap tajam ke depan.


__________☁️☁️☁️__________


Mansion Frought.


Saat ini sudah dikatakan lebih dari sepuluh tahun yang lalu, Mole memang tinggal di Mansion Frought setelah istri dari Frought meninggal.


Ia hanya memanipulasi Frought dengan kekuasaan nya karena Frought tergolong bodoh.


Orang orang menyangka bahwa perusahaan Frought maju karena memang berkat Frought sendiri,dan putri nya pun tetap menganggap seperti itu.


Namun, jauh dibaliknya memang Mole yang bermain dibalik layar dan mencampur tangani itu untuk memanfaatkan Frought dan dia tidak akan ditangkap jika menggunakan kekuasaan Frought, pikirnya.


“Frought, anak buah mu sudah mencari tahu siapa yang kecelakaan itu?” tanya nya menatap Frought yang sedang santai meminum teh dan membaca koran.


“Tentu, mereka bilang itu adalah Albert. Tapi entah dia dirawat dimana, sampai sekarang mereka merahasiakan ini” Sahutnya sembari mendudukkan koran yang dibacanya.


“Oh, baguslah kalau manusia itu terluka, dan aku ingin dia mati!!” seringai nya tajam.


“Kau tenanglah sedikit, aku dan anak buahku sedang berusaha mencari Rumah Sakit yang sekarang Albert tinggali ”gumamnya sedikit merendahkan suaranya dengan sabar.


“Ya, dan jika kau bermain sendiri silahkan, tanpa bantuan ku.” Sahutnya dengan kesal.


“ Haisss kau selalu mengancam ku dengan kata kata itu. Dan kau pikir, jika tanpa aku perusahaan mu bisa maju?” gumamnya terpancing emosi dengan kata kata yang dilontarkan Frought.


“Ya, aku tau makanya kau diam dan tetap lah seperti ini, aku akan memerintahkan para mafia itu untuk mencari tahu lebih dalam” jawab nya dengan sabar.


“Ya, baiklah.”


“Ayah...” teriaknya menggema namun dengan muka ditekuk.


Frought menghampiri anak semata wayangnya, namun ia terheran-heran ada apa lagi dengan putrinya. Kenapa wajahnya kusut seperti keset seperti itu, pikirnya.


'Cih putri manja dia datang. Lihatlah wajahnya seperti keset yang sudah diinjak injak tiap orang, membuatku ingin muntah saja' batinnya mengumpat kesal dan mual setiap hari melihat Serra yang manjanya kebangetan seperti itu, tidak seperti mendiang putrinya, pikirnya.


“Kenapa sayang? Apa ada yang membuatmu marah atau kesal?” tanya nya dengan lembut kepada putri semata wayangnya itu.


Serra tidak menjawab, ia hanya menganggukkan kepalanya sebagai jawaban kemudian mengadu.


“Ya ayah, Aku ingin belajar bela diri agar bisa menandingi kekuatan si Friska Louis itu” gumamnya dengan nada kesal dan dengan wajah yang seperti bebek.


“Putri dari Louis?” tanya nya mengerutkan keningnya karena bingung dan heran.


“Iya, dia telah menginjak harga diriku dan harga diri kita Ayah. Dan ternyata, wanita hitam yang mematahkan tulang lenganku itu dia yang menyamar menjadi hitam.” Sebalnya dengan mengguncang guncangkan tubuh Ayahnya itu.


“Sial! Lagi lagi keluarga Louis itu yang selalu mengganggu ku dan rencana ku, kemarin Branden dan sekarang adiknya” batinnya yang juga merasa marah terhadap kelakuan adik kakak itu.


Kemarin, ia berhubung untuk bermain curang atas ide dari Mole untuk membatalkan kerja sama Perusahaan Leo Corptions, dengan kliennya. Namun itu gagal total dihancurkan oleh Branden yang memang entah mengapa membela perusahaan tersebut.


“Kau tenang saja sayang, Kau bisa berlatih dengan Kobeng karena dia termasuk orang yang paling jago satu kali pernah mengalahkan Roy” seringai nya tersenyum licik.


“Ya, aku akan belajar padanya. Aku tidak sabar ingin membalasnya dan mematahkan tangan Friska sekalian dengan kakinya juga!” gumamnya dengan sorot mata penuh dendam dan tersenyum licik.


“Kamu sangat pintar, Ayo Ayah antar kamu ke ruangan bawah tanah ke tempat paman Kobeng, ” Ajaknya dengan menggandeng lengan putrinya.


“Ah males Ayah, tidak sekarang juga. Aku kan capek!” jawabnya dengan malas.


“yayaya terserah padamu” jawab nya pasrah


bersambung...


Jangan lupa like dan Comment ya. Like mu semangat ku Readers tersayang 🌹