Become Your Love Expert

Become Your Love Expert
Hampir tertangkap



Seperti biasa, hari ini ia menggunakan masker hitamnya lagi dan terus berpura pura jika di kampus maupun saat keluar rumah.


Ia sangat kesal sekali telah mempercayai perkataan Albert. Ditengah tengah kesalnya, Friska mempunyai sedikit ide licik untuk mengerjai kembali Tuan Dingin, siapa lagi kalau bukan suaminya, Albert.


“Aku akan membuatnya tidur diluar nanti, hahahaha biarlah aku seperti istri yang durhaka, salah siapa dia mengerjai ku” gumamnya pelan seraya terkikik


“ Fris, hari ini mata kuliah kosong, apa kau mau ikut berjalan jalan denganku mengitari kampus ini?”


“Buat apa tidak ada pekerjaan sama sekali, buang buang waktu saja ck”


“ Ayolah, aku malu jika sendiri. Kau kan teman ku paling hebat, daripada disini?” seru Vera membujuk Friska dengan mengguncang guncangkan tubuhnya


“Untuk teman terbaik, okelah aku akan menuruti permintaanmu, Nona Ratu”


Mereka kembali berjalan jalan mengitari kawasan kampus tersebut, hingga orang orang melihatnya dengan tatapan aneh, melihat wajah hitam Friska.


“Kau kenapa wajah mu hitam sekali?Apa kau orang Afrika?”


“No! terserah lah suka suka aku, wajahku begini kan bukan salahku, kenapa memangnya? mau julid?


“ Ngga sih cuman nanya aja, apa kau tidak memakai pemutih wajah?”


“Nyinyir sekali kau. Kenapa memangnya dengan wajahku?Bukan urusanmu kan?!! Aku pun tidak meminta makan padamu”


“Cih, hanya mengotori pemandangan kampus aja dengan wajah hitammu itu” ujar wanita tersebut


*****


Pria itu tengah sibuk dengan laptopnya. Ia sedang mengotak atik laptopnya dan akan segera ke markas untuk menyelesaikan beberapa urusan lain.


Tiba tiba sekretaris nya datang membawa berkas dan mempertontonkan lekuk tubuhnya agar Albert tergoda. Namun bukannya tergoda Albert justru sangat jijik dan geli. Karena memang, Albert dari dulu tidak pernah dekat dengan wanita karena memang menurutnya hanya buang buang waktu saja.


“Ada apa” gumam Albert


“Tuan, Anda ditunggu untuk menyelesaikan meeting di kota Berlin besok”


“Oke, dengan?”


“Dengan apanya Tuan?” seru Sekretaris itu sambil mendekat memperlihatkan belahan dadanya


“Menjauh lah dariku! Aku sangat alergi dengan wanita sepertimu! Kau berapa tahun kerja disini?” gumam Albert menaikkan sedikit suaranya


“Ma.. maaf Tuan saya baru dua hari” seru Sekretaris itu gelagapan karena takut memang ckck


“Tolong panggilkan Asisten Pribadiku. Kau boleh keluar dan jangan menampakkan wajah buruk mu dihadapan ku lagi!” tegasnya


Badannya bercucuran keringat, sang sekretaris menor tersebut sangat menyesal telah menggoda Tuan nya yang memang sering digosipkan dengan Dingin dan kejamnya Tuannya itu. Namun seolah terbiasa menaklukan pria pria berjas lainnya, ia tetap percaya diri dan pastinya sebentar lagi ia akan menerima surat pemecatan untuknya.


“ David, cepatlah kesini! Mood ku sedang buruk ketularan wanita buruk rupa itu” omel nya dalam telfon


“......”


Ceklek


“Ada apa Tuan memanggil saya?”


“ Mood ku sedang buruk melihat wanita badut itu. Kau cepat pecat dia!” tegasnya meninggikan suaranya


“Maksudnya siapa Tuan?” gumam David karena memang Tuannya selalu bertele tele jika mengucapkan sesuatu


“Malah nanya lagi! Sekretaris badut itu!”


“Hahaha, kau menyebutnya badut Tuan, dia sangat cantik menurut orang orang. Hahahaha” gumam David terbahak-bahak karena Omelan bosnya yang memang terkesan lucu.


“Jangan tertawa kau Dav! Jika tidak ingin menghilang dari planet Bumi!” gumam Albert bersungut sungut


“Ya sehat lah Tuan, kalau aku tertawa. Memang nya seperti Anda, datar datar aja ck”


“Kau berani sekali mengatai ku! Dasar asisten kurang ajar! Apa kau mau aku copot kan bibir mu!”


“Coba saja kalau bisa!Kau kan bukan Tuhan, memangnya bibir ku di lem apa bisa di cabut”


Tentu saja Devan takut, siapa yang tidak takut dengan ancaman Tuan yang berkuasa, yang bisa saja ucapannya mengandung kebenaran. Bukan hanya main main saja.


“Ampun Tuan, saya masih ingin hidup membiayai Ibu saya!satu, dua, tiga, Kaburrrrrrrrrr” teriak Devan seraya melenggangkan kakinya keluar dari ruangan tersebut dan berlari kencang seperti dikejar Anjing.


“Dasar Asisten laknat! Mau aja dikerjain ckck, itu rasanya kalau mau mencoba mengejek ku” gumam Albert sambil menggeleng gelengkan kepalanya


Selesai menyelesaikan pekerjaannya, Albert keluar meninggalkan kantor nya.


Dengan melajukan kecepatan yang diatas kira kira, Tiba tiba dari arah kanan mobilnya tertembak disengaja oleh seseorang yang mungkin mengikutinya.


Dor! Dor!


Tidak mengenai sasaran


Penembak itu tidak menyerah, ia kembali melajukan kecepatannya untuk menyusul Albert dan akan menyerangnya karena memang kesempatan emas bagi seorang musuh saat Albert melajukan kendaraan dengan seorang diri. Biasanya ia dikawal oleh wakil mafia dan beberapa kelompok anggota yang lainnya. Ia terburu buru agar cepat sampai di markasnya.


“Hallo Kron! Kau cepatlah kesini di jalan xxx aku sedang di rongrong oleh musuh ku, Karena menyetir sendirian. Kau cepat lah!”


Bagaimanapun, jika ia turun dan menyerang sekelompok musuhnya yang berkisar 50 orang itu, ia akan kesulitan sendiri. Jika ia turun, sama dengan menyerahkan nyawanya dan tanduk kepemimpinan nya akan direbut oleh musuhnya itu. Albert tidak bodoh, ia masih menggunakan logika dan mempermainkan musuhnya dengan memutar mutar seluruh jalan yang dilaluinya.


“Sial! Dia mempermainkan kita! kau harus mengambil jalan pintas menghadang pria sialan itu! Cepatlah ” gumam pria itu kepada kawannya yang berbeda mobil


Ia menganggukkan kepalanya , dan segera mengambil jalan pintas agar segera menghadang Albert.


Dor!Dor!


Albert sudah di kelilingi oleh musuh musuhnya dan beberapa anggotanya belum juga menemukannya. Sungguh sangat sial hari ini, pikirnya.


Mau tidak mau, ia terpaksa turun karena memang sama saja jika tidak turun ia akan habis oleh musuh musuhnya.


“Mau apa kalian?!!” gumam Albert


“Cih, ternyata kau turun juga, kupikir kau takut dengan kami” sinis mafia jahat itu yang memang sepertinya ketua diantara mafia mafia yang lainnya.


“Jangan banyak bicara!Hiatttt ” dengan santai nya ia menyerang ketua dari kelompok nya itu


“Berani juga nyalimu Tuan Albert!Hahaha kau sedang terkecoh tetap saja percaya diri!Hey kalian! cepat lah jangan melihatku seperti itu. Kau bantu aku untuk menangkap pria ini untuk bos kita.”


Albert sempat tertangkap, namun..


“Tunggu! Kalau kalian mau menangkap dia langkahi dulu mayatku!” ujar wanita tersebut, yang tak lain adalah istrinya, Friska.


#flashback on


“Ver, aku pulang duluan ya. Sudah ditunggu mommy soalnya,” seru Friska


“Oke. Hati hati Fris!” teriaknya karena Friska sudah lebih jauh


“Sepertinya jalan biasanya sangat macet. Aku harus mengambil jalan pintas” gumam wanita hitam itu, siapa lagi kalau bukan Friska


Friska menuju jalan pintas, tak sengaja ia melihat pria yang sedang dibabuk membabi-buta oleh puluhan orang


#Flashback off


“Cih, ternyata kalian pengecut ya! Hanya berani pada satu orang saja. Dasar para banci yang tak tau diri”


“Kau jangan banyak bicara hitam. Hahaha kau mau melawan kami?Apa kau tidak takut dengan jumlah kami hitam! cepatlah pergi dari sini jika kau tidak ingin mati” gumam pria itu dengan tajam


Visual Albert Leonard



bersambung...


Maaf ya readers jika ada kesalahan kata ataupun typo. Maklum author masih belajar hehe.


Jangan lupa like dan komen ya author tersayang 🌹