
' Benar ternyata ucapan kakakku. Aku sudah terjebak dengan pria yang kejam dan dingin itu. Lihatlah kakak aku bingung sekarang' batinnya
'Aku harus benar benar menerima pernikahan itu, dan segera menandatangani ini. Jika tidak seperti itu maka kakak dan ibuku yang menjadi korbannya. Aku tidak boleh egois'
Friska kembali pulang dengan terus memikirkan ucapan pria itu, pria yang selama ini selalu membuatnya kesal ternyata adalah pria yang licik dan kejam.
“Mommy, aku sudah pulanggggggg” teriaknya menggema di seluruh rumah hingga para pelayan di seluruh rumahnya menutup telinga karena kecemprengan suara Nona Muda nya.
“Mommy, mommy kau dimana mommy ku sayang?” Friska melenggak lenggok kan wajahnya mencari keberadaan sang Mommy karena biasanya ia disambut dengan pelukan oleh sang Mommy.
“Nona, Nyonya besar sedang keluar menyiapkan pernikahan Anda” ucap salah satu pelayan tersebut
Friska menganggukkan kepalanya, ia lalu merebahkan badannya diatas ranjang king size itu.
“ Hari ini memang hari yang sangat amat menyebalkan bagiku. Niat ingin membuatnya kesal menjadi aku yang kesal” seru Friska dan tak terasa, ia menutupkan matanya karena sangat mengantuk sekali
tok tok tok
“ kenapa Friska ga buka pintunya ya? apa iya belom pulang? tapi tadi kan kata pelayan sudah pulang” gumam Mommy nya tersebut dan segera membuka pintu kamar sang putri, ternyata tidak dikunci
“Sayang.. ternyata kamu sudah tidur ya. Pasti kamu capek yasudah nanti saja mommy makannya bareng kamu dan kakakmu” ucapnya seraya mengusap lembut pucuk kepala Friska
*****************
Hari ini, Hari dimana yang ditunggu tunggu oleh Branden tiba, hari pernikahan sang Adik untuk menjadi istri dari seorang milyarder dunia.
Namun tetap saja, bagi Friska ini adalah hari tersial yang ada di hidupnya karena telah menikah dengan pria yang dingin dan kejam itu.
Friska dengan dibalut gaunnya yang indah dan cantik, tentu saja mempesona bak bidadari bagi seorang Friska. Dan Hari ini ia tidak memakai masker hitamnya, percuma saja karena ia akan dirias oleh MUA. Jadi ia sengaja dan mungkin Albert tidak akan membuka penutup kainnya saat malam pertama mereka, pikirnya.
“ Sayang,.. kamu sangat cantik sekali anak mommy” ucap ibunya seraya melihat penampilan Friska depan belakang takutnya ada yang tidak sempurna
“Perfect, sangat cantik sekali seperti mendiang ayahmu”
“ Mommy bisa saja, aku kan dari lahir juga memang cantik anak mommy dan Daddy tentunya” seru Friska melebarkan senyumnya
“ Kamu benar. Ayo kita turun, kamu sudah ditunggu oleh suamimu karena dia telah mengucapkan janjinya dihadapan Tuhan”
Friska menganggukkan kepalanya, dan turun dari tangga seperti bidadari yang jatuh dari langit saja.
Albert acuh tak acuh saja, menurutnya melihat muka mempelai wanita nya itu sangat membosankan karena mungkin didandani bagaimanapun juga, akan tetap hitam pikirnya.
Tentu Albert tidak melihat ke arah mempelai wanita nya karena memang ditutupi oleh penutup kepalanya, dan mereka pun mengucapkan sumpah sama sama dihadapan Tuhan.
Pernikahan mereka hanya dihadiri keluarga dekat saja, tidak dengan rekan bisnis nya karena memang Albert belum siap mengumumkan pernikahannya pada dunia, karena memang pada dasarnya Albert hanya main main dengan pernikahan tersebut.
Setelah selesai, mereka kembali ke kamarnya masing masing tanpa ada yang menyapa duluan. Mungkin karena lelah, mereka tidak mengucapkan satu kata pun. Tidak ingin berdebat mungkin karena lelah juga.
Albert bingung, pasalnya ia tidak tahu menahu tentang kamar yang akan ditempati nya. Karena bingung, ia pun menanyakan kepada Branden
Albert memang sudah biasa memanggil Branden panggilan seperti itu, karena memang dibilang akrab dengan partner bisnisnya itu, namun hanya sekedar akrab saja tidak terlalu akrab.
Branden mengerutkan keningnya, masa ia tidak tahu kamar Pengantin, pikirnya. Apa mungkin ia tidak dikasih tau oleh Friska?adiknya.
“Kau masuk saja terus lurus, lalu disana ada tangga dan kau belok ke kanan akan menemukan kamarmu”
Albert menganggukkan kepalanya, pertanda ia faham dengan ucapan temannya itu.
tak tak tak
Albert menaiki tangga, dan.....
Tidak sengaja ia melihat Friska yang sedang berganti pakaian dengan wajah putih mulusnya tidak seperti saat yang ia lihat, ia meneguk salivanya payah karena memang Albert selama ini tidak pernah melihat adegan seperti itu. Yang ada dipikiran nya hanya kerja dan kerja menaklukan dunia.
Saat Friska membalikkan badannya, tiba tiba..
“ Aaaaaaaaa! Dasar kurang ajar omes kau sengaja ya melihat tubuhku. Dasar pria sama saja. Kau kenapa masuk ke kamarku?”
Albert terbelalak lebar, karena wajah wanita itu hitam, namun semua kulitnya putih mulus, tidak mungkin hanya wajahnya saja yang hitam pikirnya.
'Pasti ia sedang menggunakan masker selama ini dan mengelabui ku' batinnya
Tanpa menjawab, Albert melangkahkan kakinya maju dan sengaja mencabut masker yang ada di wajah Friska. Benar saja, selama ini Friska membohongi nya dengan wajah hitamnya, ternyata Friska adalah wanita yang sangat cantik lebih cantik dari bidadari.
“Kau membohongi ku” sinisnya
“ Kau tidak bisa membohongi ku. Aku bisa saja membuat mu kehilangan kampusmu, karena kau sudah membohongi semua mahasiswa disana” sinisnya
Friska menundukkan kepalanya, ia sangat takut sekali dengan kemarahan pria dingin dihadapannya itu. Mungkin, saat pria itu begitu cerewet padanya ia akan berani dengan Albert, namun tidak sekarang. Justru Albert sangat seperti iblis yang siap menelan musuhnya tanpa ampun.
Semengerikan itu kan wajahnya wkwk
“Aku tidak tahu apa maksud mu dengan semua ini. Dan satu lagi jika kau ingin membohongi ku dan aku marah, kau salah besar. Justru aku tidak peduli denganmu. Dengarkan aku, aku akan menutup mulutku jika kau selalu menuruti permintaan ku dan kau tidak membantahnya” ucapnya dengan tajam
“Kau!! Aku sudah memenuhi permintaan mu dan menikah denganmu. Apakah itu belum cukup? Apa urusanmu mencampuri kehidupan ku? Apa salahnya aku ingin menemukan cinta sejati dan menerima ku apa adanya? Dan malah terjebak dengan pernikahan palsu dengan mu? Apa kau tau? aku sangat tersiksa dengan pernikahan ini. Dan apa kau tau? aku terpaksa menerima pernikahan ini karena tekanan mu. Jika saja kau tidak mengancam ku dengan ibu dan kakakku, aku akan berani mengadukan hal ini kepada kakakku agar kau tidak selicik ini” Seru Friska panjang lebar sambil menangis tersedu-sedu
“Kau menghancurkan impianku dan janjiku kepada Daddyku. Kau menghancurkan segalanya, dan sekarang ? kau meminta permintaan yang membuatku tersiksa karena selalu menurutimu? apa kau tidak mempunyai hati Tuan Albert?” tajamnya yang air matanya terus saja mengalir membanjiri wajahnya
Sebenarnya Albert jauh di lubuk hatinya kasihan pada wanita itu, dan mungkin diluar hatinya ia tidak peduli akan ucapan wanita itu.
Bersambung...
Jangan lupa ya like, comment dan vote ya readers tersayang 🌹
Like mu semangat ku✨