Become Your Love Expert

Become Your Love Expert
Blander



Kini, pria tua paruh baya itu sedang memikirkan rencana yang ampuh untuk membalaskan dendam nya kepada Friska. Sungguh, ia berjanji akan membunuhnya dengan tangannya sendiri karena berani melukai putri kesayangannya.


“Kau apakah mempunyai rencana yang ampuh untuk membunuh wanita hitam yang sudah melukai putriku?” tanya Frendy kepada Mole, teman ranjangnya.


“Ckck, kemarin aku sudah bertanya padamu tentang rencana kita menghancurkan Albert, namun sekarang kau lebih mementingkan putri mu yang manja itu!” ucapnya dengan kesal


“Ayolah, kau jangan egois. Ini kesempatan bagimu untuk mendapatkan hati putriku itu. Dengan meluncurkan idemu, kau bisa mengambil hati putriku. Dan jika semuanya berjalan dengan lancar, kau akan mendapatkan apa yang kau mau” ujar nya dengan memelas


“Aku ada sedikit ide untuk perempuan yang kau sebutkan tadi. Untuk lebih tepat sasaran dengan rencana kita, kau harus tau dulu seluk beluk wanita itu, seperti identitas nya. Karena memang jika kau salah menyerang orang maka nyawamu yang akan memakan mu sendiri Frought!” ucapnya dengan menatap tajam ke depan


“Tapi kau sendiri yang menyerang Albert, apa kau tidak takut dan akulah yang dijadikan kambing hitam perbuatanmu!”


“Itu beda cerita Frought, aku punya dendam yang mengharuskan dia mati ditangan ku! Walaupun dia sangat berpengaruh di dunia aku tidak akan takut sampai dia benar benar mati ditangan ku. Baru aku akan sangat puas!” ucapnya dengan sedikit meninggikan suaranya


“Baiklah, terserah kau saja. Ayolah apalagi rencana mu yang belum tadi kau lanjutkan?”


“Ini sedikit berisiko Frought, kita sudah tidak mempunyai sarang mafia pelindung kita lagi. Dan kau harus menyewa pembunuh bayaran yang memang tidak diragukan lagi kemampuannya, jika memang wanita itu sangat berpengaruh!”


“Aku juga sempat memikirkan itu Mol, cuma masalahnya dimana harus aku temukan pembunuhan bayaran itu, dan masih sedikit khawatir juga kalau rencana ini tidak sesuai dengan harapan kita.. ” ujarnya sedikit cemas


“Kau meragukan kemampuan ku Frought?Apa kau tahu?Aku mempunyai pembunuh bayaran yang sangat lihai dan terbukti kemampuan nya yang bergerak dengan sangat cepat, ia dijuluki 'Si cepat' dan hanya sekali pukulan saja bisa membuat si korban itu mati dengan mengenaskan karena pukulannya”


“Kau tahu darimana tentang semua ini Mol?” tanyanya


“Tidak usah kau tahu bagaimana aku tahu semuanya, yang penting kita mencoba dulu biar gagal aku masih mempunyai kekuatan kekuatan yang lain!” seru Mole dengan sedikit kesal.


Karena pria itu memang bodoh jika menyangkut tentang rencana. Bagaimana ia memegang bisnis jika dia seperti ini. Memang sudah sejak lama setelah mendiang istri Frought meninggal, semua bisnis Frought dijalankan oleh Mole. Karena memang Frought hanya dijadikan kambing hitamnya saja, ia tetap menuruti segala ucapan Mole yang menurutnya selalu benar.


“Baiklah, aku akan menuruti ucapanmu Mol, lihat saja, wanita itu akan mati sebentar lagi!” ucapnya dengan seringai licik penuh dendam


“Ehmmmft... Aku sedang tidak siap Frought, kau tiba tiba saja menyerang ku!” ujar nya dengan kesal


“Ayolah sayang, pisang ku sudah tidak tahan untuk masuk ke dalam sarangnya” ucapnya dengan nada memelas sesaat setelah mencium ganas Mole


Mole dengan santainya mendorong Frought karena memang ia juga sedang tidak tahan dengan hasrat nya yang belum tersalurkan, kemudian ia membuka satu persatu kancing kemeja Frought dan terjadilah sesuatu yang membuat birahi mereka meninggi. Kalian pasti tau kelanjutan nya ya.


______________________


“ Ahhhh, sedikit lagi aku akan keluar sayang... terus lagi Ah...” seru Mole dengan mendesah penuh hasrat dan ingin segera mengakhiri pergulatan panas itu.


“Sebentar lagi ya sayang, aku belum mencapai puncaknya” ucap Frought dengan nafas memburu dan degup jantungnya seperti berlari marathon karena kecapekan.


“Aku masih ingin sayang...” ucap Frought penuh nafsu


“Ckck, jika ada maunya saja memanggilku sayang! Aku lelah Frought aku ingi beristirahat kau tadi menggumulku hingga 3 jam, kau sangat sangat keterlaluan Frought!” dengan kesalnya


“Kita sudah saling memuaskan kan? Kau tidak perlu munafik sayang.. kau mau lagi kan?” ucapnya


“Apa kau tidak mendengar Frought?! Aku lelah dan kau belum menjenguk putri manja mu itu kan? Jenguk lah jangan terus menganggu ku! Aku akan tidur sebentar” tolaknya


“Baiklah, terserah kau saja awas kalau kau meminta duluan!” ucap Frought lalu meninggalkan Mole yang ingin terlelap tidur.


_______________________


“Bland? Apa kau capek?” tanya wanita itu kepada pria yang disebut Blander


“ Tidak sayang, aku hanya lelah saja” ucap nya santai


“Ckck, sama aja. Bilang saja kau tidak ingin berlama-lama denganku Bland!”


“Tidak Kindow sayang, aku tidak jadi lelahnya ko” ucapnya, namun lain kata dengan hatinya


“Baguslah, semenjak kau putus dengan Friska kau kelihatan lebih ceria Bland.. ”


“Iya, karena aku tidak leluasa jika dengan wanita rasa mafia itu. Dia selalu mengancam ku dengan pistol nya, jika aku melakukan sedikit saja kesalahan” ucap pria yang bernama Blander tersebut.


“Sudah kubilang kan?! Friska itu wanita yang seperti lelaki, ya walaupun dia wanita yang sangat cantik namun dia seperti duri yang akan menusuk jika dia terusik”


“Untung saja aku tidak sampai menikah dengannya, kalau iya aku pasti akan menyesali itu dan bunuh diri” ucapnya


Namun, Blander jauh di lubuk hatinya ia tidak sejalan dengan ucapannya, walaupun Friska begitu namun itu hanya tameng saja untuk menutupi lukanya yang dipaksa menjadi kuat.


“Sekarang kau bahagia lah dengan ku Bland, kau harus melupakan wanita itu. Akulah yang harus satu satunya yang ada dihatimu” ucapnya dengan menggaet lengan Blander


“Apa kau sudah puas belanja nya sayang?”


“Sudah sih, kau lihat?Bagusan yang warna merah atau warna hitam?” tanya nya dengan mendaratkan baju itu memilih mana yang cocok menurutnya


“Biru” jawabnya tanpa melihat karena terlalu fokus dengan gadgetnya


“Kau tidak melihatnya. Aku hanya bertanya bagus yang merah atau hitam, kau malah menjawab yang biru! Dasar cowok ga pekaan!” seru Kindow seraya merebut mainan Blander yang dipegangnya itu.


“Kau apa apaan si Kindow!Kau tidak berhak mengaturku!berikan ponselnya!” ucapnya sedikit meninggikan bicaranya


“Aku berhak mengatur mu, karena memang kau kekasihku Bland!” seru Kindow berkaca kaca karena ucapan pahit yang dilontarkan kekasihnya


“Ya, hanya sebatas teman ranjang” ucapnya dan meninggalkan wanita yang tengah berkaca kaca itu


Kindow mengusap aliran bening yang mengalir setetes di wajahnya, memang ia mendapat kan Blander dengan mudah karena menyerahkan tubuhnya. Kindow yang memang sudah terlalu bebas ia tidak peduli lagi dengan harga dirinya, dan terlalu mencintai pria kekasih sahabatnya itu terus menggoda Blander hingga ke pelukannya. Namun terkadang sifat Blander yang seperti bunglon kadang membuatnya merasa frustasi.


bersambung....


Visual Blander


u



Visual Kindow Erasmus



Jangan lupa like dan comment ya. Like mu semangat ku✨


I Love you All🌹