Become Your Love Expert

Become Your Love Expert
Telat.



Perusahaan Leo Corptions.


Kedua orang itu tengah berbincang bincang, sepertinya dalam perbincangan yang serius.


“Bagaimana Rek, Apa kau sudah mendapat informasinya?” dengan menaikkan sedikit alisnya.


“Ya Bos, saya sudah mendapatkan informasi tentang penembakan tiga hari yang lalu” sahutnya dengan menatap serius Albert.


“Siapa Rek?” tanyanya.


“Tuan Frought” jawabnya cepat.


“Sudah kuduga... ” gumam Albert dengan tersenyum penuh arti.


“Pasti ada dalang di baliknya, tidak mungkin Tuan Frought mencari masalah denganku.” Ucapnya.


“Maksudnya, Bos?” tanyanya dengan penasaran dan sedikit menaikkan alisnya.


“Ya, aku tahu itu bukan ulah Frought. Tapi memang ada seseorang yang sangat dendam dari dulu padaku.Dan menggunakan kekuasaan Frought untuk bisa membunuhku.” Ucapnya dengan sorot mata tajam.


“Jadi maksudnya bos?” tanya nya karena bingung masih belum mengerti.


“Ya, kau akan mengerti nanti Rek.” Jawabnya.


“Sebaiknya kita susun rencana agar menjebak wanita itu Rek, ” gumamnya dengan memikirkan cara untuk menjebak dan membunuh wanita yang selalu mengganggunya.


“ Ya, kita jalankan rencana yang satu ini. Kau....” kemudian ia melanjutkan rencananya untuk menjebak wanita yang bernama Mole itu. Dengan begitu, ia bisa berhadapan sendiri dengan Mole dan memecah semua kesalahpahaman yang terjadi.


“Baik Bos, saya akan menjalankan nya. Bos tenang saja, semua akan clear.” Jawabnya dengan tersenyum.


“Good”


Mereka melanjutkan susunan untuk memancing Mole keluar dari sarangnya. Entah rencana apa yang mereka susun, nanti kita akan tahu.


__________🌒🌒🌒________________


University of Oxford.


Hari ini, Friska agak telat masuk kampusnya karena bulak balik dari Rumah Sakit. Dan dari kemarin, ia tidak bertemu dengan Albert. Entahlah, dia tidak peduli dengan hal itu, yang terpenting ia ingin kakak nya segera sembuh dari komanya.


Tentu saja telat karena ia tidak menggunakan mobil, dan hendak memakai mobil Vera dan Vera menjemputnya, jadi mereka berdua sedikit agak telat.


“Maaf Pak kita berdua telat, ” seru Friska dengan sedikit api api.


“Di kampus ini, biasanya jika ada yang telat...” gumam Dosen itu dengan sedikit kencang dan kemudian seluruh Mahasiswa dan Mahasiswi menjawab.


'Aduh mampus aku, ini sih si Vera telat jemputnya. Jadi gini kan!' batinnya menggerutu dalam hati merutuki sahabatnya, Vera.


Kini didalam kelas tersebut hanya dua orang yang tersenyum sinis dan merasa puas. Yang tidak lain dan tidak bukan adalah Serra dan Kindow. Ya, dua orang itu tengah menatap puas wanita didepannya.


'Hahaha mampus kau Friska. Aku harus kerjain dia ah pas nanti' seru Serra merencanakan sesuatu yang akan membuat Friska kesal dan marah.


Mau tidak mau, ia harus terpaksa mengotori tangannya dan menerima hukuman tersebut ya, karena kesalahannya. Namun ia tetap menyalahkan Albert, karena menggunakan mobilnya dan telat.


'Aku harus membalas dendam pada si dingin itu. Ya, gara gara dia aku mengotori tangan ku gini. Ishh awas kau Albert kalau kau pulang!' umpat nya kesal. Semua ini gara gara Vera dan Albert.


“Auhhh ini ko banyak pembalut berserakan dimana mana. Jorok ishh!” gerutu Friska mengeluh pada Vera.


“Ya memang, Mahasiswi disini sangat jorok meskipun dari kalangan atas. Mereka terbiasa dilayani, jadi gini” timpal Vera menjelaskan.


“Huum. Ayolah Ver, kita cepet bereskan aku gak mau terjebak dalam ruangan bau kaya gini” seru nya dengan meringis.


tak tak tak


Suara sepatu memasuki kawasan toilet,


Tanpa pikir panjang, Serra membeli pembalut banyak dan cuma cuma dan menaburkan nya di tengah tengah toilet, hingga pintu masuk ke dalam toilet.


Ya, semua dengan bungkusnya hingga orang mengira bahwa itu pembalut bekas bukan masih baru dan utuh. Jadi Serra menambah beban pekerjaan agar semakin lama diselesaikan nya.


'Hahaha rasain kau Friska!Kali ini aku akan membalas kan dendam ku diam diam. Dan ini tidak cukup. Lihat saja nanti' batinnya tersebut licik setelah menabur semua pembalut itu.


“Mau apa kau disini?” tanya seseorang dari belakang,


'Aduh, siapa lagi dia. Kenapa dia muncul disini, bisa bisa ketahuan aku' batinnya cemas takut ia terkena skorsing lagi dari pihak kampus.


“Nona, kau disini lagi apa?” tanya seseorang sekali lagi menepuk pelan bahu Mahasiswi itu dan bingung orang itu tidak melihat ke hadapannya melainkan masih memunggungi, saat disapa seperti itu.


“A... aku” ucap Serra menggantung.


“Kau tenang saja Nona, aku tidak akan bilang pada siapapun kau melakukan seperti itu. Justru aku senang, ternyata tidak hanya aku yang membenci Friska” Lanjut wanita itu dengan tersenyum penuh arti.


Hingga Serra membalikan tubuhnya, namun menautkan sedikit alisnya yang ternyata Mahasiswi baru kemarin yang berucap seperti itu padanya.


bersambung.....


Jangan lupa like dan Comment ya🌹