Become Your Love Expert

Become Your Love Expert
Berseri seri



Kedua insan yang masih berbaring itu tidak menyadari Kini mentari sudah naik. Mereka berdua tidur saling berpelukan, karena tidak ingin merasa kehilangan mungkin.


Pria itu tengah mengucek ngucek matanya dan membuka matanya.Menatap wanita yang tengah disampingnya tidur sambil mulut terbuka, Albert baru melihat pemandangan ini. Mungkin karena Albert yang dulu terbangun, karena biasanya Friska lah yang terbangun duluan.


Dengan melebarkan senyumnya, pria itu mengecup lembut kening istrinya yang masih tengah tertidur.


Albert bergegas mandi karena sudah melihat jam sudah diangka 8.00 waktu setempat.


'Aku pasti telat. Karena ada meeting seharusnya jam 8 ini' batin Albert terburu buru bergegas. Melihat benda pipih yang ada di nakas, firasatnya benar. Ben sudah ratusan kali menelfon nya.


Saat hendak membuka matanya, Friska meringis ternyata bagian bawahnya terasa sakit sekali. Lihatlah noda merah di seprei nya belum dibersihkan. Bisa gawat jika ada yang melihat ini, pikirnya.


Kenapa harus gawat?kan mereka wajar suami istri benar tidak.


Friska mengganti seprei nya, kemudian ia berdiri tertatih tatih karena salah satu tubuhnya merasa sakit sekali.


“Uh, ini sakit sekali. Apa ada obatnya ya?” gumamnya pada dirinya sendiri.


Namun setelah ia bergumam seperti itu terlihat ada tangan yang melingkar di perutnya dan terdengar bisikan seorang Albert Leonard.


“Obat nya adalah melakukan hal yang sama. Dijamin ketagihan lagi dan kau kali ini tidak akan merasa sakit tapi akan terus menerus meminta ingin lagi padaku” dengan suara beratnya Albert berbisik namun di telinga Friska Albert seperti berucap seksi dan merinding.


Tentu saja Friska salah tingkah, wajahnya sudah merah seperti tomat. Jika Albert melihatnya maka ia akan mengejek atau pun malah senang melihatnya.


Setelah Albert puas membuat Friska seratus persen malu sekaligus merinding, ia bergegas untuk berganti pakaian karena Albert hari ini sangat sibuk, ia harus menguruskan ini dan itu. Semuanya sangat melelahkan, namun ia harus tetap berada seperti ini agar ia dihormati.


Friska yang menyadari bahwa Albert sudah tidak lagi memeluknya ia langsung lompat ke ranjang dan berjingkrak-jingkrak seperti mendapat mainan baru.


'Aku yakin sebentar lagi kau akan jatuh cinta padaku. Dengan senang hati aku akan menjadi pakar cintamu Tuan Tampan'


Batinnya senang karena Albert mau lebih dulu memeluknya dan tentu saja ini adalah awalan bagi mereka.


Ketika Albert keluar dari Walk in closed, ia mengerutkan keningnya saat Friska tengah berjingkrak jingkrak.Namun berhenti saat Albert menatap nya dengan tatapan aneh.


Namun Albert tidak peduli dengan hal itu karena ia tidak ingin membuang waktu nya karena sangat terburu buru melakukan sesuatu hal.


“Kau faham tidak?!” tegas Albert namun masih dilembutkan suaranya.


Friska menganggukkan kepalanya, sembari tersenyum ke arah Albert. Sesuatu hal yang Albert tidak pernah melakukan ini padanya sebelumnya. Hanya akting dihadapan keluarganya dan keluarga Albert saja.


Hati Friska bagai digelitik ribuan kepompong yang menjadi kupu kupu. Bahkan ia terlihat berhayal bahwa suatu saat Albert akan bucin kepadanya dan dia akan dengan senang hati menjadi pakar cinta seorang Albert Leonard.


“Aduh aku terbuai dengan perlakuan mu Albert” gumam Friska pada dirinya sendiri dengan wajah yang terus tersenyum.


___________🌨️🌨️🌨️_______________


Semua menundukkan kepalanya dan terbungkuk menyambut Tuan Albert Leonard. Albert yang memang tegas dan tidak pernah tersenyum kini wajahnya terlihat berseri seri.


Semua orang karyawan nya di kantor terlihat berbisik bisik dengan keanehan Tuannya, karena tidak biasa nya Albert seperti ini, apalagi ini di kantor.


Biasanya Albert tidak pernah sedikit tersenyum, yang ada jika seseorang melakukan kesalahan-kesalahan sedikit pun ia akan memecatnya dengan kejam.Tidak kasihan pada siapapun.


“Pagi semua, ” sapa Albert dengan wajah berseri seri namun tidak ditampakkan kepada seluruh karyawan nya.


“Pagi Tuan” serentak menjawab dengan kompak.


Albert bergegas kepada ruangannya. Namun dirinya sudah disambut wajah garang Ben, namun itu tidak membuatnya takut. Apa gunanya jika ia berada di posisi Direktur, namun takut terhadap Asisten, sungguh lucu sekali.


“Ada apa dengan wajah mu Ben, apa kau tersengat nyamuk malaria?” ejek Albert yang tidak marah ditatap garang oleh Asisten nya, biasanya ia malah marah jika Ben menampakkan wajah garang nya itu.


“Tuan ini sudah jam berapa?!! Anda telat dua jam Tuan. Pihak perusahaan lain sudah membatalkan kerja sama nya pada kita. Proyek ini sungguh menguntungkan, namun Tuan mengacaukannya” gumam Ben panjang lebar.


Namun Albert hanya acuh saja dan berlenggang masuk ruangannya dengan mengedikkan bahunya acuh.


“Itu urusan mereka, mereka yang rugi bukan kita. Aku tidak memaksa jika ia ingin bekerja sama dengan ku” ucap Albert dengan santai tanpa dosa.


bersambung...


JANGAN lupa like dan comment ya teman teman readers tersayang 🌹