
Pria itu sangat kesal dengan ucapan bertele tele Asisten kurang ajarnya.Ia sungguh sangat penasaran namun jika dia menebak nebak kan membuang buang waktu berharganya, pikirnya. Jadi dia tidak peduli dengan Ben yang mencoba mendesaknya , ia hanya fokus pada laptopnya.
“Ayo Tuan, kau tebak lagi jangan berputus asa gitu dong!” gumam Ben dengan meloncat loncat dan menepuk tangannya dengan gembira seperti bocah yang sudah dibelikan es cream.
“Ckck, Kau memang sangat kurang ajar Ben!Kau tidak pernah merasakan tonjokan kelingkingku!” gumam Albert dengan nada sedikit kesal
“Memang ada gitu ya tonjokan menggunakan jari kelingking?Setahuku kalau ditonjok itu menggunakan seluruh tangan ya? Apa seluruh jarimu sudah tidak berfungsi Tuan?” tanya nya dengan polos
“Lancang sekali kau Ben!Benar benar kau!Cepat jangan banyak bicara, apa kabar yang kau bawa?!” gumamnya dengan sedikit meninggikan suaranya karena kelewat kesal
“Hahaha... Anda sangat lucu Tuan, seperti monster saja menggunakan jari kelingking untuk menonjok ku. Baiklah baiklah, aku akan memberitahukan padamu...” belum melanjutkan bicaranya, Ben seolah mengulur waktu agar Albert benar benar kesal padanya, sungguh sudah biasa menjadi hobi tersendiri kalau dia membuat Tuannya merasa kesal.
Albert semakin dibuat penasaran dengan ucapan Ben. Ia terus memperhatikan Ben dengan seksama, mendengarkan apa yang diucapkan selanjutnya.
“Kenapa kau menatapku seperti itu Tuan?Kau suka ya padaku?” tanya nya sedikit geli dengan ucapannya sendiri
Pluk.. swukk..
Sepatu pantofel pria itu mendarat di wajah tampan Ben ia tidak sudi jika Ben menyangka nya Gay, sungguh sangat membuatnya semakin kesal saja, amarahnya sudah diubun ubun. Namun sebelum ia membentak Ben, Ben menyerobot mendahului Albert yang akan berbicara.
“Jadi sebenarnya Nyonya Friska tadi sungguh berani mematahkan kedua tangan putri dari Tuan Frought, dia seperti nya sangat marah sekali terhadap kelakuan semena mena putri dari Tuan Frought tersebut ” ucapnya dengan panjang lebar
Terjawab sudah kini penasaran yang dirasakan Albert,
“Ah itu sangat tidak penting Ben! Kau sungguh membawa berita yang jelas jelas merusak mood ku dan membuang buang waktuku!” gumamnya semakin kesal, namun beda cerita dengan batinnya.
' Bagus, kau melakukan hal yang bagus Fris. Kau pantas menjadi pendamping ku jika memang kelakuan mu sebelas dua belas denganku.'. batinnya tersenyum dengan berita yang dibawa Ben, namun tidak dengan raut wajahnya.
“ckck, ternyata kau tidak peduli dengan istrimu Tuan, berita yang kubawa dengan susah payah tidak berhasil memuaskanmu. Baiklah aku akan keluar Tuan” gumam Ben dengan nada kesal dan kemudian sedikit membungkukkan tubuhnya sebagai pertanda hormat pada Tuannya.
'Maafkan aku Ben. Aku tidak bermaksud...'
batin pria itu yang tak lain adalah Albert.
*......................
Wanita panjang itu mengaduh kesakitan karena memang tangannya seperti remuk.
“Bagaimana ayah kata Dokter dengan kondisiku?” tanya nya dengan cemas
“Sayang, kau tenanglah. Kau harus bisa sabar, Dokter berkata kalau kau harus memakai alat penyangga tangan dan sementara seperti itu agar kau sembuh, Dan ayah akan membalaskan dendam pada wanita hitam itu!” gumamnya memancarkan kilatan pancaran amarah karena putrinya sudah terluka akibat wanita hitam itu.
Frendy Frought tidak ingin gagal lagi kali ini, seperti pada saat itu mencegat Friska yang telah gagal semua karena memang wanita itu bisa menguasai beberapa taktik bela diri. Ia akan menyuruh pembunuh bayaran untuk membunuh Friska.
'Kali ini aku pastikan kau tidak akan bisa lolos dariku, wanita hitam! hahahaha' batinnya menyeringai kejam
“Sudah sayang, kau harus makan terlebih dahulu supaya kau bisa cepat sembuh dan bisa lebih leluasa membalaskan dendammu” ucap Frendy seraya menyuapkan sedikit sedikit bubur kepada Serra.
“Rek, kau harus mengawasi Nyonya mu dengan diam diam, aku tidak ingin sesuatu hal yang tidak diinginkan terjadi padanya, dan kau tempatkan lima puluh anak buah untuk mengawasinya dengan diam diam!Aku tidak ingin bajingan licik itu berani menyentuh Friska!” ucapnya
Memang, Albert tidak pernah berhubungan dengan wanita, namun Albert pernah menyukai wanita saat masa remajanya, wanita itulah yang membangkitkan semangat agar Albert bisa berdiri hingga saat sekarang ini. Ia mempunyai usul dari wanita kecil itu dan kemudian membuka usaha sendiri hingga berpengaruh seperti saat sekarang ini. Baginya, ia akan menikah dengan wanita itu saat sudah ia mencapai puncaknya dan dewasa.
Namun tidak disangka, wanita ternyata sudah lebih dahulu meninggalkannya karena dibully kemudian tertabrak oleh truk pengangkut bebatuan. Hingga tewas di lokasi kejadian. Hingga Albert terpukul dan tidak ingin mengenal wanita karena memang baginya wanita itu membuatnya ribet dan membuat terlahir rasa sakit di batinnya. Hingga saat ini ia tidak pernah menjalin hubungan dengan siapapun semenjak gadis kecil itu lebih dahulu meninggalkannya.
“Baiklah bos, aku akan menempatkan anak buahku dari kejauhan, dan aku juga sendiri akan turun tangan mengawasi Nyonya ” ucapnya seraya membungkuk hormat pada atasannya
“Oke, kau boleh keluar Rek. Ingat, jangan pernah kau telat seperti saat itu!” tegasnya
“ Siap bos, aku tidak akan pernah telat lagi seperti saat itu, ” gumamnya seraya melenggangkan kakinya keluar ruangan
................
“Ver, maaf ya makan makan dan nonton bioskop nya jadi gak jadi deh...” seru Friska dengan lirih
“Yaudah gapapa ko, aku ga ingin kamu kenapa napa kalau kita memasuki Restaurant
sekarang. Lain kali aja masih banyak waktu ko Fris” ucapnya dengan tersenyum tulus
“Kamu memang sahabat terbaik sepanjang jalan kenangan Ver” seru nya seraya terkikik kemudian mereka berpelukan seperti thinky wingky
“Aku akan baik karena kamu memang baik Fris, dan jika kau tidak baik aku juga akan tidak baik, ” jawabnya dengan polos
Mereka kemudian berbincang bincang dan kemudian bersenda gurau hingga cekikikan dan terbahak-bahak.Hingga tak terasa hari sudah mulai sore.
“Fris, aku mau pamit pulang dulu ya.Udh sore soalnya, takut Mami dan papa nyariin aku” ujar Vera
“Baiklah, mau diantar sopirku tidak?” tanya nya
“Tidak usahlah, lagian aku bisa sendiri ko naik taksi”
“Hah, kau sangat keras kepala Ver.. Takut terjadi apa apa denganmu kalau sudah larut gini. Kau diantar sopirku aja ya sampai tujuan dengan selamat, jadi aku tidak cemas dengan sahabatku yang lucknut ini” gerutunya
“Okelah, aku diantar sopir mu. Tapi tidak dibayar ya, soalnya ga bawa uang cash” celetuk nya dengan sedikit cemas
Friska tertawa, baru kali ini ia mendapat teman yang bloon nya minta ampun. Mana ada berongkos jika diantar kan oleh supir dia, pikirnya. Kemudian ia menggeleng gelengkan kepalanya karena mempunyai sahabat yang terlalu polos itu.
“Kau tidak perlu membayarnya Ver, aku tidak memintamu uang ongkosnya” ujarnya dengan sabar
“It's oke Fris, thanks ya ”
bersambung....
Jangan lupa like dan comment ya. Like mu semangat ku✨