Become Your Love Expert

Become Your Love Expert
Kesayangan Mommy



Author percepat alurnya saja ya, soalnya ga suka lama lama wk.


Tiga tahun kemudian.


Peristiwa yang menimpa Albert Leonard, masih belum terpecahkan. Semua orang menganggap Albert telah mati, namun tidak dengan Friska. Friska tetap berpegang teguh bahwa Albert selamat diluar sana dan tetap menunggu karena ucapan terakhir kali Albert selalu terngiang di otaknya.


“Mommy.. Ar pulangg” teriak bocah lelaki itu dengan memeluk Mommy nya dari belakang.


Friska yang sempat kaget dari lamunannya, ia hendak berbalik dan memeluk hangat putra semata wayangnya, yang tengah berusia 3 tahun tersebut.


“Ehh... gantengnya Mommy. Oh ya bagaimana apa kau betah disana sayang?” tanya Friska dengan mengendus harum tubuh anaknya itu seperti kucing.


“Ish Mommy apaan sih! Kata Ar juga jangan cium ciumin badan Ar.. Ar udah gede!” sentak nya sembari berkacak pinggang dengan wajah yang sangat cute.


“Hahaha kau sombong sekali persis seperti Dad mu, Mommy cuma mau cium cium doang anak kesayangan Mommy emangnya ga boleh ya?” ujar Friska dengan wajah yang dibuat sesedih mungkin.


“Emangnya Daddy sombong ya... Ah Ar jadi pengen Daddy cepet cepet pulang..” ujar bocah itu dengan suara cadel.


Mendengar putranya berkata seperti itu, Friska seolah menjadi sedih karena terus terusan membohongi putranya yang haus akan kasih sayang itu. Tapi, setidaknya Arka mempunyai paman yang sangat menyayangi nya seperti Ayah nya sendiri karena memang Branden belum dikaruniai anak sampai sekarang.


# Flashback on


Arka Putra Leonard, *Nama itulah yang diberikan Friska terhadap putra nya. Nama itu singkatan nama dirinya dengan Albert dan dipadukan oleh marga Leonard. Friska tidak menyangka ia hamil sudah satu bulan sebelum menghilang nya Albert.


Mungkin karena memang ia sering melakukan itu dengan Albert dan tidak menyadari bahwa ia sendiri datang bulan karena terpuruk oleh kenyataan tentang hilangnya Albert Leonard yang kini masih menjadi misteri*.


Masa masa kehamilan pertamanya dengan susah payah tanpa didampingi oleh seorang suami, hanya didampingi oleh Branden, Mommy dan kedua mertuanya. Karena cucu mereka itulah penerus perusahaan Albert dan itu dijuluki cucu emas dan kuat, seperti Ibunya.


Tiba di hari kelahiran.


“Mommy sakittttt!!Aaaaaa” Friska mengejan di ruangan khusus untuk melahirkan dengan susah payah mengeluarkan buah hati hasil cintanya dengan Albert.


“Sabar sayangg, kau bisa ... Ayo itulah bayi mu yang akan menjadi penyemangat mu, kekuatan mu saat menjalani kehidupan” ujar Mommy Cinta menyemangati dengan mengeluarkan air matanya yang terus mengalir.


Mommy Cinta tahu bahwa melahirkan tidak semudah membalikkan telapak tangan, apalagi ini berkaitan dengan nyawa. Ya, sangat sakit rasanya ia juga merasa sakit melihat putrinya sakit seperti itu.


Tidak lama terdengar tangisan suara bayi yang sangat nyaring membuat Friska bernafas lega namun terlihat lemah.


Ia mencium bayi nya itu dengan penuh kasih.


“Hahaha cucu Oma sangat tampan uwuwuwu, Oma jadi sayangg dan jatuh cinta sama kamu” ucap Mommy Cinta dengan mentoel toel hidung dan pipi bayi mungil itu.


Kesakitan yang tadi ia rasakan hilang karena melihat putranya yang begitu tampan dan Friska bersyukur ia bisa menjadi Ibu seutuhnya walaupun tanpa didampingi seorang suami.


Hari hari pun ia menjalani mengurus si kecil tampan dan tanpa lelah ia juga sembari mengurus perusahaan Albert.


Hampir saja keluarga mereka lengah karena terlalu berduka atas kehilangan nya Albert, membuat perusahaan Leo Corptions Saham nya hampir turun dengan anjlok.


Namun dengan kecerdasan dan kelicikan Friska ia tahu hal ini karena ada pihak musuh yang mencoba mencari kesempatan. Kini Friska bangkit demi semua yang terbaik untuk keluarganya.


Terpaksa ia menjadi tulang punggung di sekaligus menggantikan kasih sayang seorang ayah untuk Arka.


Banyak juga pria yang mendekati Friska dimulai Marvel, dan pengusaha besar lainnya namun tidak ia tanggapi karena ia masih yakin suatu saat Albert akan kembali padanya walaupun hilangnya kini masih misterius.


# Flashback off.


“Eh Mommy kok jadi melamun gini deh suka gitu ah Ar.. aduin uncle Brand coba” ucap bocah kecil itu menggoyang goyangkan badan Friska dan membuyarkan lamunan Friska.


“Mommy Lupa sayangg ... Mommy kan jadi kangen Dad mu lucnutttt” ujar Friska dengan gemas mencubit pipi Arka namun itu tidak sakit tapi Arka saja yang lebay menurutnya.


“Mommy sakit tau! Ar bukan kucing ih Ar bilang!”


“Tapi Mommy gemas bangett sama anak angkat Mommy ini” gumam Friska mengacak acak rambut Arka karena terlalu gemas.


“Oh jadi Ar anak angkat ya? Oke deh Ar jadi anak uncle Brand aja! Gasuka ah sama Mommy galak huhuhu” ucap bocah itu berkata namun diiringi dengan tangisan kencangnya.


Friska tertawa terbahak-bahak selalu seperti itu.


🌤️


“Kau sudah makan Frin?” tanya seorang pemuda dari gubuk kecil itu yang sudah pulang dari kebunnya mencakul tanaman.


“Sudah mas ... Frinka sudah siapkan makanan kesukaan mas Bento” ucap wanita itu dengan malu malu namun berusaha tersenyum sehangat mungkin dengan tulus.


Pria itu menganggukkan kepalanya dan hendak masuk ke dalam gubuk kecil itu.


Siapa kah dia? Baca terus kelanjutan nya yaa🤗