Become Your Love Expert

Become Your Love Expert
Kita hanya akting!



Dengan berjalan menghampiri sang Mommy, Friska kemudian berceloteh.


“Mom, jika memakai masker hitam ini, apakah aku terlihat seperti nenek nenek tua?” tanya nya


“Tentu saja sayang, kau terlihat seperti nenek nenek hahahaha ” ejek Mommy dengan santainya dan terbahak-bahak


“Ah sialan mommy yang nenek nenek bukan aku! Ini kan salah masker nya yang hitam membuatku seperti nenek nenek saja!” gerutu nya seraya menyuapkan selai roti kesukaannya ke dalam mulutnya dan penuh seperti ikan kembung


“Lah kau kan yang nanya duluan Fris, memang harusnya kamu jadi dirimu sendiri. Sudah punya suami ini” ujar nya


“Apa iya aku harus membongkar identitas ku?Bagaimana kalau mereka semakin membenciku Mom?” tanya Friska


“Lah, memang nya dibenci siapa?Suami kamu?” tanya balik sang Mommy


“Bukan! Tapi dengan semua musuhku dan teman kampusku, apalagi musuhku putri dari Tuan Frought, ” seru Friska dengan membuang nafas kasarnya


“ Ckck, memang itu ya putri sama ayah kelakuan nya sebelas dua belas, mereka selalu mengusik keluarga kita tidak kenal lelah dan takut ” sinisnya


“Memangnya dulu mereka kenapa Mom?” tanya nya semakin penasaran dengan apa yang diceritakan oleh Mommy nya.


“ Dari dulu hingga sekarang, mereka selalu menggunakan cara yang licik dan curang untuk mengalahkan perusahaan kita” ucap sang Mommy dengan pandangan lurus


“Dulu keluarga mereka pernah membunuh


mendiang kakak mu sebelum kamu lahir, dia tewas di tangan Frought dengan mengenaskan.” Jelasnya dengan sedikit menahan kilatan amarah di wajahnya.


“Saat itu Mommy sedang bahagia mendapati anak perempuan yang sangat cute namun Frought merusak kebahagiaan Mommy dan keluarga Mommy, ” ucap nya


“Wah berarti aku tidak cute nih, ” celoteh nya merajuk cemburu pada mendiang kakaknya


“Kamu sangat amat cantik dan lucknut sayang, bahkan kamu mungkin lebih cantik dari mendiang kakakmu” seru nya mengusap lembut pucuk rambut Friska


“Benar ya?Fris cantik kan anak Mommy dan Daddy yang sangat hebat dan rupawan ” ucap nya melebarkan senyumnya


“Aku akan membalaskan dendam pada dia Mom! Putrinya juga sudah mengusik ku dan bahkan ingin mencelakai ku. Mungkin saat ini mereka akan membalaskan dendam nya karena mematahkan kedua lengan putri nya yang manja itu” seru Friska dengan kesal


“Iya, kamu harus berhati hati dimanapun dan kapan pun nak. Mommy khawatir terjadi apa apa dengan kesayangan Mommy ini...” seru sang Mommy menghujani ciuman sayang pada putri satu satunya itu.


“Aaaa Mommy jorok! main cium aku segala aku kan bukan anak kecil” rengeknya dengan manja seraya memonyongkan bibir mungilnya


“Hahaha bagiku kau memang masih kecil Fris, kau putriku yang saaangattt manja!” ucap sang Mommy seraya memeluk putrinya yang cemberut itu.


“Fris lihat, kakakmu sudah datang. Eh tidak?! Lihat suamimu datang juga. Sangat hebat ini kita akan makan malam bersama” ujar sang Mommy dengan antusiasme


“Kakak! Aku sungguh sangat rindu padamu, ” seru Friska dengan tiba tiba memeluk kakaknya


“Adik kesayangan kakak ini masih saja terlihat seperti anak kecil, padahal sudah mempunyai suami. Manja manja nya ke suami lah” gumam Branden seraya melirik ke samping nya, mengkode kepada Albert.


Tidak biasanya memang, Friska memang terlihat manja jika sang kakak berlarut larut pergi beberapa hari dan akan kembali menjadi kucing dan anjing jika mereka selalu bertemu setiap hari. Seperti lagu saja kalau dekat bertengkar kalau jauh ku rindu ckck


Dengan berpura pura, ia langsung memeluk Albert agar semua orang mengira mereka pasangan yang romantis.


“Ohiya, sayang kamu kenapa barengan pulangnya sama kakak? cup” seru nya dengan menghujani ciuman di pipi kanan dan kiri Albert.


Dengan terkejut, Albert berusaha menutupi rasa malu dan canggungnya dari keluarga Louis tersebut, ia tidak ingin ketahuan bahwa ia terlihat tidak mencintai Friska.


Dengan mengecup pucuk kening Friska, Albert melangkahkan kaki nya menuju kamar mereka. Diikuti oleh Friska dibelakang yang membuntuti nya membawa tas kerja nya. Sungguh seperti suami istri yang sesungguhnya, yang saling mencintai.


“Aku kan hanya akting saja, jika kau tidak mau kau tadi bisa menolaknya!”


“ckck, aku juga terpaksa melakukan hal itu karena kau yang menciumku duluan!” elaknya dengan santai


“Ya sudahlah jangan dibahas lagi, jika seperti ini kau sangat cerewet dan menyebalkan sekali!” gerutu nya dengan kesal


“Memang nya kau sendiri tidak cerewet ya?!” omelnya sedikit kesal disebut cerewet oleh Friska.


“Tentu saja tidak! Aku baik dan tidak sombong memangnya kau ck” ejeknya


“Mulutmu, mulutmu” ucapnya seraya menggeleng gelengkan kepalanya dan merebahkan badannya diatas tempat tidur


“Hey!Apa kau tidak mau makan?!” teriaknya kencang


“Kau bisa tidak sih jangan berteriak seperti heboh melihat hantu?! Telingaku bisa tuli jika kau terus terusan seperti ini!” ujar nya dengan sedikit membentak


“Ya kan aku hanya bertanya kenapa kau membentak ku?” jawabnya dengan santai


“Kau dasar selalu tidak ingin kalah bicara!Aku mau turun bisa gila lama lama sekamar dengan wanita nenek sihir seperti mu!” ucap nya dengan kesal


Kekesalannya naik di ubun ubun, ia sangat tidak damai kalau sekamar dengan Friska. Tidur nya pun selalu tidak nyenyak karena Friska selalu menendang kesana kesini hingga pisang nya pun ditendang sama dia, hingga bangun. Dan Albert harus selalu berakhir solo di kamar mandi.


“Albert, Friska kenapa wajah kalian terlihat seperti itu?” tanya sang Mommy dengan menyelidik


“Maksudnya Mom?Apa wajahku terlihat seperti monkey?” tanya Friska dengan meraba raba wajahnya


“Shutt!Kamu ini! Kalau ngomong asal ngomong aja, lihat muka kamu seperti terlihat sedang kesal”


“Kalian bertengkar?” tanya nya dengan menyelidik satu persatu


“ Tidak?! kami tidak bertengkar ” jawab mereka kompak hingga melirik satu sama lain kemudian menggaruk kepalanya yang tidak gatal


“wah, kalian memang jodoh ya!Sangat kompak sekali” ucap sang Mommy dengan bertepuk tangan


“Ini mau makan atau bermain film?” tanya Branden dengan kesal karena dari tadi melihat kelakuan barbar keluarga nya yang penuh drama


“Tentu saja makan, ” ucap mereka bertiga kompak dan berlalu makan dengan tenang tanpa perkataan perkataan yang tidak penting.


Satu persatu meninggalkan meja makan dan mereka kembali ke kamar tidurnya masing masing.


pluk


“Kau sekarang tidur di sofa!” Friska melemparkan bantalnya yang mendarat di wajah Albert


Tidak memperdulikan teriakan Friska, ia tetap merebahkan dirinya di ranjang king size itu.


“Woy!Dengar omonganku tidak!” teriaknya dengan menggema seperti suara kereta api yang kencang.


“Ishhh!Kau bisa tidak sih jangan berteriak begitu!Mereka akan menyangka aku menyakitimu” ucap Albert dengan meninggikan suaranya


Mau tidak mau, Albert terpaksa tidur di sofa karena tidak ingin memperdebatkan hal yang tidak penting.


bersambung...


Jangan lupa like dan comment ya.Like mu semangat ku🌹