Become Your Love Expert

Become Your Love Expert
Salah Faham



Albert, kini tidak memperdulikan lagi tentang Mole. Karena memang ia sudah menjelaskan yang sebenarnya, jadi ia hanya menyerahkan Mole pada anak buahnya saja.


Albert kini tengah di Restaurant sedang makan siang dengan Asistennya. Namun saat ia melirik ke ujung meja sedikit, ia melihat seseorang yang dikenalnya.


'Seperti nya aku sudah terbiasa mengenal perawakan wanita itu. Siapa dia?' batinnya bertanya tanya seperti mengenali wanita yang membelakangi nya.


“Tuan?Mengapa Anda melamun? Apakah Anda sedang memikirkan sesuatu?” tanya Ben menyadarkan Albert dari lamunannya.


Dengan mengaduk aduk minumannya, batinnya berbicara.


'Sepertinya dia mirip dengan Friska. Tapi tidak mungkin dia ada disini, kan dia kuliah..' batinnya bergumam.


“Tuan, hello?Apa Tuan mendengar ku?” tanya Ben sekali lagi dengan melambai lambaikan tangannya ke wajah Albert.


“Ya, Makanlah terus Ben. Aku sedang tidak memikirkan apapun” gumam Albert dengan suara dinginnya.


Namun seolah tidak membenarkan ucapannya, ia memperhatikan meja yang paling sudut karena penasaran.


Penasaran karena melihat wanita yang membelakangi nya itu terlihat seperti Friska.Melihat Friska yang tengah tertawa dan dipegang oleh seorang lelaki.


Tanpa pikir panjang, Albert langsung menghampiri meja itu dan menghadiahkan tonjokan kepada pria yang tengah tertawa dengan wanita yang ia pikir Friska.


“Apa Tuan Gila!” lantang wanita itu dengan nada sedikit membentak karena melihat Albert tiba tiba menyerang kekasihnya.


Albert tercengang, ia malu bukan main karena memang wanita itu bukan Friska yang ia kira. Bahkan, ia meninju pria yang tidak bersalah dan mengganggu acara mereka.


“Sudahlah Tuan, Ayo kita pulang. Nona, Tuan maaf kesalahan Tuan saya dan nanti akan mengganti kerugian nya” gumam Ben dengan menarik lengan Tuannya karena mempermalukan dirinya sendiri dihadapan para pengunjung itu.


“Tuan, bagaimana bisa Anda ceroboh seperti tadi!” omelnya dengan kesal.


“Sudahlah Ben, kau jangan banyak bicara” gumam Albert dengan acuh tak acuh tidak mendengarkan Omelan Asisten nya itu yang menurutnya ribet dan pusing.


“Tuan Tunggu!!” teriaknya karena Albert telah meninggalkan dirinya dan mengemudikan mobilnya sendiri tanpa melihat Ben yang sedang kesal.


“Sial itu Bos!Kalau kau bukan Bos ku aku akan membuatmu masuk ke Afrika!” gerutu nya kesal. Karena jika Albert seperti itu, mungkin ia sedang tidak konsentrasi.


____________🌧️🌧️🌧️______________


Mansion Frought.


Pria itu tengah menatap ke depan dengan cemas, karena sudah beberapa hari ini Mole tidak menginjakkan kaki nya di Mansion Frought.


Ya, tanpa ada seorang pun yang tahu, dari dulu Frought tengah jatuh hati pada Mole dan membiarkan Mole yang mengobrak Abrik perusahaan nya. Dan jika Mole menyangka Frought bodoh tentang hal perusahaan itu ternyata tidak sebodoh yang Mole kira.


Tapi Frought bodoh karena terlalu cinta pada Mole. Dengan itu, ia menyerahkan tanduk perusahaan nya pada Mole dan membiarkan Mole bermain dibalik layar.


Namun kenyataannya tidak, Frought tidak sebodoh yang Mole kira. Ia tetap membiarkan Mole main dibalik layar namun ia juga tetap mengendalikan perusahaan nya.


“Apa kau sudah mengajarkan putriku Kobeng?” tanya pria paruh baya itu tanpa menatap anak buahnya.


“Maaf Tuan, putri Anda sangat sulit untuk diatur. Dan cepat cepat ia mengeluh, ia bilang tidak mau belajar bela diri karena ingin bekerja di bidangnya, menjadi Model.” Jelasnya panjang lebar.


“Aku tidak tahu ada apa dengan putriku, kenapa dia begitu manja dan sangat sulit diatur, ” gumam Frought dengan menghela nafas kasarnya.


“Putriku harus terbentur dulu, baru ia menyadari dan mengambil ambisi.” Lanjutnya bergumam pada Kobeng.


“Apa Tuan tahu kelemahan Nona Serra?” tanya nya dengan sedikit hati hati.


“Maksudmu?” tanya nya dengan menaikkan sedikit alisnya.


“Ya, dengan tahu kelemahan Nona Serra, Tuan bisa dengan tenang mengancamnya. Jadi dia langsung menuruti perintah Tuan” Sahut nya dengan mengemukakan pendapatnya.


“Aku masih tidak mengerti Beng, ” Sahut nya dengan acuh.


Kobeng menghela nafas nya. Memang sangat sulit berbicara dengan Tuan Frought, pikirnya.


“Jadi begini Tuan, jika kau ingin Nona Serra bisa bela diri dan bisa menjaga dirinya, maka Tuan harus mencari sisi kelemahannya dengan mengancam. Jadi dia akan dengan mudahnya menuruti perintah Tuan untuk belajar bela diri denganku, ” Jelasnya panjang lebar dan sabar.


'Harus mempunyai stok kesabaran yang banyak, agar tidak eror dan tertular virus bodoh' batinnya merutuki Tuannya yang bodoh dan sangat telmi( telat mikir).


“Mengancam nya dengan cara apa Kobeng?” tanya Frought lagi yang tengah kebingungan dengan ucapan Kobeng.


“Tentu saja dengan kelemahannya. Kau tahu kelemahan putrimu apa Tuan?” tanya nya dengan sedikit membentak, karena terlalu malas dengan pertanyaan bodoh Tuannya yang sangat telmi.


'Ampun ini Bos. Jika kau tidak memiliki uang, aku sudah dari dulu meninggalkan mu!' batinnya kesal.


Frought tersenyum penuh arti, ia kini tahu kelemahan putrinya agar lebih mudah diatur.


bersambung...


Jangan lupa like dan comment ya 🌹