
'Dasar Tuan sombong! Bisa bisanya dia berucap seperti itu' rutuknya memandang Albert dengan masam.
“Bacakan ulang jadwal ku hari ini. Jika tidak jadi meeting nya Ben” gumam Albert dengan suara baritonnya.
Hingga Ben membacakan ulang dan mengatur ulang jadwal Albert. Seharusnya oleh Sekretaris nya, namun sekretaris nya sudah lama menghilang. Tidak membuat surat Risen ataupun tidak memberi kabar sama sekali.
Pria itu menatap jenuh, bukannya pertemuan penting namun kini ia harus berkutat dengan berkas-berkas yang harus ia tandatangani. Cukup melelahkan, namun ia harus cepat cepat membereskan tugasnya agar segera bertemu dengan Friska.
___________☁️☁️☁️______________
Pria lesung Pipit itu kini tengah tersenyum membayangkan dirinya dengan seseorang yang sangat bisa menggetarkan hatinya. Seseorang yang membuatnya uring uringan bahkan seperti gila.
Marvel selalu disebut gila oleh keluarganya, karena ia selalu tersenyum pada siapapun. Namun itu tidak dihiraukannya, yang terpenting ia bahagia dan ingin lebih dekat lagi dengan wanita imut itu.
'Andai kau mencintaiku, akan lebih indah hidupku jika dicintai wanita seperti mu' batinnya.
'Ah tapi aku tidak boleh nyerah! Karena masih lebih baik aku dan lebih pantas aku daripada pria kejam itu. Apa kau bahagia Fris?' batin Marvel bertanya tanya karena ia juga merasa iba dengan gadis yang saat itu sudah curhat kepadanya.
Marvel ingin, Friska menjadi milik nya satu satunya.
Pria itu kini tengah membuat pesan chat wahtsApp pada Friska. Isi pesan :
' Lain kali kita bisa ketemu lagi gak?'
'Gak tau, aku lihat kondisi dulu. Aku takut Albert tahu dan sama kaya kemarin melukai temanku'
' Yah, tapi aku berharap kita ketemu lagi. Ayolah, Albert gak akan tau ko🙁'
' Tetep gak tau. Aku bingung, nanti aku pikir pikir dulu deh ya, Vel😀'
Membalas isi pesan itu, Marvel seakan akan diberi harapan. Ia akan terus mengejar Friska sampai menjadi miliknya, karena yakin Friska tidak bahagia dengan suaminya itu.
Lihatlah wajah Marvel seperti madu wajahnya sangat manis dan terlihat ia tengah melebarkan senyumnya.
***
Akhirnya mereka memutuskan untuk bertemu secara diam diam, karena tidak ingin ketahuan oleh Albert. Karena Friska juga hanya ingin memastikan bahwa temannya itu tidak terjadi apa apa.
Wanita yang terlihat anggun dengan pakaian santainya, memakai crop seperut dan celana jeans dipadukan dengan sepatu sneaker yang senada dengan baju nya ia terlihat sangat cantik walau dengan pakaian santai.
“Mau apa kau mengajakku kesini Marvel?” tanya Friska.
“Memangnya kalau bertemu harus ada tujuan nya ya?” sembari menatap Friska dengan wajah yang berpura pura terlihat sedih.
“Tentu saja, aku hanya ingin bertemu jika ada hal penting yang kau ingin bicarakan kepadaku. Ada apa?” tanya Friska mendekatkan wajahnya pada meja dan terlihat cute menatap Marvel.
“Apa kau tidak bahagia?” tanya Marvel dengan sendunya.
“ Maksudmu?” tanya Friska bingung sembari mengerutkan keningnya.
“Ya, apa kau tidak bahagia menikah dengan Albert? Aku tahu kalian menikah tanpa cinta kan? Dan kau hanya mencintai nya sedang kan dia.. entahlah” gumam Marvel dengan santai.
“Maksudmu apa Marvel? Apa kau sedang menyinggungku yang tidak dicintai atau kau menyinggung suamiku?” tanya Friska dengan wajah bantengnya dengan mengepalkan tinju nya siap siap untuk menyerang Marvel.
“Eitss! Jangan marah dulu. Maksudku aku sangat kasian padamu bertahan tapi orang yang kau pertahankan tidak menghargai mu sama sekali dan masih mencintai masa lalu nya” gumam Marvel dengan seringai liciknya.
Tentu saja Friska tidak bisa berkata-kata dengan gumaman yang dilontarkan Marvel. Ia memang merasa tersindir, namun Friska juga tidak bisa memungkiri bahwa dirinya tidak akan pernah bisa pergi dan berpaling dari Albert.
“Kenapa kau diam?Benar kan apa yang aku katakan?” tanya Marvel menyadarkan lamunan Friska dan tersenyum tipis.
“Ya kau benar Marvel, jangan mengungkitnya lagi. Aku memang wanita yang tidak tahu malu dan mengejar cinta Albert. Tapi aku yakin suatu saat nanti Albert akan jatuh cinta sedalam dalamnya padaku” seru Friska mantap sembari menatap Marvel.
Friska tidak ingin berlama lama dengan Marvel, ia hendak melangkahkan kakinya untuk pulang. Namun tidak disangka, lengannya dicekal kuat oleh Marvel.
“Tunggu Fris, kita belum selesai berbicara ” Gumam Marvel menahan Friska.
Friska berbalik, menatap Marvel dengan tajam.
“Apa yang ingin kau bicarakan Marvel?!! Apa kau tidak puas membuat aku menyadari posisiku!” tegas Friska hendak meninggikan bicaranya namun di akhir kata ia merendahkan Oktav suaranya dengan lirih sembari berkaca kaca.
“Justru itu Fris, kau hiduplah denganku dan tinggalkan Albert! Aku akan membahagiakan mu” gumam Marvel dengan wajah memelas nya.
bersambung...
JANGAN lupa like dan comment ya teman teman readers tersayang 🌹