Become Your Love Expert

Become Your Love Expert
Kebenaran sesungguhnya.



University of Oxford.


“K..kau?!! Kau kan Mahasiswi kemarin yang baru masuk ya?” tanya Serra dengan sedikit heran dan terkejut tentunya.


“ Iya memangnya kenapa?Toh aku juga sangat membenci Friska” seru wanita itu yang tak lain adalah Kindow, tersenyum licik.


“Baguslah, semakin banyak orang yang membenci Friska, semakin banyak juga orang yang mau membantuku” seru Serra dengan seringai liciknya.


“Ya, ayo kita kembali ke kelas. Nanti mereka akan tahu kalau kita disini, ” ujar Kindow.


Mereka kembali ke kelas.


Namun dua orang yang tengah membersihkan toilet itu memutar bola matanya jengah saat pembalut pembalut tersebut berserakan semakin banyak di lantai.


“Ver, ini pasti ada yang ngerjain kita!” gerutu nya kesal.


“Yayaya Fris, dan tadi tidak terlihat seperti ini” timpal Vera menambahi.


“Sial! ini pasti ulah si Serra gaada kapok kapoknya tuh orang!” gerutu nya dengan dipenuhi amarah.


Karena begitu letih ia membersihkan dari pagi hingga siang dengan bau dan kotor, kini banyak pembalut pembalut orang yang tidak bertanggung jawab berserakan.


Mau tidak mau tanpa mengeluh, mereka membereskan pembalut tersebut dengan cepat dan itu sangat melelahkan, butuh satu jam karena pembalut tersebut tidak mau habis dan sangat banyak.


Setelah menyelesaikan hukumannya, dua orang yang nafasnya tersengal sengal itu duduk beristirahat dulu.


'Kali ini aku tidak akan membalas perbuatan Serra, karena sama saja jika aku melawannya. Karena dia akan semakin gila!' batin Friska mengumpat Serra.


*******


Setelah kepulangannya dari kampus, mereka tiba di parkiran.


'Aduhh! Selalu saja aku bertemu dengan mereka. Bisa bisa pantatku darah tinggi jika terus begini!' batinnya mengeluh melihat orang yang menghampiri nya, yang tidak lain adalah Serra, dan kini bertambah dengan Kindow.


Dengan wajah sebalnya, Friska tidak memperdulikan mereka karena tidak ingin pantatnya darah tinggi. Kemudian ia tanpa menghiraukan mereka langsung naik mobil Vera begitu saja.


“Hey!Lo mau kemana!” teriak Serra menggila.


“Cih, sudah buntung juga masih berani berteriak!” sinis Friska dari kejauhan.


“Kindow, ko si itu pergi gitu aja ya! padahal aku masih ingin membuat perhitungan sama dia!” gerutu Serra pada Kindow.


“Hay guys, maaf ya aku telat hehe. Biasa abis jalan sama ayang ” ujar seseorang dari belakang yang menimpali dua orang itu siapa lagi kalau bukan Liza.


“Cih! Gak nanya dan gak mau tanya!” gumamnya dengan jutek.


'Mentang mentang punya teman baru, kawan lama dilupain. Awas kau Ser!' batinnya mengumpat Serra dan menatap sinis orang yang disamping Serra.


_______________🌧️🌧️🌧️___________


Markas black gold.


Wanita itu tengah melamun terkejut, ia tidak menyangka kejadiannya akan seperti ini. Diluar dugaannya.


“Ya ini aku Albert. Kau kenapa tercengang, kaget?!!” gumam Albert dengan mencengkeram dagu wanita paruh baya itu dengan wajah sinis.


“Aku hanya tidak menyangka kau masih hidup Albert! Seharusnya kau menyusul putriku!” tegasnya tanpa takut menatap Albert dengan tajam.


“Putrimu?Oh ya, kau masih salah faham dengan kejadian lima belas tahun yang lalu?” tanya nya dengan sedikit merendahkan suaranya.


“Maksudmu?” tanya nya dengan menaikkan sedikit alisnya penasaran dengan arah pembicaraan Albert.


“Jangan berpura pura bodoh!Putrimu bukan tewas karena ku! Mana mungkin aku tega membunuh orang yang aku cintai!” tegasnya dengan menatap lurus ke depan, tanpa melihat wanita paruh baya itu yang tengah kebingungan.


“Apa buktinya?!! Aku sungguh tidak percaya dengan omong kosong mu Albert!” elaknya dengan sedikit tidak terima dengan perkataan Albert yang tidak mengakui kesalahannya.


“Terserah kau mau percaya atau tidak. Yang jelas, aku hanya ingin memberi pilihan padamu. Setelah kau melihat bukti ini, kau harus memilih!” tegasnya dengan mengkode anak buahnya untuk memberikan bukti itu pada Mole.


Mole terdiam, melihat bukti yang ditangan Reki. Dengan berkaca kaca dan tertunduk lemah, ia kemudian bergumam.


“Albert, katakan padaku siapa yang menabrak putriku!!” lantang nya dengan mengguncang guncang tubuh kekar Albert karena masih tidak percaya.


Dengan wajah penuh air mata, wanita paruh baya itu menangis tidak terima tentang penabrakan putrinya entah oleh siapa. Dan di Vidio durasi lima menit itu, terlihat Albert dengan sigap menyelamatkan nyawa putrinya namun telat, ia sudah diambang nyawa sebelum Albert menyelamatkannya.


“Katakan Albert, katakan padaku siapa orang yang membunuh putriku!” teriaknya dengan menangis dan masih menggila mengguncang guncang tubuh Albert.


Albert tertegun, ternyata orang yang menuduhnya selama ini begitu lemah dan rapuh, memang siapa yang tidak menangis dan hancur jika putri kesayangannya meninggal dengan begitu tragis dan tanpa tanggung jawab. Disana hanya terlihat Albert lah yang menyelamatkan nya, namun fakta itu seolah menutup mata Mole dan menuduh Albert tentang dalang dibalik semua itu.


bersambung....


Jangan lupa like dan comment ya 🌹