Become Your Love Expert

Become Your Love Expert
Membuka.



Wanita itu sangat santai menikmati kopi hitam di depan Rooptof nya. Ia sangat jatuh cinta sekali pada Albert. Karena Tuannya itu yang dingin dan cuek kepada setiap wanita membuatnya selalu ingin di dekat Albert dan memilikinya seutuhnya.


“Kau sangat tampan dan terlihat sangat sangar Albert, bahkan kau menolak ku saat aku menggoda menggunakan tubuh ku” seru nya tersenyum lurus menatap ke depan seraya meneguk kopi hitam nya pelan pelan


“Babe kau sedang apa disitu?” tanya seorang lelaki berwajah putih dengan mata genitnya menghampiri wanita yang sedang meneguk kopi itu.


Wanita itu meletakkan kopinya di atas meja,


“Aku hanya sedang bersantai. Kau kenapa disini?” tanya nya balik


“Apa kau tidak puas membuatku meliburkan diri dari perusahaan demi memuaskan hasrat mu” sahut nya


“Kau jangan begitulah Babe, aku sungguh sangat merindukan mu asli” ujar nya dengan membentuk huruf v.


“Apa kau mau jalan jalan denganku?” tanya nya kepada wanita itu


“Kau tidak melihat aku tidak bisa berjalan karena kau terus terusan menyerang ku semalam tanpa ampun!” omel nya sambil menggerutu


“Hehe aku lupa kau terluka karena ulahku ya, ” ujar nya seraya menggaruk kepala nya yang tidak gatal


“Yasudah, apa kau mau makan?Aku akan membuatkan mu sarapan ”


“Tentu, aku akan mengisi perutku yang gatal” sahut nya sambil tersenyum


“Kau sangat membuatku gemas selalu babe” ucap pria itu seraya mengacak acak rambut wanita itu.


Wanita itu adalah Delona Dwi Carissa


kekasih gelap dari Blander. Ya, Blander mempunyai banyak kekasih setelah diputuskan oleh Friska.


'Sepertinya pria bodoh itu sangat mencintaiku' batinnya puas


Padahal, pria buaya memang seperti itu. Berpura pura baik demi mendapatkan apa yang ia mau dan memperlakukan wanita dengan sebaik-baik nya.


______________________


Albert sangat pegal sekali saat tidur di sofa, karena memang ia terbiasa tidur di ranjang yang empuk selama ini.


'Awas kau istri durhaka!Aku akan membalas mu!' batinnya menatap wanita yang terlelap itu dengan wajah kesalnya.


“Huaaaaa” wanita itu menutup mulutnya yang menguap dan menggeliatkan badannya


Setelah nyawanya kembali terkumpul, ia meraba raba ranjang nya apakah Albert sudah bangun atau tidak. Namun, sedetik kemudian ia mengingat bahwa semalam memang ia mengerjai Albert dan menyuruhnya untuk tidur di sofa itu.


“Haha, rasain kau Albert!Pasti sekarang pria itu sedang ngomel ngomel pada gayung yang bergoyang ” ucap nya terkekeh puas


“Ada apa kau tertawa sendiri seperti itu?Apa kau sedang gila?” tanya Albert yang tiba tiba muncul dari kamar mandi seperti tuyul gede saja.


“Bukan urusanmu!Aku sedang jatuh cinta pada mummy” ucapnya santai


“Apa itu mumy?Atau kah itu yang selalu berada di Zoo?” tanya pria itu


“Apa kau sedang mengejek ku Tuan Albert?” sahut nya dengan berkacak pinggang dan mata melotot sungguh sangat lucu


“Aku tidak mengejek mu aku hanya tanya saja apa salahnya kan?” jawab nya santai


“Ya jelaslah kau salah!Apa kau sedang mengira aku jatuh cinta pada hewan hewan yang sangat mengerikan itu” tanya nya masih dengan berkacak pinggang


“Upss... Hahaha kau sangat cocok sekali dengan mereka Fris” sahut lelaki tampan itu dan tertawa terbahak-bahak puas mengejek wanita yang sedang ingin mengamuk dihadapannya.


“Aku masih normal Tuan Albert!Kau lah yang pasti jatuh cinta pada hewan hewan butut itu! Nyatanya kau tidak pernah berurusan dengan wanita, ” ejek nya dengan wajah yang dipenuhi kekesalan


“Aku hanya tidak ingin tertular virus PTW saja jika berurusan dengan wanita” sahutnya santai


“Apa itu PTW?” tanya Friska dengan menaikkan kedua alisnya


“ Pria Takut Wanita” ucap nya seraya membenarkan dasinya lalu keluar menuruni tangga


“Dasar gajelas! Memangnya ada ya virus seperti itu. Aku tanya Dokter ahli virus deh ah” seru Friska polos


Teng teng teng


Friska menuruni tangganya saat itu mereka yang ada di meja makan menatapnya dengan ternganga hingga Branden menjatuhkan sendok yang akan masuk makanan ke dalam mulutnya.


“Ada yang aneh?” tanya Friska dengan lirih


Belum menjawab, mereka malah ternganga terus.


“Tidak!” ucap mereka bertiga yang tak lain adalah Branden, Mommy, dan Albert kompak


Tidak peduli dengan itu semua, Friska langsung makan di tempat makannya dan buru buru memasukkan makanan dengan penuh penuh ke dalam mulutnya lalu pergi begitu saja.


“Bye semuanya” dengan berbalik lagi ia lupa berpamitan.


Mereka ternganga kembali, hingga satu detik kemudian menyadari dari lamunannya melihat penampilan Friska yang tak biasa dengan memakai gaun dan wajah aslinya.


“Kau harus mengantarnya Albert” ucap sang Mommy dengan cemas


“Baik Mom, aku mau menyusul Fris ya” ucap nya langsung menyusul Friska yang belum jauh


“Fris, tunggu!” ucap Albert lantang dengan berteriak


“Ada apa Albert?!” sentak nya dengan kesal


“Kau pergi dengan ku” ucap Albert dengan datar


“Ck, aku bisa pergi sendiri. Kau pergi saja takutnya telat kalau mengantarku!”


“Tidak ada penolakan!” gumam Albert lalu menggaet lengan Friska dengan paksa.


Mau tidak mau, Friska harus menuruti perintah Tuan Raja yang terhormat. Karena ia malas berdebat saat pagi pagi begini dengan musuh bebuyutan selimutnya.


“Tumben sekali kau mengantar ku” seru Friska tanpa menatap Albert


HENING


Mereka sama sama terdiam saat di jalanan, karena keseringan berdebat mungkin trauma jika ada orang yang melihatnya bisa bisa Albert disangka KDRT lagi.


Tiitt


Saat tiba memasuki kampusnya,


“Turun!” ucap nya datar


“ Kau tidak perlu menyuruhku seperti anak kecil!Karena aku peka bukan seperti kau terlalu bunglon, ckck” sahut nya membuka pintu mobil dan menutupnya dengan kencang


“Lelaki itu memang tidak bisa ditebak, sedikit sedikit cerewet, sedikit sedikit dingin!” gerutu nya dengan pelan


Tanpa dia sadari, semua orang menatapnya kagum dan mengenali siapa yang ada dihadapannya ini.


“Nona Friska, minta foto dong” ucap salah satu Mahasiswi se fakultas dengannya yang pernah membuli nya dengan kata kata sedikit kasar saat tragedi Liza melemparnya dengan telur busuk.


“Mau apa kau?” tanya nya dengan jengkel belum menyadari tatapan semua orang yang menatapnya dengan penuh kagum, karena ia merasa dirinya masih hitam.


“Aku mau minta foto padamu Nona” ucap nya dengan segan


“Aku kan hitam, mana mungkin kau mau berfoto denganku” ucap nya dengan santai lalu pergi tidak memperdulikan ucapan wanita tadi


Wanita itu membisu, ia kemudian tidak bisa menyimpulkan keadaan saat ini. Karena memang, setahunya ia tidak pernah menghina putri dari keluarga Louis itu apalagi mengejeknya dengan kata hitam, pikirnya.


'Kenapa dia menuduhku?' tanya nya di dalam batinnya


Setelah memasuki kelasnya, ia menatap heran semua orang menatap nya dengan seperti itu, karena ia lupa bahwa Friska telah bertekad akan mengungkapkan identitas aslinya, toh semua yang ia jalankan sudahlah tercapai, ya meskipun ia pertama kali jatuh cinta pada pria bunglon itu saat ia menyelamatkannya, untuk apa ada yang ditutupi lagi. Sahabat yang tulus ia sudah punya, pikirnya.


“Kenapa kau menatapku seperti itu, Ver?” tanya nya menghampiri kursinya dekat Vera


“Si...siapa kau?Apakah kau putri dari keluarga Louis?Kenapa kau duduk di kursi sahabatku?” tanya nya dengan tergagap karena takut seperti pada Serra.


'*Wanita itu sangat santai menikmati kopi hitam di depan Rooptof nya. Ia sangat jatuh cinta sekali pada Albert. Karena Tuannya itu yang dingin dan cuek kepada setiap wanita membuatnya selalu ingin di dekat Albert dan memilikinya seutuhnya.


“Kau sangat tampan dan terlihat sangat sangar Albert, bahkan kau menolak ku saat aku menggoda menggunakan tubuh ku” seru nya tersenyum lurus menatap ke depan seraya meneguk kopi hitam nya pelan pelan


“Babe kau sedang apa disitu?” tanya seorang lelaki berwajah putih dengan mata genitnya menghampiri wanita yang sedang meneguk kopi itu.


Wanita itu meletakkan kopinya di atas meja,


“Aku hanya sedang bersantai. Kau kenapa disini?” tanya nya balik


“Apa kau tidak puas membuatku meliburkan diri dari perusahaan demi memuaskan hasrat mu” sahut nya


“Kau jangan begitulah Babe, aku sungguh sangat merindukan mu asli” ujar nya dengan membentuk huruf v.


“Apa kau mau jalan jalan denganku?” tanya nya kepada wanita itu


“Kau tidak melihat aku tidak bisa berjalan karena kau terus terusan menyerang ku semalam tanpa ampun!” omel nya sambil menggerutu


“Hehe aku lupa kau terluka karena ulahku ya, ” ujar nya seraya menggaruk kepala nya yang tidak gatal


“Yasudah, apa kau mau makan?Aku akan membuatkan mu sarapan ”


“Tentu, aku akan mengisi perutku yang gatal” sahut nya sambil tersenyum


“Kau sangat membuatku gemas selalu babe” ucap pria itu seraya mengacak acak rambut wanita itu.


Wanita itu adalah Delona Dwi Carissa


kekasih gelap dari Blander. Ya, Blander mempunyai banyak kekasih setelah diputuskan oleh Friska.


'Sepertinya pria bodoh itu sangat mencintaiku' batinnya puas


Padahal, pria buaya memang seperti itu. Berpura pura baik demi mendapatkan apa yang ia mau dan memperlakukan wanita dengan sebaik-baik nya.


______________________


Albert sangat pegal sekali saat tidur di sofa, karena memang ia terbiasa tidur di ranjang yang empuk selama ini.


'Awas kau istri durhaka!Aku akan membalas mu!' batinnya menatap wanita yang terlelap itu dengan wajah kesalnya.


“Huaaaaa” wanita itu menutup mulutnya yang menguap dan menggeliatkan badannya


Setelah nyawanya kembali terkumpul, ia meraba raba ranjang nya apakah Albert sudah bangun atau tidak. Namun, sedetik kemudian ia mengingat bahwa semalam memang ia mengerjai Albert dan menyuruhnya untuk tidur di sofa itu.


“Haha, rasain kau Albert!Pasti sekarang pria itu sedang ngomel ngomel pada gayung yang bergoyang ” ucap nya terkekeh puas


“Ada apa kau tertawa sendiri seperti itu?Apa kau sedang gila?” tanya Albert yang tiba tiba muncul dari kamar mandi seperti tuyul gede saja.


“Bukan urusanmu!Aku sedang jatuh cinta pada mummy” ucapnya santai


“Apa itu mumy?Atau kah itu yang selalu berada di Zoo?” tanya pria itu


“Apa kau sedang mengejek ku Tuan Albert?” sahut nya dengan berkacak pinggang dan mata melotot sungguh sangat lucu


“Aku tidak mengejek mu aku hanya tanya saja apa salahnya kan?” jawab nya santai


“Ya jelaslah kau salah!Apa kau sedang mengira aku jatuh cinta pada hewan hewan yang sangat mengerikan itu” tanya nya masih dengan berkacak pinggang


“Upss... Hahaha kau sangat cocok sekali dengan mereka Fris” sahut lelaki tampan itu dan tertawa terbahak-bahak puas mengejek wanita yang sedang ingin mengamuk dihadapannya.


“Aku masih normal Tuan Albert!Kau lah yang pasti jatuh cinta pada hewan hewan butut itu! Nyatanya kau tidak pernah berurusan dengan wanita, ” ejek nya dengan wajah yang dipenuhi kekesalan


“Aku hanya tidak ingin tertular virus PTW saja jika berurusan dengan wanita” sahutnya santai


“Apa itu PTW?” tanya Friska dengan menaikkan kedua alisnya


“ Pria Takut Wanita” ucap nya seraya membenarkan dasinya lalu keluar menuruni tangga


“Dasar gajelas! Memangnya ada ya virus seperti itu. Aku tanya Dokter ahli virus deh ah” seru Friska polos


Teng teng teng


Friska menuruni tangganya saat itu mereka yang ada di meja makan menatapnya dengan ternganga hingga Branden menjatuhkan sendok yang akan masuk makanan ke dalam mulutnya.


“Ada yang aneh?” tanya Friska dengan lirih


Belum menjawab, mereka malah ternganga terus.


“Tidak!” ucap mereka bertiga yang tak lain adalah Branden, Mommy, dan Albert kompak


Tidak peduli dengan itu semua, Friska langsung makan di tempat makannya dan buru buru memasukkan makanan dengan penuh penuh ke dalam mulutnya lalu pergi begitu saja.


“Bye semuanya” dengan berbalik lagi ia lupa berpamitan.


Mereka ternganga kembali, hingga satu detik kemudian menyadari dari lamunannya melihat penampilan Friska yang tak biasa dengan memakai gaun dan wajah aslinya.


“Kau harus mengantarnya Albert” ucap sang Mommy dengan cemas


“Baik Mom, aku mau menyusul Fris ya” ucap nya langsung menyusul Friska yang belum jauh


“Fris, tunggu!” ucap Albert lantang dengan berteriak


“Ada apa Albert?!” sentak nya dengan kesal


“Kau pergi dengan ku” ucap Albert dengan datar


“Ck, aku bisa pergi sendiri. Kau pergi saja takutnya telat kalau mengantarku!”


“Tidak ada penolakan!” gumam Albert lalu menggaet lengan Friska dengan paksa.


Mau tidak mau, Friska harus menuruti perintah Tuan Raja yang terhormat. Karena ia malas berdebat saat pagi pagi begini dengan musuh bebuyutan selimutnya.


“Tumben sekali kau mengantar ku” seru Friska tanpa menatap Albert


HENING


Mereka sama sama terdiam saat di jalanan, karena keseringan berdebat mungkin trauma jika ada orang yang melihatnya bisa bisa Albert disangka KDRT lagi.


Tiitt


Saat tiba memasuki kampusnya,


“Turun!” ucap nya datar


“ Kau tidak perlu menyuruhku seperti anak kecil!Karena aku peka bukan seperti kau terlalu bunglon, ckck” sahut nya membuka pintu mobil dan menutupnya dengan kencang


“Lelaki itu memang tidak bisa ditebak, sedikit sedikit cerewet, sedikit sedikit dingin!” gerutu nya dengan pelan


Tanpa dia sadari, semua orang menatapnya kagum dan mengenali siapa yang ada dihadapannya ini.


“Nona Friska, minta foto dong” ucap salah satu Mahasiswi se fakultas dengannya yang pernah membuli nya dengan kata kata sedikit kasar saat tragedi Liza melemparnya dengan telur busuk.


“Mau apa kau?” tanya nya dengan jengkel belum menyadari tatapan semua orang yang menatapnya dengan penuh kagum, karena ia merasa dirinya masih hitam.


“Aku mau minta foto padamu Nona” ucap nya dengan segan


“Aku kan hitam, mana mungkin kau mau berfoto denganku” ucap nya dengan santai lalu pergi tidak memperdulikan ucapan wanita tadi


Wanita itu membisu, ia kemudian tidak bisa menyimpulkan keadaan saat ini. Karena memang, setahunya ia tidak pernah menghina putri dari keluarga Louis itu apalagi mengejeknya dengan kata hitam, pikirnya.


'Kenapa dia menuduhku?' tanya nya di dalam batinnya


Setelah memasuki kelasnya, ia menatap heran semua orang menatap nya dengan seperti itu, karena ia lupa bahwa Friska telah bertekad akan mengungkapkan identitas aslinya, toh semua yang ia jalankan sudahlah tercapai, ya meskipun ia pertama kali jatuh cinta pada pria bunglon itu saat ia menyelamatkannya, untuk apa ada yang ditutupi lagi. Sahabat yang tulus ia sudah punya, pikirnya.


“Kenapa kau menatapku seperti itu, Ver?” tanya nya menghampiri kursinya dekat Vera


“Si...siapa kau?Apakah kau putri dari keluarga Louis?Kenapa kau duduk di kursi sahabatku?” tanya nya dengan tergagap karena takut seperti pada Serra.


'Ohiya aku lupa, hari ini aku kan akan membuka identitas ku. Jelas mereka menatapku seperti itu, aku baru mengingatnya' batinnya menepuk pelan dahinya


“Hehe, ohiya aku sahabatmu” seru nya dengan terkekeh


“Kenapa kau menganggap ku sahabatmu, apakah kita kenal sebelumnya?” tanya nya canggung


“Tentu, kau hari itu sudah diantarkan pulang oleh sopirku” ucapnya dengan terkekeh.


bersambung...


Jangan lupa like dan comment ya.✨*