Become Your Love Expert

Become Your Love Expert
Marvel yang kegeeran



Friska menatap Marvel dengan penuh tanya.


“Maksudmu Apa Marvel?Kau tidak mungkin jatuh cinta padaku kan?” tanya Friska.


Marvel menatap manik Friska dengan dalam, sungguh ia memang jatuh cinta pada pertama kali pada Friska. Namun ia belum sadar bahwa dirinya bukanlah mencintai Friska, namun hanya terobsesi ingin memiliki gadis itu.


Friska sangat jengkel dengan pria yang selalu mendekati nya, Marvel bukan pria yang pertama kali mendekati nya, tapi masih banyak di Kampus nya yang terus memaksa nya menerima cinta Friska.


“Fris, aku benar benar sangat jatuh cinta padamu. Kau tahu?Semenjak pertemuan itu aku disebut sebut orang seperti orang gila” ungkap Marvel dengan memegang lengan Friska. Namun justru Friska malah tidak nyaman, ia melepaskan lengan Marvel.


“Apa kau masih juga tidak mengerti Tuan Marvel? Lihat cincin ini! Aku tidak akan melepaskan cincin yang sudah menjadi cintaku. Kau faham kan maksudku?!” tatap Friska dengan jengkel menunjukkan cincin pernikahan nya dengan Albert.


Marvel tersenyum sinis, ia hendak meraih lengan Friska namun berkali kali ditepis Friska.


“Jangan pegang pegang!" tegasnya dengan ketus.


“Ayolah Fris, kau jangan munafik. Kau pasti menyukai ku kan?” tanya Marvel dengan nada memelas.


“Sudah ku bilang tidak ya tidak! Kau tidak mengerti bahasa manusia ha?!! Apa kau ingin aku memarahi mu dengan bahasa binatang?!!” seru Friska dengan sedikit meninggikan suaranya.


“Apa kau ingin ikut ke rumah ku. Ayo?!” ajak Marvel mencoba membujuk dengan cara lain.


bugh!!


“Ku bilang jangan memaksaku dan memantik api kemarahan ku!” teriak Friska dengan menggebuk pisang kokoh seorang Marvel.


Friska hendak melenggangkan kakinya untuk menghindari Marvel, namun lagi lagi ia ditahan oleh lengan kekar Marvel.


“Ikut denganku!” tatap Marvel dengan tajam sembari membawa paksa lengan Friska.


“Sakit ai kamu!Hiattttt” teriaknya kemudian menggebuk semua badan. Perut, bahu dan anggota badan lainnya hingga Marvel meringis kesakitan sampai tepar.( Terhuyung).


'Ternyata dia sangat kuat.Arghhh! Mana mungkin aku mengeluarkan jurusku itu akan menyakitinya' batinnya memandang Friska dengan tatapan yang tidak bisa diartikan.


Setelah ia puas memberi pelajaran terhadap orang yang memaksanya, Friska keluar Restauran dengan tertawa.


“Hahaha suruh siapa kau memandang rendah diriku! Memangnya aku wanita murahan apa!” gerutu nya dengan wajah masih tertawa.


Karena lemas dan tidak berdaya, Marvel tidak jadi mengejar Friska karena tendangan dan gebukkan Friska' sangat kuat mengenai kelemahan kelelakian nya.


'Lain kali aku tidak akan membiarkanmu lepas lagi Friska!' batin Marvel.


____________☔☔☔_________________


Albert hendak ingin pulang, karena jam kantor nya sudah selesai. Ia hari ini tidak menjemput Friska, karena weekend.


'Rasanya ingin cepat cepat pulang' batin Albert tersenyum senyum tipis.


Tepat saat ini Ben masuk ruangan, jadi Albert tidak susah susah menyetir karena Ben yang akan menyetir.


“Siap Tuan, ” dengan patuh dan tanpa banyak tanya, Ben menyiapkan mobil dan sudah menunggu di dalam mobil.


Kini mereka berada di dalam kendaraan roda empat itu, dan Asistennya bergumam.


“Maaf Tuan, kita akan kemana?” tanya Ben dengan melirik ke arah spion.


Pluk


“Tentu saja ke rumah ku masa ke kuburan bodoh!” omelnya dengan menggeplak kepala Ben dengan sepatu pantofel nya.


'Kejam sekali untung aku betah karena uangnya! Kalau bukan aku tidak mau seperti ini! Hufttt' batinnya sembari menghela nafas kasarnya.


“Tunggu apa lagi?!! Ayo cepat!” perintahnya dengan sedikit membentak membuyarkan lamunan Ben.


“Siap Tuan” Sahut nya dengan patuh.


Kediaman istana Leonard.


Perlahan lahan pria itu menaiki tangga dengan cepat. Ia ingin cepat cepat menemui istri lucknut nya.


tok tok tok


Albert hendak membuka pintunya, tapi dikunci. Jadi terpaksa ia harus mengetuk dulu walaupun malas dan lelah.


“Apa ini manusia tuli ya! Masa gak dengar!” gerutu Albert' pada dirinya sendiri.


“Sebentar!” terdengar sahutan dari dalam dengan berteriak, siapa lagi kalau bukan Friska.


ceklek


“A..Albert” dengan gugup Friska menatap pria yang sudah menjadi suaminya itu.


Albert menyunggingkan senyumnya melihat ke badan Friska menelisik nya dengan dalam dengan tatapan mesumnya.


Friska yang tidak menyadari bahwa ia sedang menggunakan Bathrobe, juga handuk di kepalanya membuat kecantikannya di mata seorang Albert sempurna. Albert menggiring Friska dan menggandeng lengan wanita itu dengan terus terusan memberi senyum nya.


“Apa kau sedang menggoda ku?” tanya Albert menelisik Friska dengan tatapan mesumnya dan terlihat melebarkan senyuman tipisnya.


“Haiss! Kau apa apaan si Albert! Aku bukan menggoda mu mana mungkin aku menggoda suamiku sendiri. Kau ini bagaimana sih” Sahut Friska dengan polos karena masih tidak menyadari tatapan Albert yang tidak biasa.


“Kalau bukan sedang menggoda lalu apa hmm?” tanya nya dengan mendekat ke arah Friska dan tiba tiba menghujani ciuman panas di bibir Friska.


Friska yang mendapat serangan mendadak itu, tiba tiba ia terperosok jatuh ke ranjang karena ia terdorong oleh tubuh kekar Albert.


Sudah tau apa yang terjadi selanjutnya kan?Kalian lanjutkan aja sendiri ya teman teman Readers 😁