Become Your Love Expert

Become Your Love Expert
Apa hatiku salah?



Pria itu terburu buru melajukan kendaraannya ke sebuah danau asri, tanpa menghiraukan Asisten nya yang tengah merenggut kesal.


Albert duduk di danau itu menatap kosong ke depannya, kemudian melemparkan batu batu kecil hingga jauh melesat.


“Kenapa aku jadi seperti ini?” tanya nya seraya melemparkan kerikil krikil kecil ke danau.


“Kenapa juga aku terlihat emosi jika seandainya tadi Friska yang kulihat?” gumamnya pada diri sendiri.


“Ada apa dengan hatiku' ya tuhan?!!” teriaknya frustasi mengacak acakan rambutnya.


'Tapi apa yang salah?Friska istriku dan kami sah di mata hukum dan negara. Dan tidak ada yang menentang jika aku mencintai Friska' batinnya bergumam menatap kosong ke arah danau itu.


Memang, tidak ada yang salah jika Albert jatuh cinta pada Friska, namun hati nya serba salah jika jatuh cinta pada Friska. Sedangkan, dari dulu ia telah berjanji pada Maren. Namun kini percuma ia berjanji jika Maren tidak akan hidup lagi.


'Apa mungkin ini tandanya aku harus bisa melupakan Maren, gadis kecilku?' batinnya bertanya tanya, gusar dengan perasaan nya sendiri.


Memang, ia sedikit menepis pikiran nya tentang Friska. Namun itu sangat sulit, berusaha Albert menepis pikiran itu tetap saja selalu Friska yang terlintas di wajahnya.


Secuil, terlintas di pikirannya bahwa Albert akan mengakui perasaannya pada Friska.Ya, namun ia tidak boleh terlalu menjatuhkan harga dirinya sebagai Albert Leonard.


__________🌒🌒🌒_________________


Dengan memperhatikan sedikit penampilannya, ia merapihkan semua yang terlihat acak acakan. Mulai dari rambut, sepatu, baju hingga semuanya ia periksa dan rapikan.


Dan hari ini, setelah ia memutuskan tujuannya melenggangkan kakinya dari arah danau, Albert kini akan menjemput Friska dari kampusnya.


Namun sebelumnya, ia berhenti di tengah jalan.


“Maaf, apakah ada bunga yang sangat cantik?” tanya Albert.


“Tentu saja Tuan Albert, banyak bunga yang cantik. Seperti bunga mawar, edelweis dan yang lainnya. Jika Tuan Albert ingin melihat melihat dulu saya antar, ” seru pelayan toko bunga itu melebarkan senyumnya.


“Pilihkan saja, saya ingin bunga yang paling cantik” Sahut nya dingin.


”Wah, ternyata Tuan Albert romantis juga ya. Sungguh beruntung jika menjadi kekasih Anda, ” seru wanita itu lagi dengan berbasa basi.


“Bagaimana kau bisa tahu nama ku?” tanya nya dengan datar dan dingin, berusaha mengalihkan pembicaraan.


“Tentu saja, saya orang yang paling nge fans terhadap Tuan Albert. Anda bisa sukses di usia yang sangat muda dan menaklukan pesaing bisnis dengan mudah. ” Tuturnya dengan berceloteh.


'Benar saja, jika aku kaya begini ternyata banyak para penjilat dimana mana. Kupikir aku masih miskin' batinnya bergumam.


Setelah merasa selesai, ia kemudian menelisik barang agar Friska menyukainya.


“Bunga sudah, coklat, boneka terus apa lagi ya?” gumamnya pada diri sendiri.


tring..


“Oh ya, aku lupa Friska suka seblak” gumamnya lagi dengan terkikik.


****


University of Oxford.


“Oh.. ya, aku menunggu suamiku” Sahutnya santai.


“Wah, mentang mentang udah punya suami mobil sendiri dilupain. Kasian tuh si titing menangis karena ditinggalin” celotehnya.


“Titing? Siapa itu titing?” tanya Friska mengerucutkan keningnya.


“Tentu saja mobilmu Fris...” teriaknya dari dalam mobil yang sudah menjauh.


'Dasar Vera, Vera... Kau memang lucknut. Tentu saja mobilku aku telfon supir untuk menjemputnya' batinnya seraya menggeleng gelengkan kepalanya.


lima menit setelahnya.


Ia melihat dari arah kejauhan, ternyata mobil Albert telah sampai.


“H...hai?!” seru Friska canggung menatap ke arah Albert.


Tidak menggubris, Albert tanpa kata dan tanpa menjawab langsung membuka pintu mobil untuk Friska.


Dengan bingung dan kesal, ia langsung naik ke mobil.


“Kau kenapa Albert?Tumben mulut mu jadi batu kundang” celotehnya sambil memakan camilan dengan santai.


“Habiskan dulu makanan mu. Aku akan memberikan kejutan untuk mu” ucap nya dengan datar dan dingin tanpa melihat ke arah Friska.


'Itu muka kaya spiteng keras aja!Makin keras dan datar!' batinnya merutuki pria yang ada dihadapannya.


Menghentikan mobilnya, kemudian ia menatap Friska.


“Tutup matamu” titahnya dengan tegas dan dingin.


“What?!! untuk apa kan aku masih bisa melihat!” protes nya tanpa menghiraukan tatapan Albert yang menajam, sedangkan Friska santai masih memakan camilannya.


“Apa kau mau aku tutupi?” tanya nya.


Tanpa dijawab, Friska jantungnya langsung berdetak setelah Albert melesatkan telapak tangannya di kedua kelopak mata Friska.


“Mau apa kau Albert?” tanya Friska dengan bingung karena Albert tiba tiba menutup kedua matanya.


“Balikkan badanmu” perintah Albert dengan dingin.


Mau tidak mau, jika sudah seperti itu Friska hanya menurut saja dan membalikkan tubuhnya.


Setelah melepaskan tangannya, kemudian Albert mengkode kepada Friska agar membuka matanya.


“Buka matamu ” perintahnya.


Perlahan, Friska membuka matanya.Dengan ekspresi aneh, bingung dan tidak mengerti serta terkejut melihat di belakang jok mobil Albert.


bersambung...


Jangan lupa like dan comment ya 🌹