Become Your Love Expert

Become Your Love Expert
Sudah sadar



Albert merebahkan badannya karena sama terlalu lelah seperti Friska, bedanya Albert mengurus pekerjaan sedangkan Friska mengurus hukuman.


Sepasang suami istri itu tidur dengan pulasnya seperti orang yang sudah berolahraga malam, nyatanya tidak seperti itu.


*****


Setelah pagi tiba, sepasang insan yang tengah dilanda mimpi itu tidak terganggu suara apapun, karena memang tidak ada pengacau yang selalu mengacaukan tidur mereka, ya itu adalah Mommy Friska.


Kini tidak ada, karena Mommy Friska tengah menjaga putranya disana yang belum sadarkan diri.


Hingga Friska terbangun dari mimpinya.


“Huappppp” ia menguap sebentar merentangkan tangannya keatas.


“Aduh, ini ko sekarang ranjang jadi keras gini ya. Empuk kan biasanya nih ranjang” gumamnya seraya menduduk dudukkan pantatnya berkali kali mengecek apakah benar ranjang nya keras, pikirnya.


“Friska gila!!!” teriak Albert dari bawah karena sakit ditumpuki Friska digenjot genjot lagi wajahnya.


Lalu ia mendorong Friska karena hilang kesabaran dari tadi.Tidak sadar ia juga terhuyung hingga diatas Friska karena berada disisi ranjang dan kini jatuh tepat diatas badan Friska.


Deg deg deg.


Jantung siapakah yang berdetak kencang itu?


Tentu saja jantung mereka berdua yang tidak bisa dikondisikan, ya mereka merasakan degup jantung mereka yang berdetak sangat kencang.


' Entahlah, semenjak pertama kali dia menolongku aku.. pertama kali jatuh cinta padanya. Lihatlah, wajah nya begitu tajam. Namun entah hatinya begitu lembut. Andai saja kau mencintaiku Albert' batinnya menatap Albert dengan tatapan penuh harap.


' Ini jantungku tidak dikondisikan. Ah.. setiap melihat matanya aku tidak bisa berpaling sedikit pun dari mata itu. Kenapa rasanya seperti ini ya.' Batin Albert bergumam namun masih menatap dalam manik wanita dibawahnya.


“Ma..maaf aku tidak sengaja mendorongmu” Ucap Albert menghentikan aksinya dan salah tingkah berucap seperti itu.


“Ya, tidak...apa apa” Sahut Friska dengan canggung.


“Seharusnya kau tidak menduduki wajahku dan itu sangat berat” gumamnya dengan masih salting.


“Aku tidak tahu, aku pikir kau ranjang.” Sahutnya acuh tak acuh lalu mengambil Bathrobe karena akan mandi.


“Ck, mana mungkin ranjang tampan seperti ini!” lantangnya yang masih terdengar Friska.


“Kau tidak usah berbangga diri, masih banyak pria yang lebih tampan darimu. Dan aku tidak tertarik untuk itu!” teriak Friska tak kalah lantangnya berucap seperti itu dari arah bathroom.


“Ya, apakah kau akan pergi dariku setelah melihat kekuranganku dan melihat pria yang jauh sempurna dariku?” gumam nya pelan secara tidak sadar otaknya menyuruh bibir nya untuk bergumam seperti itu.


“Aishhh!Ko aku jadi mikirin wanita menyebalkan itu ya. Terserah lah dia kalau mau pergi juga ya bagus, jadi hariku tenang.” Gumamnya pada diri sendiri memukul mukul kepalanya yang tidak sakit agar ia tidak gila memikirkan Friska selalu.


_________💫💫💫_____________


Germany Hospital.


Wanita yang masih terbilang gadis itu tengah tidur ditangan pasien yang sedang koma.Karena, sang Mommy yang membeli makan untuknya dan untuk Caren. Ya, hari ini Caren tidak memasuki kampusnya karena menunggu Branden, firasatnya Branden akan segera sadar, tapi entahlah. Ia mencoba mengikuti kata hatinya.


Tidak sadar, tangan pasien yang sedang koma itu bergerak sedikit sedikit dan perlahan lahan membuka matanya. Dengan masih memakai alat medis di seluruh wajah hingga anggota badannya yang lain, pria itu tertegun melihat wanita yang ditemuinya saat pertama ia terjadi kecelakaan, kini masih setia disampingnya.


Kemudian tanpa aba aba tangannya bergerak mengusap lembut pucuk kepala yang tengah tertidur didekatnya. Tanpa sadar, ia memang jatuh ke jurang cinta saat pertama kali bertemu dengan wanita itu.


'Kau sangat cantik. Entah mengapa degup jantungku berdetak kencang saat pertama kali melihatmu, dan sekarang ini. Aku tidak bisa mengontrol perasaanku, lihatlah. Setelah ini kau akan menjadi milikku' batin Branden bergumam seraya menyunggingkan senyum tipisnya.


Namun dari arah luar terlihat sang Mommy menghampirinya.


“Branden sayang, kau sudah bangun Nak?” tanya nya dengan sedikit lembut.


Hingga wanita itu terbangun dari tidurnya mendengar gumaman sang Mommy Branden.


“Mo..mommy” ucap nya dengan pelan dan perlahan lahan.


“Ya sayang, kau jangan banyak bicara dulu. Mommy akan panggilkan Dokter, memeriksa keadaan mu saat ini apakah sudah bisa makan atau tidak.” Seru sang Mommy langsung memencet tombol memanggil tim medis.


Tim Dokter dan suster segera masuk ke ruangannya, mengecek kembali keadaan Branden.


“Bagaimana Dok keadaan putra saya?” tanya nya.


“Putra Anda sudah baik, semua kondisinya sangat baik. Ini adalah sebuah keajaiban, dan dua hari lagi bisa dikatakan pulang, ” gumam Dokter tersebut dengan melebarkan senyumnya.


“Terima kasih Dok, Tapi sekarang apa dia dibolehkan makan?” tanya wanita paruh baya itu lagi.


“Tentu saja Nyonya, Putra Anda harus mengkonsumsi makanan yang sehat agar lebih cepat pulih semua keadaannya.” Jelasnya dengan melebarkan senyumnya.


bersambung....


Jangan lupa like Dan comment ya 🌹