Become Your Love Expert

Become Your Love Expert
Kembali ke College .



University Of Oxford.


Setelah berlama lama dirawat di rumah akhirnya wanita itu kini bisa menginjakkan kakinya di kampus.Namun masih memakai alat penyangga tangan setelah kejadian itu.


'Kemana wanita hitam itu ya?Apa dia telah kabur karena tidak ingin dipenjara?' tebak nya didalam hati karena mencari cari keberadaan Friska namun nihil, ia tidak mendapatkan nya.


“Sedang mengintip siapa kau Serra?” tanya Caren.


“Apa kau melihat wanita hitam itu?” tanya balik Serra.


Caren mengerutkan keningnya, mungkin Serra tidak tahu penyamaran Friska, pikirnya. Karena Serra menanyakan hal itu padanya.


“Untuk apa kau mencari wanita hitam itu?” tanya nya dengan datar dan dingin.


“Kau itu?! Kau tidak melihat tangan ku dan berita yang ada di Departemen Store? ” tanya nya dengan sedikit kesal ternyata sahabat nya tidak memperhatikan nya.


“Memangnya tangan mu kenapa itu dan karena ulah siapa?” tanya Caren semakin penasaran karena ia memang melewatkan berita heboh itu karena fokus menyelamatkan Branden.


“Tentu saja itu karena wanita hitam itu Caren!Aku kan tadi sedang menanyakan keberadaan wanita hitam itu!” bentak nya seraya menggertakan giginya karena kelewat kesal.


“Oh ya?Kenapa aku tidak tahu ya?” tanya nya berpura pura polos.


“Tentu saja kau sahabat yang kurang kompeten dan kurang memperhatikan sahabatmu ini dan persahabatan kita!” gerutu nya kesal.


Tiba tiba saat ia masuk ke kelas, ternyata ia mengenali seseorang yang sedang bercengkrama dengan Vera, teman satu paket wanita hitam yang dibencinya.


'Siapa dia? Sepertinya aku mengenalnya?Tapi dimana ya? Oh ya tuhan kenapa semua orang menatapnya kagum begitu!Aku tidak bisa membiarkan seseorang mengalahkan kecantikanku!' batinnya kesal melihat anak baru itu yang tidak lain dan tidak bukan adalah wanita hitam yang dibencinya, Friska.


Serra langsung menghampiri wanita yang sejak tadi mengusik perhatian kelas dan tentu saja mengusik perhatiannya.


Ia langsung mendorong orang orang yang menghalangi nya untuk menghampiri wanita itu.


“Lihat lihat itu si Serra! so gitu padahal kekayaan nya dibawah keluarga Louis” bisik bisik teman satu kelasnya memandang rendah Serra, karena terlewat kesal dengan wanita angkuh itu.


Tanpa rencana, wanita yang dikatakan keturunan Frought itu langsung menjambak tiba tiba wanita yang mengalahkan kecantikannya, Sontak sang korban langsung menghentikan obrolannya dengan sahabatnya dan langsung menatap tajam wanita itu.


“Kau apa apaan si Serra!” bentak nya kesal karena lagi lagi Serra selalu mencari gara gara dengannya.


“Kau yang apa apaan! Kau siapa mengapa kau duduk dibangku si hitam!” tanya nya tapi dengan nada membentak.


“ Tentu saja aku si hitam yang kau hina itu! Kenalkan kembali namaku Friska Putri Louis!” tegasnya dengan angkuh memperkenalkan dirinya seraya mengulurkan tangannya menatap tajam Serra.


“What?! Jadi kau yang selama ini mematahkan tanganku dan berpura pura hitam! Ckck, dasar memang wanita munafik” ejek nya tanpa membalas uluran tangan Friska.


“Aku memang munafik tidak seperti kau memperlihatkan kepada dunia bahwa kau itu berkuasa, lebih tepatnya sok berkuasa! Ingat, diatas langit masih ada langit!” ejek nya menatap Serra dengan tatapan mengejek.


“HAHAHA Siapapun kau aku tidak akan takut sekalipun kau putri dari Luois! Dan aku tidak takut ingat itu!” seru Serra dengan tatapan sengit, seolah menantang Friska untuk berperang.


“Kau tidak bosan membuat masalah denganku?! Atau kau masih kurang ingin dipatahkan kakimu?” tanya nya dengan menatap rendah wanita dihadapannya.


Serra membisu, disisi lain ia sangat ingin membalaskan dendam wanita yang ada dihadapannya. Namun disisi lain ia tidak ingin ceroboh karena ia menggunakan satu tangan dan tidak ingin Friska mematahkan kakinya, sungguh ia takut sebenarnya dengan bela diri yang Friska kuasai.


“Aku tidak ingin mencari gara gara dengan mu disini, kau tidak melihat kita menjadi pusat perhatian orang orang?” Sahutnya dengan tegang takut tiba tiba Friska menyerangnya.


“Memangnya aku pengecut dan bodoh ingin mempertontonkan kebusukan ku?” seru Friska dengan tatapan masih mengejek.


“Sudahlah Fris, kau tidak perlu meladeni orang gila itu. Dia memang tidak ada bosan bosannya mencari gara gara dengan mu. Kau tidak perlu meladeni orang gila, bisa bisa kau ikutan gila!” ejek Vera menengahi namun sedikit berani karena tahu kalau Friska memang dari keluarga terpandang yang jauh kekayaannya dari atas Tuan Frought yang sombong.


“Kau berani mengejekku?!” tanya nya dengan sedikit memandang rendah Vera, karena sebelumnya Vera tidak seberani itu padanya. Menatapnya juga takut apalagi mengejeknya. Sungguh ini diluar dugaannya.


“Tentu saja berani, Vera sahabatku karena kami manusia kau dan aku manusia karena sama sama makan makanan bukan beling!” Jawab nya.


bersambung.....


JANGAN LUPA like dan comment ya✨