
Wanita itu bersuka ria dengan wanita paruh baya sedang asyik asyik nya memasak. Tidak ada yang membantu mereka, hanya mereka berdua saja yang membuat makanan untuk Albert. Ya, itu semua adalah perintah dari Mami Ines.
“Bagaimana sudah ready sayang?” tanya Mami Ines dengan wajah lembutnya.
wanita itu tengah mengusap peluh keringatnya karena mungkin kelelahan membuat makanan kesukaan sang suami.
“Sebentar lagi Mam, Mam siapkan aja yang lain ya” Sahut Friska tanpa melihat ke arah Mami Ines karena ia sedang fokus pada kerjaannya yang belum selesai.
“Oke deh, Mami siapin yang lain aja soalnya bentar lagi Albert datang biar cepet” ujar Mami Ines.
“Eh tunggu Mam, balon nya dan riasannya hasil kita udah jadi blom?” tanya Friska.
Wanita paruh baya itu menepuk bahunya dengan bodoh, bisa bisanya ia belum menyelesaikan dekor yang sempat tertunda.
“Oleleee Friska Mami blom selesai in semuanya sedikit lagi gimana dong?” panik Mami Ines dengan berlarian kesana kemari.
Friska sontak tertawa, karena melihat kelakuan wanita paruh baya itu yang memang terlihat seperti orang bodoh jika menyangkut putra semata wayangnya.
“Ai Mami.. atu cepet kerjain bukannya kesana kemari biar semuanya Friska yang urus saja” seru Friska dengan tenang.
“Ohiya ya, Berarti Mami kemana dong nih” seru Mami Ines dengan menepuk nepuk lagi dahinya.
“Ishh Mami nyebelin! Cepet ke ruang yang tadi cepet Mamm bentar lagi Albert tiba udah kabarin aku tadi” seloroh Friska dengan geram karena sempat sempat nya Mami Ines melakukan hal bodoh yang membuatnya geram.
“Kira kira berapa detik, menit, jam lagi?” tanya Mami Ines.
“Katanya sih masih tiga jam lagi soalnya Albert lagi nunggu pesawat” Sahut Friska dengan acuh tak acuh karena masih fokus terhadap apa yang dipegangnya saat ini.
“Berarti Mami masih sempet selesain semuanya oh ya jangan lupa ya nanti kasih topping kesukaan Albert udah Mami siapin tuh disana” seru sang Mami menunjuk ke arah meja makan.
“Oke beres lah cepetan Mam, takutnya Albert keburu kesini ih” seru Friska.
“Kan Albert nya juga masih disana kan, banyak waktu ini serahin sama Mami wanita wonder woman dengan segala kecepatan selesai sudah semuanya.” Sahut wanita paruh baya itu yang membuat Friska semakin kesal dan geram.
“Ish Mami!! Ini jadi atau ngga bikin surprise nya kita!” tegas Friska dengan menghentak hentakkan kakinya ke lantai menatap Mami Ines dengan tajam.
“Hehehe iya iya menantu Mami yang cantik, jangan lupa itu ya” tunjuknya.
Kini wanita paruh baya itu tidak terlihat lagi, seperti yang Friska bilang, Mami Ines membereskan dekor nya yang belum selesai.
****
Mami Ines sedang fokus fokus nya mendesain apa yang ia bisa dan terlihat sangat cantik hasilnya, ia tersenyum sendiri membayangkan bagaimana Albert bahagia disambut Mami dan istrinya nanti saat pulang.
Namun tiba tiba terdengar ketokan dari arah pintu yang membuyarkan lamunan khayalan nya.
tok tok tok
“Masuk” ujar Mami Ines dengan singkat.
“Nyonya, Maaf ada yang menelfon rumah” ujar pembantu itu.
“Siapa Mbo, kenapa kamu beritahu pada saya?Kan bisa kamu angkat sendiri biasanya? Ada hal penting?” tanya Mami Ines dengan acuh namun bertubi tubi.
Si Mbo menggaruk tengkuknya yang tidak gatal, ia harus berbicara bagaimana dan mulai dari mana namun tetap di gasken sajalah.
“Ini dari po..Li..si Nya” ucap si Mbok tua itu dengan tergagap dan takut takut.
“What?!! Kenapa polisi menelfon pada rumah? ayo kita kebawah” Mami Ines yang firasatnya memang tidak enak dari semalam namun ia tepis karena ia tidak ingin pikirannya menarik dan semuanya bisa menjadi buruk namun ia kini tergesa gesa menuruni tangga.
“Ya Hallo ini dengan kediaman Leonard, ada apa ya pak?” tanya Mami Ines dengan tenang dan elegan.
“Apa benar ini Ibunda dari Tuan Albert Leonard?” tanya Polisi itu dibalik telfon.
“Benar. Ada apa ya pak? Apa ada sesuatu yang terjadi dengan putra saya?” tanya Mami Ines bertubi tubi dan gelisah.
“Tuan Albert mengalami kecelakaan karena pesawat yang ditumpangi nya jatuh Nyonya, dan beberapa orang lainnya juga hilang, sejauh ini saya akan berusaha menemukan Tuan Albert” Gumam Polisi itu memberitahukan yang sebenar-benarnya.
Degg!!
Entah apa yang ada dipikiran wanita paruh baya itu, yang pasti ia syok berat dan hampir pingsan namun ditahan oleh suaminya karena tepat saat itu suaminya pulang.
“Ada apa Mbok? Kenapa Nyonya tiba tiba pingsan?” tanya nya.
Tiba tiba dari arah yang lain Friska juga datang dengan wajah yang dipenuhi airmata karena ia yang pertama kali dikabari oleh polisi.
“Papa, Mami...” seru Friska dengan lirih