Become Your Love Expert

Become Your Love Expert
Selalu mencari gara gara



~ ***Happy Reading đź’–đź’–đź’–***~


Menjijikan, menjijikan. Begitulah ucapan orang orang yang mengunjungi Mall tersebut, karena memang Friska menjadi pusat perhatian semua orang.


“Fris, sudahlah. Jangan ladeni wanita itu!Sudah tau dia berbahaya, ayo kita pulang atau mau ke Restaurant dulu?” tanya nya


Friska membatu, ia menahan gejolak amarah yang ada di hatinya. Jika dia tidak dihadapan ramai orang seperti saat ini, mungkin dia akan membanting kepala wanita itu dan mematahkannya, karena sungguh sangat kesal pada kelakuannya.


Bukan Friska yang terus mencari gara gara dengan Serra, justru sebaliknya. Serra lah yang terus mencari gara gara dengan Friska.


Namun disini seakan mereka menghakimi bahwa Friska lah yang bersalah. Sungguh, orang kaya memang di nomor satukan.


Padahal mereka tidak tahu bahwa wanita hitam itu adalah adik dari Branden Fransisco Louis.


author kan mereka gak tau wkwk


“Heh! tahu panjang! Aku sudah berkali kali ngomong ya. Kau tidak usah mencari gara gara denganku, kau tidak puas dengan skors mu itu?” ejek nya dengan santai tidak menimpali sahutan sahabatnya.


Mukanya merah terlihat kilatan pancaran amarah di wajah wanita itu, ya Serra. Sorotan matanya tajam menatap Friska. Ia sangat sangat kesal dengan ucapan Friska.


Serra membanting pertahanan baju baju dan menghancurkannya karena amarahnya terhadap Friska.


“Wanita sialan!wanita hitam!Kau tidak pantas berada di dunia ini! Kau seharusnya menjadi arang saja karena tubuhmu seperti arang!” teriaknya lantang menggema di seluruh kawasan Mall tersebut


Beberapa security keamanan yang menjaga Mall tersebut, mendatangi Friska dan Serra yang sedang bertengkar. Suasana Mall itu mendadak menjadi riuh karena teriakan Serra yang mengundang banyak perhatian pengunjung.Dan beberapa wartawan langsung mewawancarai Serra karena putri dari Tuan Frought.


“ Nona, Anda sebaiknya menyelesaikan masalah anda diluar Mall kami, karena mengganggu kenyamanan pengunjung!” tegas Security tersebut kepada mereka bertiga


“Tidak!Dia yang sudah memulainya duluan maka dia yang harus menanggung malunya!” teriak Serra menunjuk Friska yang sedang santai mengamati nya.


Aduh Friska, Friska.Disaat orang lain sedang riuh kamu malah santai santai saja wkwk


“Aku?! Apa Aku tidak salah dengar ya Nona Serra Frought? Kamu duluan kan yang merebut gaun itu dan mencari masalah denganku” seru Friska menunjuk dirinya sendiri dan seolah olah ia menjawabnya tanpa beban, alias santai.


“Dasar Hitam arang! kau sungguh sangat mempermalukan Mall ini jika berbelanja disini ck” ejeknya dengan masih mengguratkan kemarahan di wajahnya


“Ya baik aku hitam, daripada kau?Kulit putih mulus namun wanita gila dan haus akan hormat! Yu ah capcuss Ver, aku kelamaan tertular virus sombong deh” seru Friska lalu menggaet lengan Verra.


Mereka tercengang karena kelakuan berani wanita itu yang seolah olah menantang kekuasaan Tuan Frought. Mereka bertanya tanya,


'Siapakah wanita itu?Apa dia tidak takut ya dengan kekuasaan Tuan Frought yang saat ini akan mengancam nyawanya?Apa dia lebih berkuasa?Ah tidak tidak!Masa berkuasa wajahnya hitam seperti arang' Batin Security itu yang masih tercengang karena tingkah laku Friska.


Belum sampai sana, Serra tidak ada kapok kapoknya mencari masalah memanfaatkan waktunya di hadapan publik untuk mempermalukan Friska. Ia menarik kembali lengan Friska dan memutar nya dengan kuat.


'Waw, ternyata dia ganas juga ya' batin Friska terkaget-kaget karena Serra bisa memutar tangannya hingga mengeluarkan bunyi


peletuk... peletuk ...


“Auww!Kau sungguh diluar batasan Serra!Aku dari tadi sudah sabar dengan tingkah lakumu yang mempermalukan ku dan tidak aku tanggapi karena tidak penting penting amat bagiku. Namun kau sudah keterlaluan Serra!Aku akan balik mematahkan kedua lenganmu bahkan akan mematahkan kelingkingmu!”


“Hiattttt!”


brug. brek..


satu tangan kanan


peletuk


satu tangan kiri


Friska menarik lengan Serra dan dengan mudah mematahkan kedua lengannya dengan kencang. Karena tangan Friska yang satunya terasa sakit akibat ulah Serra.


“Auww! Kau wanita laknat sialan! Aku akan membalas mu ******!” teriaknya mengaduh kesakitan takut takut tangannya tidak akan berfungsi lagi karena tadi terdengar patahan tulangnya. Ia buru buru berlari untuk diperiksa di Rumah Sakit terdekat.


Setelah kepergian Serra, semua orang pergi dan seakan tidak peduli akan kejadian itu.


Namun saat Friska memberikan perlawanan terhadap Serra, seolah olah Security di Mall tersebut tidak berfungsi. Dan para pengunjung disana pun tidak berfungsi karena mereka menonton tidak menanggapi nya. Malah menelan Saliva nya dengan payah karena kelakuan berani Friska. Sungguh sangat diluar nalar.


Namun setelah menyadari Serra keluar dari Mall tersebut, para wartawan langsung menyerbu Friska yang akan melenggangkan kakinya keluar dari Mall. Ia malah dihadapkan dengan para wartawan yang kepo dengan urusan hidupnya.


“Nona, maaf Anda sungguh berani terhadap putri dari Frought. Apakah anda tidak takut kalau dari sini Anda hanya akan pulang tinggal Nama?” tanya salah satu wartawan itu polos


“What?! pertanyaan konyol macam apa ini! Aku tidak takut sama sekali terhadap siapapun. Dan aku tidak peduli dengan kekuasaan siapapun. Bagiku jika dia berani menyenggol ku terlebih dahulu, maka aku tidak akan segan segan dengan orang itu. SIAPAPUN!” tegasnya


Belum sampai ia pada pintu masuk-keluar Mall, ia dihadapkan lagi dengan pertanyaan pertanyaan kepo.


“Wah anda sangat pemberani Nona. Apakah Anda dari keluarga yang berkuasa juga?Atau bahkan lebih berkuasa dari Tuan Frought?Ah tidak mungkin!Kau kan hitam, mana ada pengusaha yang hitam!” tanya salah satu wartawan lain dan kemudian dengan nyinyir menjawab pertanyaan nya sendiri


Dengan nada kesal, Friska menjawab


“Kau sudah menjawab pertanyaan mu sendiri. Dan kau tidak berhak tau siapa aku dan seperti apa kekuasaan ku. Awas!minggir, aku mau lewat!” desak Friska ingin segera menjauh dari tempat terkutuk tersebut karena memang sangat lelah menghadapi banyak masalah hari ini.


'Tiada hari tanpa masalah' pikirnya.


Rencana yang ia akan luncurkan setelah belanja dari Mall tersebut untuk makan di Restaurant dan menonton bioskop, hancur sudah karena permasalahan yang membuatnya terasa pusing. Lagi lagi Nenek sihir bermuka panjang itu selalu mencari gara gara dengannya.


__________________


“Permisi Tuan Albert, ” ucap seseorang yang tak lain adalah David


“Ya, ada apa?” jawabnya


“Apa kau tidak melihat berita Tuan?” tanyanya balik


“Aku tidak mempunyai waktu untuk membuang hal hal yang tidak penting untuk membuang waktuku. Katakan saja dengan cepat, jangan bertele tele bahwa kau sudah menerima informasi tentang Mole, Dav?” tanyanya menebak nebak


“Anda salah Tuan. Coba tebak lagi?”


“Sudahlah Dav! Aku tidak ada waktu untuk bermain tebak tebakan denganmu. Kau bermain saja dengan kucing lucknut agar kau bisa tebak tebakan dengannya ” ujar Albert dengan kesal


bersambung...


Maaf ya jika ada KESALAHAN penulisan, Harap dimaklum ya para Readers 🌹