
Brakk!
Pria itu memuncratkan amarah dengan menggebrak meja dan ekspresi yang sangat marah diwajahnya karena Asisten kurang ajarnya itu selalu saja memantik api kemarahannya dan selalu saja tidak bertanya terlebih dahulu.
“Kau!Aku bilang kau harus bilang dulu padaku. Pada siapa kita bekerja sama, meskipun menguntungkan tapi aku tidak Sudi kau tahu?!” bentaknya karena sangat kesal pada Asisten nya yang satu ini.
“Ma... Maaf Tuan, Saya tidak tahu kalau perusahaan Frought memang tidak diperbolehkan bekerja sama dengan perusahaan kita. Saya hanya ingin meraup untung jika bekerja sama dengan perusahaan tersebut.” ujar nya dengan sedikit tergagap.
Nyalinya langsung menciut setelah Albert memancarkan amarahnya yang sering ia lihat dan kini menampakkan nya lagi karena ulahnya, sungguh David sangat menyesal.
“Maaf mu tidak bisa mengembalikan semuanya Dav!” lantang nya dengan menatap marah pada David.
“Bisa Tuan, Tapi kita harus membayar uang kerugian jika kita membatalkan proyek dengan perusahaan Frought” dengan hati hati ia mengucapkan jalan keluar dari masalah ini.
“Itu lebih baik!Daripada aku bekerja sama dengannya yang mungkin bisa saja ia melakukan kecurangan dan terjadi hal hal buruk pada perusahaan!” gumamnya tegas memberi perintah
'Aku harus memberitahu bos' batin wanita yang tak lain adalah Sekretaris baru Albert, menguping pembicaraan Asisten dan Direktur tersebut dari luar.
tap tap tap
Suara pantofel sepatu pria yang akan keluar, buru buru sang sekretaris itu pura pura membawa berkas yang ada ditangannya untuk diberikan kepada Direktur.
“Mau apa kesini?” tanya David menyelidik.
“Ma.. mau mengantar berkas ini untuk ditandatangani Tuan” seru nya dengan tergagap.
“Oke, ” ucap David acuh tak acuh melenggangkan kaki keluar dari ruangan Albert.
Tok tok tok
“Masuk” ucap pria dari dalam dengan nada yang sangat dingin.
“Maaf Tuan, saya mau mengantarkan berkas berkas ini yang perlu ditandatangani.” gumam Sekretaris tersebut.
“Taro saja disitu” ucap nya dengan dingin masih fokus terhadap laptopnya.
“Kenapa masih disini?” tanya nya
“Oh i..iya Tuan, saya akan keluar maaf” ucap nya tergagap saat dirinya masih berdiri memandangi wajah tampan yang membuatnya kagum.
'Wanita ****** itu terus bolak balik, padahal dari tadi saja kalau mau ku tandatangani, ck' batinnya kesal
“ Hallo bos, Tuan Albert akan memutuskan kerja sama nya dan memilih membayar kerugian dari pada kerjasama dengan Anda, itu yang saya dengar” ucap wanita itu yang tak lain adalah Delona.
“Bagus. Kerja mu sangat bagus, kau lebih perhatikan lagi ucapan dan rencana apa yang akan diluncurkan oleh mereka” Ucap seseorang dibalik telfon yang tak lain dan tak bukan adalah Frendy Frought.
“Oke bos, saya akan segera laksanakan asal uangnya tidak lupa” ucap wanita itu menyunggingkan sedikit senyumnya.
“Kau itu!Itu tidak seberapa kau harus lebih dalam dan detail lagi menjadi mata mataku!” gumam Frought dengan sedikit kesal belum apa apa minta bayaran, padahal kemarin sebelum ia meluncurkan tugas dan belum diberi perintah sudah ia bayar.
“Baiklah” ucap Delona dengan semangat menutup telfon tersebut.
____🏃______________
Mansion Luois.
Tetot.. tetot
Suara bel kediaman Louis berdengung, pelayan segera membuka pintu.
“Fris, suamimu sudah datang Nak.. ” teriak Mommy dari bawah dengan keras
Friska yang tidak mendengar teriakan Mommy karena sedang memakai earphone asyik sendiri dengan dunianya.
“Tonenot nenot... Nanananana” teriaknya seraya bergoyang gutak gitek pantatnya yang tidak mau diem.
Tap tap tap
Brakk!
Kemeja lelaki itu ia sengaja buang di wajah Friska agar menyadari dia tidak sendiri.
'Dasar wanita gila. Bisa ketularan gila aku tinggal sama dia' batin Albert bergidik ngeri.
“Em, ini apa ya kenapa bau ketiak mendarat di wajahku. Mana mungkin kan penyanyi nya bisa tercium ketiak sampai sini” ucap nya dengan mengendus bau kemeja yang mengira bau ketiak suara nyanyian yang ada di earphone nya.
“Apa apaan si!” dengan wajah kesalnya ia jutek pada Albert.
“Kamu yang apa apaan! Lihat sudah ada orang disini ga tahu malu. Cih dasar gila!” Ucap nya santai dengan wajah yang masih datar.
“Terserah aku lah! Memang nya apa urusan mu? Kalau gak mau liat aku disini hilangkan saja mata kamu!” omelnya dengan kesal seraya berkacak pinggang.
“Urusanku bising!” gumamnya dengan datar, tanpa ekspresi.
“Ya, hilangkan saja telingamu biar ga bising!” ocehnya dengan nada kesal.
“Bisa darah tinggi lama kelamaan hidup sama kamu!Udah ah mau mandi. Kamu keluar dulu” ucap nya dengan menarik Friska keluar mengibaskan tangannya seperti kepada anak itik.
“Apa apaan sih!Ini kamar aku ya. Seenaknya aja dasar suami butut kaya kentut nya ma utut” dengan kukuh ia tetap mempertahankan dirinya agar Albert tidak mengusik kedamaian nya di dalam kamar.
“Memangnya kamu mau lihat Aku bertelanjang? Atau sengaja ya biar liat tubuh indah Aku?” goda Albert sengaja menakut nakuti Friska dengan sedikit menyunggingkan senyuman jahilnya.
'Ni cowok kalau senyum aneh ih, kaya rumah mau runtuh aja' batinnya bergidik takut karena baru kali ini Albert tersenyum. Ya, walaupun senyum jahil tapi tetaplah senyum.
“Jangan Geer! Aku ga bernafsu liat tubuh butut yang kamu punya. Aku lebih suka pria yang romantis daripada dingin kaya kamu. Pasti itu nya juga dingin ya” tebaknya dengan polos.
“Itu nya apa?” tanya nya dengan menautkan kedua alisnya.
“Itu pisang kamu Albert!” gumamnya dengan malu malu mengucapkan kata tersebut.
“Enak aja! Ini tuh bisa buat kau melayang layang ke awan ya!Dikatain dingin lagi, ck” gerutu nya pelan seraya melangkahkan kaki ke kamar mandi.
“ Hey! Kalau ganti baju di walk in closet aja. Jangan disini kalau disini bahaya” seru Friska dengan wajah sedikit lucnut menakut nakuti Albert.
“Terserah alam menyetujuinya atau tidak” ucap Albert melangkah begitu saja.
Satu jam kemudian.
“ Ck, lebih enak pakai baju disini. Daripada di walk in closet alam sangat tidak mendukung” ucapnya.
“Wanita itu juga ternyata sedang tidur, jadi aku lebih bebas” gumamnya pada diri sendiri.
“Bland, kau keterlaluan ya selingkuh sama sahabatku!” racau nya dengan mata yang masih terpejam.
Bugh!!
“Awwss....” Albert sedikit meringis wajah nya ditendang oleh Friska karena memang Albert mengenakan pakaian nya sangat dekat dengan Friska.
BUGH!!
Dengan mata sedikit terbuka,
“Aaaaaaaaaa!!!” teriak Friska dengan menutup kedua matanya karena terkejut.
Ya, Albert kini tidak menyadari karena tengah merosot handuknya karena tendangan kuat Friska. Ia terbengong bengong heran menatap Friska yang begitu terkejut ketakutan.
Albert segera menghampiri Friska.
“Kau jangan teriak teriak!Sudah ku bilang jangan teriak teriak malah ngeyel!” omel nya dengan sedikit kesal.
Friska membuka kedua matanya kembali.
“Aaaaaa!!!Kau mesum Albert!!” teriaknya menutup matanya kembali takut tercemar kalau matanya sudah tidak virgin lagi melihat pisang Albert yang sangat panjang dan besar.
“Ck, otakmu yang mesum!Kau teriak teriak seakan aku memperkosa kau!” omelnya dengan menggerutu.
Satu detik.
“Aaaaaaa!!!” teriak Albert yang baru menyadari bahwa dirinya tanpa sehelai benang pun sekarang, ia lalu memutar matanya mencari apa yang dicarinya, nyatanya handuknya ada di samping Friska karena ia terkejut tadi melihat teriakan Friska.
Dengan ragu ragu, Albert menyomot handuk itu dengan jantung yang sangat berdetak kencang karena malu.
“Kau tutup matamu!Aku belum selesai berganti baju!”
bersambung....
Jangan lupa like dan comment ya teman teman🌹