
Tiga orang yang berbeda kelamin itu menengok ke belakang, dan betapa terkejutnya raut wajah Friska menatap orang yang tengah melihat kearahnya dan Friska langsung syok dan pingsan ketika Arka berlari kecil ke arahnya.
“Mommy... Paman jangan bengong gitu cepet bantuin Mommy Ar!!” tegas Ar sembari gelisah dan hendak ingin mengeluarkan air matanya.
Dengan sigap, Bento membawa Friska ke kamar miliknya dan milik Frinka. Dan Frinka juga terkejut mengapa ada orang yang sama persis wajahnya yang sangat mirip dengannya. Dan ketika Friska pingsan, Frinka juga merasakan syok yang sama seperti Friska. Seolah mereka ada ikatan batin.
“Mas kau melihat keanehan gak diantara aku dan Mommy nya Ar..” ucap Frinka.
“Iya.. aku juga merasa aneh tapi itu memang bukan hal yang mustahil sih, karena memang di dunia ini banyak yang mirip” jelas Bento sembari melihat Friska.
Bento merasa, ia seperti tidak asing dengan wanita yang tengah terbaring itu. Seperti rindu, cinta dan ia tidak bisa menjelaskan nya mengapa Bento seperti itu. Seperti banyak memori yang pernah ia lakukan bersama gadis dihadapan nya. Dan Ah, itu tidak mungkin karena wanita yang tengah terbaring itu adalah wanita yang terlihat dari kalangan atas pikirnya.
Albert dan Frinka terdiam dalam lamunannya masing masing karena tidak tahu harus berbuat apa karena tidak ada seorang Dokter di kampung mereka.
Hingga beberapa saat kemudian, Friska sadar dan melihat ada bocah kecil yang tengah tertidur di himpitan lengannya.
“Sayang nya Mommy .. untung kamu baik baik saja nak ...” seru Friska lirih.
Friska belum menyadari bahwa ia tengah diperhatikan oleh dua orang manusia yang tengah melihat kearahnya, karena Friska juga masih pusing dengan apa yang terjadi.
“Ka... kamuu...” seru Friska terbata bata sesaat ia melihat ke arah dua orang yang tengah menatapnya.
Air mata Friska luluh begitu saja mengalir seolah ia punya keyakinan bahwa Albert nya memang masih hidup dan pria dihadapannya ini memang benar benar Albert nya.
Friska hendak ingin berlari memeluk Bento, namun secepat segera Bento yang peka terlebih dahulu menghampiri Friska yang memandang sendu ke arahnya.
“Ada apa Nona?” tanya Bento merasa aneh namun sesuatu yang hilang di memorinya sekelebat terlihat bayangan di dalam memorinya saat memandang Friska dari dekat.
Dan jantung Bento juga merasa berdetak lebih cepat dan berdegup kencang.
“A..Albert... kau masih hidup?” tanya Friska dengan lirih dan haru menangkup wajah Bento dengan kedua tangan halusnya.
Deg.
“Nona, namaku Bento.. mungkin kau salah orang” gumam Bento dengan suara beratnya yang masih Friska kenali dan rindukan setiap detiknya.
“Tidak!! Kau Albert ku yang selama tujuh tahun ini menghilang. Dan mereka menganggap mu mati, hanya aku yang selalu percaya bahwa kau masih hidup Albert” ucap Friska mengelak dan tetap dengan pendiriannya.
“Tapi Nona, ini mustahil.. saya sudah punya istri dan Nona bisa lihat dibelakang saya adalah istri saya”
Deg.
Seperti ditusuk beberapa jarum yang menusuk ulu hatinya yang paling dalam. Friska memandang ke arah wanita yang setia melihatnya bercengkrama dengan Bento.
“Bukti. Aku butuh bukti!! Kau pasti Albert ku. kau berbohong padaku Albert!” teriak Friska dengan histeris dan ia juga merasakan sakit saat mendengar pengakuan yang dilontarkan Bento.
Teriakan Friska membuat Arka bangun, dan Arka mencoba mendekat ke arah Mommy nya untuk menenangkan Friska.
“Mommy.. Mommy jangan sedih.. nanti Ar sedih... bilang sama Ar siapa yang jahatin Mommy!” gumam Arka lirih memeluk erat wanita yang sudah melahirkan dan merawatnya.
Bento yang merasa bimbang, ia tidak tahu harus seperti apa. Disisi lain ia merasa yakin dengan apa yang Friska ucapkan, namun ia menepis semua itu karena tidak mungkin wanita yang sangat cantik dan terlihat dari kalangan atas adalah istrinya. Istri yang menunggu nya selama ini.
“Lihat Albert .. apa kau ingat dengan cincin pernikahan kita” seru Friska sembari memperlihatkan cincinnya.
Bento menggeleng, kemudian ia juga merasa sakit keningnya saat melihat benda kecil yang menempel dijari manis Friska.
Ia memijit keningnya agar tak merasakan sakit dan bayangannya saat ia bertengkar dengan seorang wanita sekelebat terlintas dibayangkannya, namun wanita itu tidak terlihat jelas. Yang jelas, saat ini Bento merasakan sakit yang amat luar biasa ketika ia memaksakan untuk mengingat semuanya.
“Stop Nona! Stop mengaku ngaku suami saya adalah suami Anda Nona!! Kau terlihat miris datang datang langsung merepoti kami dan lihatlah... suami saya terlihat kesakitan!!” tegas Frinka dan hendak menggandeng Bento keluar kamar.
“Tapi dia memang Albert ku!!” teriak Friska.