
Tiba tiba orang yang tengah bertengkar itu kini dikejutkan oleh wanita yang masuk ke kelas mereka.
“Stop! Perkenalkan ini ada teman baru kalian yang masuk fakultas ini.” Tegas Dosen tersebut hingga dua orang itu tengah menatap wanita yang ada di depan dengan Dosen itu.
Dan Sontak salah satu wanita diantara dua orang yang bertengkar itu membulatkan matanya karena terkejut.
'Aku tidak salah liat?Itu si mantan pelakor ngapain kuliah disini' batin salah satu wanita itu.
“Ayo, perkenalkan dirimu. ” Perintah Dosen itu terhadap wanita baru itu.
“Em, haii?! Namaku Kindow Erasmus. Semoga kita berteman dengan baik ya... ” Ucap wanita itu ramah namun tidak menyadari ada orang yang menatapnya tajam dari tadi.
'Kenapa harus dia kembali ke kehidupanku tuhan?! Aku sangat sakit jika melihat wajahnya.. ' batinnya mengeluh menatap tajam wanita yang ada didepan.
“Oke cukup perkenalan nya ya. Kau duduklah di bangku yang kosong. Ohya, itu nah dekat Friska” ucapnya menunjukkan bangku yang kosong.
'Friska?!!!' batinnya menggebu gebu mengingat perbuatannya kepada Friska. Namun itu tidak menutup kemungkinan bahwa ia masih membenci Friska, karena memang iri terhadap apa yang Friska selalu dapat.
“Tidak pak!Disini ada teman saya, Vera.” Gumamnya tajam.
Kemudian Friska mengkode kepada Vera untuk berada didepan, bukan dibelakang nya agar ia tidak dekat dengan mantan pelakor, lebih tepatnya mantan sahabatnya.
Vera mengerti, ia lalu pindah ke depan agar dekat dengan Friska. 'Entah ada konflik apa Friska dengan Mahasiswi baru itu, seperti nya mereka saling kenal'. Pikirnya.
“Baiklah, Kindow kau duduk di bangku belakang saja.” Perintah Dosen tersebut yang memang seperti mengistimewakan Kindow, entah ada hubungan apa Kindow dengan Dosen itu. Yang Friska lihat Dosen itu sepertinya keluarga Kindow, pikirnya.
' Ckck, harusnya dia berada di China, bukan tempatnya disini' batinnya menatap sengit wanita yang berjalan menghampiri bangku nya itu dan melewatinya.
Sepertinya musuh Friska bertambah, karena raut dari wajah Kindow menandakan bahwa ia masih membenci Friska,itu sangat terlihat sekali.
“Ada apa kau melihatku seperti itu Friska?” tanya Kindow sinis saat berada di jalur bangku Friska.
“G!” singkatnya cuek dan langsung menatap lurus.
'Setelah putus dari Blander, rupanya wanita itu telah berubah menjadi kulkas' batin nya tersenyum puas.
___________⛈️⛈️⛈️________________
Hospitality.
Wanita paruh baya itu tengah setia menanti nantikan kesadaran anaknya. Karena ia dari semalam berjaga menjaga putra semata wayangnya.
“Brand, ayo sadar Nak. Liat Mommy disini, jangan pernah tinggalkan Mommy. Kau sudah berjanji pada Mommy sayang... ” gumamnya menatap sendu putranya yang memakai peralatan medis.
tok tok tok.
Ia segera mengusap air matanya, kemudian membuka pintu siapa yang masuk. Jika Dokter ataupun perawat tidak mungkin mengetok dulu kan, pikirnya.
“Hai Tante,, Aku boleh melihat keadaan anak Tante?” tanya nya sedikit kaku menyapa wanita paruh baya tersebut.
Wanita paruh baya itu menelisik siapa dia, karena memang kemarin ia tidak memperhatikan orang yang menyelamatkan Branden, karena memang keadaannya terburu buru.
“Oh ya, kamu siapa?” tanya nya dengan mengerutkan keningnya.
“Em, sa... Saya te..” belum melanjutkan perkataannya tiba tiba dari arah belakang ada orang yang menimpali Caren.
“Tentu saja dia Calon Istri kakak Mom, sekaligus orang yang menyelamatkan kakak kemarin. Memangnya Mommy tidak tahu ya” gumam wanita yang memang sebaya dengan Caren.
“Oh ya?Silahkan masuk nak. Mommy pikir kamu siapa, ” ucap nya dengan terkekeh.
'Entah kenapa, aku bisa berada disini. Mungkin hatiku menyuruh itu, karena saat pertama kali memandang Branden, aku pertama kali merasakan hangat.' Batinnya terus berbicara.
Caren akui, ia memang sangat jatuh hati pada pandangan pertama pada Branden. Siapa yang tidak akan jatuh hati terhadap putra dari keturunan Louis. Yang memang tampang nya sangat membuat siapapun kaum hawa meleleh. Namun tidak ada yang bisa mendapatkan hatinya.
“Ayo nak masuk, kenapa bengong gitu. Nanti kerasukan tuyul yang mau menyusu padamu” Gumam sang Mommy dengan sedikit mencandai wanita yang bernama Caren itu agar tidak terlalu kaku.
Caren membulatkan matanya jengah, baru kali ini ada orang yang berbicara padanya, dengan gesrek lagi, pikirnya.
“Hehe iya Tan, ” singkatnya dengan menyunggingkan sedikit senyumnya. Tipis sekali hingga orang menyangka ia bukan tersenyum.
“Bagaimana keadaan kakak Mom? Apa dia sudah ada pergerakan?” tanya Friska menatap kakaknya sendu.
Sudah beberapa hari ini ia tidak ada teman berdebat, berkelahi. Karena kakaknya tidak sadarkan diri hingga saat ini. Meskipun ya, ada Albert tapi kini si dingin itu tidak tersentuh, entah mengapa.
“Belum nak, kakak mu belum ada pergerakan sama sekali. Oh ya, kau kesini dengan siapa?” tanya nya berusaha menutupi kesedihannya.
“Tuh, ” ia menunjuk Caren yang memang ia berangkat dengan Caren karena Albert sedang sibuk hari ini.
bersambung...
Jangan lupa like dan comment ya🌹