
Friska berteriak histeris karena orang yang selama ini ia tunggu, ternyata tidak mengenalinya dan mempunyai seorang istri. Dan saat Bento dibawa oleh Frinka, Friska menangis histeris dan berteriak walau tengah ditenangkan oleh Arka, putranya.
“Mommy, tenang ya .. Mommy jangan sedih nanti Ar bales paman jahat itu” ucap Ar yang menatap Friska dengan sendu dan terasa sedih melihat Mommy nya seperti ini.
Friska menatap ke arah putranya, kemudian ia mengelap tangisannya agar tidak terlihat lemah dan takut sang putra mengetahui yang sebenernya ataupun mengerti arah pembicaraan Bento dan Friska tadi.
“Sayang... Maafin Mommy ya. Ayo kita pulang” ajak Friska sembari menghujani ciuman di seluruh wajah Arka dengan sayang.
“Ngga Mom.. Ar masih ingin paman jahat itu minta maaf sama Mommy dihadapan Ar” ucap Arka dengan bersidekap dada.
“Ar sayang... paman ga jahat ko sama Mommy.. cuman Mommy aja yang bapernya terlalu berlebihan” seru Friska dengan lembut mengusap kepala anaknya.
“Hayu kita pulang... nanti Oma nyariin sama grandma” ajak Friska lagi.
“Ayo.. eh tapi Mom bagaimana dengan camp nya Ar? Ar ga jadi camp dong... kan meren Ar yang pengen nya”
“Huhhhh dasar bocah .. gara gara kamu hilang camp nya dibatalin karena semua orang sama Mommy suruh cari kamu. Katanya kamu hilang”
“Abisnya Ar kesel sama cewek yang ngeledekin Ar terus” Sahut Arka lucu sembari mengerucutkan bibirnya yang mungil.
“Haishh kamu ini lelaki masa kalah sama cewek Dasar! Ayo ah kita pulang”
Dan akhirnya, Friska pulang dengan hampa berpamitan kepada Tuan Rumah yang ada hanya Frinka. Karena Bento tidak diizinkan bertemu dengan Friska oleh Frinka.
'Apa aku yang berhalusinasi atau kamu yang memang mengalami amnesia Albert?' batin Friska bertanya tanya mengenai pertemuan nya dengan Bento kemarin. Kini ia pulang dengan hampa dan kembali bersedih mengingat Albert tidak mengenalinya. Entah Friska harus berbuat apa.
Jalan demi jalan telah Friska lewati untuk pulang menuju Rumah, dan Friska hanya bisa mengikuti alur cerita kehidupan yang membawanya ke arah mana. Tentunya, Friska harus menyelidiki dulu siapa sebenarnya orang yang ditemuinya kemarin yang memang Friska yakini itu adalah suaminya yang sudah lama menghilang.
___________☘️
Perjalanan jauh yang cukup menguras waktu nya berhasil memporak porandakan perasaan Friska yang sudah lama hampa kini ia bersemangat kembali untuk mencari tahu siapa Bento sebenarnya.
Ya, kini Friska tengah menelfon seseorang.
“Hallo Paman”
“Iya, ada apa Nyonya” sahut Roy.
“Paman bisa bantu Fris gak cari tahu orang yang bernama Bento di pulau xxx”
Entah lelah atau bagaimana, Friska merebahkan tubuhnya diatas kasur dan terlelap begitu saja.
......................
“ Maafkan aku meninggalkan mu terlalu lama sayang... aku janji secepatnya akan pulang” gumam pria bercahaya itu tersenyum teduh ke arah wanita yang tengah tersedu-sedu.
“Tapi kamu sudah beristrikan lagi.. huhuhu.. kamu jahat!” teriak wanita itu sembari menangis menyakitkan.
“Maaf, dia bukan istriku tapi dia yang merawatku .. kamulah rumah ku satu satunya” ucap pria itu sembari mengelap air mata wanita yang tengah menangis.
“Jadi kapan kamu akan kembali?”
“Aku ga mau kembali! Aku mau disini sama kamu titik gapake itik!” kekeh wanita itu yang enggan untuk pulang.
“Sayang .. kau harus merawat putra kita. Dia membutuhkan mu sekarang apa kau mau putra kita itu dilema dan menangis terus terusan mencari Mommy nya?” rayu pria itu dengan lembut membelai wanita nya.
“Baiklah, tapi kamu ikut?!” lirih wanita itu sembari menatap sendu wajah pria nya.
“Aku ga bisa... banyak masalah yang harus ku selesaikan dulu .. aku pasti pulang” ucap pria itu.
“Tuh Kan kmu jahat!! putra mu juga merindukanmu dan membutuhkan mu! Apa kamu tidak kasian dengannya?” seru wanita itu menatap jengah tak habis pikir.
Pria itu menggeleng dan mengangkat tubuhnya kemudian ia berjalan ke depan dan memperlihatkan kembali senyum teduhnya, kemudian berbalik kembali tidak menghiraukan lagi teriakan wanita yang terus terusan memanggil namanya karena perlahan pria itu sudah menghilang ditutupi oleh cahaya yang sangat terang.
“Tunggu Albert!! Aku mau ikut dengan mu.. tidak!! jangan tinggalkan aku lagi Albert!! Tidak!! jangan!!” teriak Friska histeris mengeluarkan air matanya.
“Mommy... Mommy... kenapa Mommy...huhuhu.. Mommy nya Ar kenapa bibi” teriak Arka yang membangunkan Mommy nya tak kunjung bangun dan terus terusan berteriak dan mengeluarkan air matanya.
Hingga Friska tersadar dan bangun karena ia tahu itu hanya mimpi yang membuatnya kembali bersedih.
Ia menampilkan senyum terindah nya kepada sang putra karena menangis menatap kearahnya.
“Sayang nya Mommy kenapa?” tanya Friska lembut.
“Mommy tadi takutin Ar karena Mommy teriak teriak dan menangis... Mommy jangan buat Ar sedih lagi ya?” ucap bocah tampan itu sembari bersembunyi dan memeluk tubuh mungil Friska.