Become Your Love Expert

Become Your Love Expert
Ingin pindah



Untuk meyakinkan hatiku yang kini hanya milikmu,


Aku tidak ingin kau tahu dulu,


Aku tidak ingin kau terlalu berharap dan besar kepala terhadap perasaanku,


Aku tidak ingin kau terluka oleh rasa


yang mungkin masih bersemayam di dalamnya.


(Sukabumi, Alinda)


Setelah menyadari hatinya namun tidak ingin mengungkapkan perasaannya yang menurutnya alay, Albert kini selalu posesif mengantarkan Friska kemanapun. Bahkan ia selalu mengekor kemanapun Friska pergi.


Friska yang merasa Albert semakin aneh, ia merasa risih dengan perlakuan Albert yang menurutnya terlalu overprotektif. Dimana ada Friska, disana ada seorang Albert Leonard.


Kini, kedatangan orang tua Albert yang akan menetap di Germany. Agar bisa lebih dekat dengan anaknya, karena mereka tidak sabar ingin segera menimang cucu.


Mereka sedang berada di mobil dengan perasaan masing masing, saling diam dan hening, seperti di kuburan saja.


“Fris, aku ingin kita pindah dari Mansion Luois.” Gumam Albert santai. Sontak membuat Friska tersedak yang sedang memakan camilan di mobil.


“Why?!!” tanya Friska dengan berteriak hingga Albert kaget dengan suara Friska.


“Ya, aku ingin kita pindah ke Rumah ku yang sengaja ku beli dari dulu untuk Istriku, ” gumam Albert dengan serius.


“Kan aku hanya istri yang hanya dijadikan umpan, kenapa kau bertekad membawa ku pindah?Kenapa tidak di Mansion Luois saja?” tanya Friska dengan menyelidik ia tidak ingin Albert macam macam padanya. Ataupun ia tidak terlalu baper dengan ucapan Albert yang menyebutnya sebagai istri.


“Kau istriku!Sudah sepantasnya mengikuti kata suamimu. Dan kita akan kedatangan orang tua ku secepatnya kita akan pindah hari ini!” gumam nya tegas pertanda ucapannya tidak ingin dibantah.


“Tapi kan kau tahu Albert?Aku tidak ingin Mommy sedih karena merindukan ku?Sebentar lagi kan Kak Branden mau nikah.Dia juga pasti akan tinggal di rumahnya, aku takut Mommy kesepian Albert” seru Friska dengan lirih. Pasalnya, ia terbiasa dengan sang Mommy.


“Urusan itu tenang saja!Aku pastikan kakakmu tidak akan meninggalkan Mommy mu” gumam Albert seraya menatap lurus ke depan.


“Apa perkataan mu patut dipercayai Tuan Albert?” tanya nya menatap Albert memastikan.


Albert menganggukkan kepalanya. Ia ingin memulai semuanya dari nol sebagai suami istri sungguhan. Namun ia tidak akan menyentuh Friska jika ia tidak khilaf.


“Ya, kau bisa memegang omongan ku” gumamnya dingin.


Maafkan aku,


Aku hanya ingin memulai dayung perahu


Bersamamu,


Bersama keluarga kecil kita,


________________🌤️🌤️🌤️____________


Setelah sampai di kampus Friska, Albert melajukan kendaraannya.


“Hallo Bos, seperti nya ada yang sedang mengintai Anda dan mengikuti mobil Anda” gumam Reki dibalik telfonnya.


Albert tidak menyadari karena fokus dengan perasaannya, kemudian ia melirik sedikit ke arah spion. Dan ternyata benar, seperti ada yang mengikuti nya.


“Cepat cari tahu siapa mereka Rek, aku bisa mengendalikan ini semua!” perintah Albert tegas di balik telfonnya.


Reki yang diperintah Bosnya, kini ia mencari tahu dari kejauhan. Dan berpura pura menyamar menjadi kakek kakek yang akan menyebrang dan menghalangi jalan mereka.


Agar membuat mereka kesal dan keluar menampakkan wajahnya, ya terpaksa ia harus memakai cara itu.


“Dasar kakek tua sialan!Menghalangi jalan ku saja!” gerutu pria yang ada di mobil itu kemudian ia hendak membuka pintu mobilnya dan memarahi kakek tua yang menyebrang lamban.


“Kau mau mati ha?!!” teriak seorang lelaki itu.


Pria yang sedang dibentak itu kemudian pergi begitu saja setelah melihat wajah orang itu dan memberitahukannya pada Albert.


tenonet.. tenonet ..


“Maaf Bos, seperti nya dari tangannya terlihat tanda mafia Black shoot” ujar Reki pada Albert.


“Kau cari tahu, kenapa dia bisa ingin mengikuti ku dan siapa yang menyuruhnya melakukan semua ini!” tegas Albert dibalik telfonnya.


“Baik Bos, akan segera saya laksanakan” ujarnya patuh.


'Tidak mungkin Mole yang menyuruh mereka, karena Mole ada dibawah pengawasanku. Apa mungkin Frought ya?' batinnya menebak nebak.


Dengan sigap, ia mencari tahu semua itu dengan detail siapa orang yang menyuruh pria itu mengikuti Bosnya. Padahal, Frought itu terkenal bodoh dan dulu semuanya hanya Mole yang melakukan.


Namun pikirannya benar, saat ia mencari tahu ternyata benar Frought lah yang mengirimkan mata mata untuk mengikuti Albert.


Ia langsung menelfon Albert untuk memberitahukan ini semua ulah Frought.


tenonet... Tenonet...


“Hallo Bos, orang dibalik semua ini adalah Tuan Frought Bos.” Gumam Reki mantap dibalik telfonnya.


Albert terdiam sejenak, ia ingin tahu motif apa yang bisa membuat Frought yang bodoh itu bisa berani mengirimkan mata matanya.


Tidak ingin berlama lama bertebak dengan pikirannya, Albert menelfon langsung Tuan Frendy Frought.


Tenonet.. tenonet...


“Frought, motif apa yang membuatmu berani menyuruh orang untuk mengikuti ku?” tanya Albert dengan dingin dan tegas.


“Hahaha Tuan Albert Leonard! Kau sangat pintar sekali. Aku hanya ingin kau mengatakan dimana Mole!” dengan berani nya ia berucap seperti itu dibalik telfonnya.


bersambung...


JANGAN LUPA LIKE NYA DAN COMMENT YA✨