Become Your Love Expert

Become Your Love Expert
Masih belum ditemukan



Tiga belas hari kemudian.


Sudah hampir satu Minggu para tim SAR dibantu dengan yang lainnya mencari keberadaan Tuan Albert Leonard, namun tetap sama hanya ada korban lain yang terlihat mengapung diair dan sudah dipastikan ia meninggal.


Kejadian naas yang menimpa pemuda itu membuat Friska takut, takut jika Albert akan berakhir seperti itu.


Wanita itu memeluk Mommy nya.


“Mom Fris takut kalau Albert berkahir seperti itu..”


“Jangan bicara seperti itu Fris, masih ada waktu jika satu hari lagi Albert tidak ditemukan, maka para petugas akan menghentikan pencarian ini dan dinyatakan meninggal. Teruslah berdoa agar Tuhan yang maha kuasa memberikan karunia-Nya kepada kita Sayang..”


☘️


Sore hari Friska mengambil waktunya sejenak untuk mengistirahatkan pikiran, hati dan otaknya di hamparan ombak yang berderu keras ditemani sunset yang terlihat cantik berwarna jingga.


Ia ingin berdamai dengan keadaan dan curhat kepada ombak ombak yang deras.


“Kau sedang apa Albert? Apakah kau sudah makan atau kau sedang berjuang dengan maut?” tanya Friska dengan pandangan yang lurus namun terkesan konyol.


“Hahaha aku gila aku berbicara sendiri tidak kau jawab!”


“Hiks.. aku sangat merindukanmu Tuan Kaku apa kau mendengarkan aku!!” teriak Friska.


Wanita itu naas memeluk lututnya sendiri karena merasa rapuh, semoga esok ada keajaiban ditemukannya Albert atau setidaknya kalaupun tidak ia harus melihat dan mengantarkan Albert pada peristirahatan terakhir kalinya.


Friska dengan puas menangis tersedu-sedu karena tidak kuat menahan menyakitkan nya semua yang terjadi padanya. Dimulai ia kehilangan kekasihnya karena direbut oleh sahabatnya, menghadapi orang orang yang membencinya dan semua hal menyedihkan dan kini Friska mendapatkan kabar pilu dan tidak pasti esok Albert ketemu atau tidaknya.


Tidak ingin berdiam diri, Friska bangkit dan melangkahkan kakinya karena ingin mencari Albert dengan tubuhnya sendiri tidak berfikir banyak ia hanya terus berjalan hingga sampai ke tengah laut.


Sontak Mommy Cinta, Mami Ines, dan Papa Robert terkejut dan langsung berlari menyusul Friska agar tidak bertindak ceroboh dan gegabah yang membuatnya kehilangan nyawanya.


“Fris.. jangan kesana Nak!!” teriak sang Mommy.


Seolah tidak mendengar dan pikirannya kosong, Friska dengan santai nya semakin ke arah tengah dan happpp...


Hampir saja ia terbawa arus ombak yang begitu deras.


“Kau konyol!” bentak seorang lelaki.


“Aku tahu kau rapuh tapi kau jangan membahayakan nyawamu sendiri Fris..” gumam nya melembut.


Friska menatap lelaki itu dengan tatapan yang tidak bisa diartikan. Pria itulah dulu yang menatapnya penuh cinta seperti ini dan dia selalu nyaman dan tenang jika berada didekatnya. Selalu ada saat Friska terpuruk ataupun bahagia, dan kini tatapan mata itu masih sama.


Friska kemudian memalingkan matanya karena tidak ingin terjerumus lagi oleh pria buaya seperti itu dan diapun hanya mengisi Albert satu satunya didalam hatinya, biarlah semua yang berlalu terkubur dengan kenangan.


Pria itu menggenggam erat lengan Friska dan membawa Friska kembali ke pasir yang jauh dari tengah laut.


“Duduk” gumam pria yang bernama Blander itu


Friska menurut.


“Kenapa? Kenapa kau berperilaku konyol seperti tadi ha?”


“Apa pedulimu? Dan apa hak mu untuk melarang ku?”


“Aku memang bukan siapa siapa lagi bagi mu Fris, tapi tolong... kau jangan berlaku konyol seperti tadi yang akan menghilangkan nyawamu sendiri”


“Hahaha sekarang pun aku sudah mati! Mati hati dan jiwaku semuanya penuh oleh suamiku dan jika dia mati maka hatiku pun akan mati hahaha” Friska berkata seperti orang waras karena memang ia belakangan ini dalam kondisi yang sangat jauh dari kata baik.


***


Terlihat dari jauh ketiga wanita paruh baya itu bernafas lega, karena akhirnya mereka tidak sampai jantungan karena ada yang menyelamatkan Friska duluan. Karena kalau mereka berlari pun Friska dipastikan sudah tenggelam duluan karena jarak yang sangat jauh.


Tapi kedua mertua Friska masih penasaran siapa pria yang berani menuntun Friska hingga Friska juga menurutinya.


“Itu Blander ... mantan kekasih Friska dulu yang sering ke rumah” ungkap Mommy Cinta dengan tenang dan menatap kearah mereka.


“Dia dulu pria yang dicintai anak saya karena ketulusan dan kelembutan nya yang membuat Friska jatuh cinta. Itu berangsur lama.”


“Namun kejadian yang tidak mengenakan membuat Friska sakit hati kepada pria itu dan berniat merubah dirinya dan tidak mudah percaya ataupun berteman dengan orang asing” lanjut Mommy Cinta.


“Lalu?” tanya Mami Ines yang memang sangat kepo dan ingin lebih tahu mendalam tentang menantu kesayangan nya itu.


“Dan ya.. ia juga pindah kuliah dan merubah diri dengan masker hitamnya berpura pura menjadi hitam”