
Frinka terus menelisik wajah tampan bocah kecil itu yang menurutnya sangat mirip dengan Bento. Tapi Frinka tidak ingin berpikir negatif dan buruk, karena bisa jadi itu merusak semua impiannya.
“Ayo cepat habiskan Ar... kenapa kamu nangis?” tanya Frinka lembut.
“Hiks.. Ar keinget sama Mommy dan pasti mereka lagi cariin Ar sekarang” gumam Arka dengan isakan tangisnya.
“Jadi kenapa kau ikut dengan ku bocah kecil jika kau menangis!, Huhh merepotkan saja!” timpal Bento dengan jengkel dan kesal.
“Auntyyyyy hikss.. kenapa paman jahat ya sama Ar.. Ar kan anak baik ga suka gigit kalau yang suka gigit itu nyamuk. Benarkan Aunty hikss ...” ucap Arka tersedu sedu dan berusaha mengelap bekas air matanya.
“Jadi Mau mu apa bocah?” tanya Bento yang melembutkan suara nya tapi terlihat kesal.
Arka mendekat ke arah Bento dan menggapai lengan Bento.
“Paman, Boleh ya Anterin Ar pulang ke rumah Ar” ucap Arka dengan wajah cute nya.
Bento langsung mendelik, ia tidak mau repot repot membuang waktu nya hanya untuk mengantarkan seorang bocah kecil yang menyebalkan. Jika memang ia anak orang kaya, pasti semua orang akan mudah menemukan bocah itu kesini, tunggu saja waktunya, pikirnya.
“Bocah kecil, paman tidak punya uang untuk mengantarkan kamu pulang ke kota” ujar Bento menjelaskan dengan sabar.
“Jadi Paman gamau Anterin Ar gitu? Huhuhu paman memang jahat sama anak kecil kaya Ar.. kalau Ar gede mau tinju paman awas aja!!”
“Bukannya gitu Ar baik, tampan.. Paman tidak punya uang dan tidak punya kendaraan kalau mengantar kan mu kesana? Lagipula kamu tahu ga alamat kamu dimana?” jelas Bento berusaha menjelaskan dengan sabar.
“Ohh jadi paman tidak punya uang ya? ngomong dong dari tad!!”
“Tadi kan paman udah bilang bocah kecil!!” gumam Bento sedikit menaikkan Oktav suaranya dan menggertakan giginya karena terlewat kesal.
“Ahaaa.. Ar ada ide paman” ucap Arka berbinar binar.
Seolah merasa tidak tertarik karena itu pasti akan merugikannya, Bento seolah tidak mendengar dan mengacuhkan Arka.
“Paman... ayo dengerin Ar dong.. kualat loh menghindari anak kecil itu ...” ucap Arka.
Seolah tidak ada kapoknya, Arka menggelitik tubuh Bento dengan tangan halusnya.
“BWAHAHAHAHAHAHA Bocah kecil kau nakal banget!! Bhawahahaha.. su.sudah bocah kecil.. aku geli bwahahaha...” ucap Bento tertawa kegelian karena Arka menggelitik nya dengan halus dan merinding dibuatnya.
“Bilang ampun dulu sama Ar.. terus nanti dengerin ide Ar.. paman ih!!”
“Oke, ampuni paman yang tampan baik hati dan tidak sombong ini bocah kecil.. nanti paman dengar kan cerita kamu.. bwahahaha” Bento terus tertawa karena merasa geli karena Arka tidak memberinya ampun.
“Paman.. kenapa ya Ar baru kenal sama paman nyaman banget deh.. kayanya Ar sayang sama paman” ucap Arka dengan jujur dan terlihat cute.
“Hahaha kau sangat lucu sekali bocah kecil. Kau menyatakan cinta padaku? Oh tentu saja aku menerima cintamu” ucap Bento yang senang karena Arka mengisi kekosongan hatinya selama ini. Mengisi semua itu dan membuatnya bahagia. Seolah mereka sudah lama dekat padahal baru kenal kemarin.
Plukk
“Memangnya Ar gay apa?!! maksudnya Ar ngerasa aneh aja kalau sama orang lain selain paman Ar ngerasa jijik” ucap Arka.
“Maksudnya kau tidak pernah menemui pria seperti diriku begitu bocah?” tanya Bento dengan serius.
“Huum.. Ar rindu Daddy .. kata Mommy Daddy akan pulang karena kerja diluar negri yang sangat jauh saat Ar masih didalam perut Mommy. Tapi sampai sekarang ga ada juga, makanya selain Uncle Branden Ar ga deket sama siapapun.. kalau sama paman Ar ngerasa paman itu Daddy Ar sendiri” ucap Arka dengan jujur dan terlihat serius seperti orang dewasa di mata Bento.
Kata kata Arka seperti itu entah kenapa terasa sakit ulu hatinya. Entah karena ia kasian atau mungkin Bento merasa peduli padanya makanya mungkin itu terasa sakit sekali.
“Yang sabar ya sayang... semoga Daddy kamu cepet pulang. Ar bisa kok anggap paman sebagai Dady mu sendiri” ucap Bento begitu saja memeluk Arka dengan lembut.
Hangat.
Itulah yang Bento rasakan, ia merasa kalau ia memiliki ikatan kuat dengan Arka. Tapi tidak mungkin, karena bocah itu pasti kaya terlihat dari pakaiannya dan tentu saja ia sudah mempunyai istri walaupun Bento tidak tahu kalau Frinka bukanlah istrinya melainkan orang yang menyelamatkan nya.
'Hmm.. semoga kau cepat cepat dipertemukan dengan Daddy mu.. hatiku merasa sakit saat kau berucap seperti itu' batin Bento.